30 December 2009

Kekuatan Hukum dan Definisi STP, SKPKB, SKPLB, SKPN, SKPKBT

SURAT TAGIHAN PAJAK (STP)

Berdasarkan pengertian STP sebagaiman diatur pada Pasal 14, Dirjen pajak dapat menerbitkan STP dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. Pajak penghasilan dalam satu tahun berjalan tidak/kurang bayar, dikenakan denda bunga 2% sebulan maksimal 24 bulan
  2. Dari hasil penelitian Surat Pemberitahuan terdapat kekurangan pembayaran pajak sebagaimana salah tulis dan atau salah hitung, dikenakan sanksi bunga 2% sebulan maksimal 24 bulan.
  3. Denda administrasi berupa denda atau bunga
  4. Pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), 2% x Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
  5. Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP, tetapi membuat faktur pajak, denda 2% x DPP
  6. Pengusaha yang dikukuhkan sebagai PKP tidak membuat atau membuat faktur pajak tetapi tepat waktu atau tidak mengisi lengkap faktru pajak, denda 2% x DPP

 

Fungsi STP adalah sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT wajib pajak dan sebagai sarana untuk menagih pajak dan sanksi pengenaan bunga atau denda

 

KEKUATAN HUKUM STP

STP mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan SKP. Oleh karena itu dapat ditagih dengan paksa, sesuai dengan ketentuan UU No.19 tahun 2001 tentang Panagihan Pajak Dengan Paksa.

Contoh penghitungan Sanksi administrasi dalam STP

Surat Pemberitahuan tahunan Pajak Penghasilan tahun 2001 disampaikan tanggal 31 Maret 2002. Setelah dilakukan penelitian terdapat salah hitung yang menyebabkan Pajak Penghasilan kurang bayar sebesar Rp 4.000.000,- atas kekurangan pajak penghasilan tersebut diterbitkan STP tanggal 11 Juli 2002 dengan perhitungan sebagai berikut :

- Kekurangan bayar Rp 4.000.000,-

- Bunga 4 x 2% x 4.000.000,- Rp 320.000,-

jumlah yang harus dibayar Rp 4.320.000,-

bunga dihitung dari tanggal 26 Maret 2002 s/d 11 Juli 2002

 

SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR (SKPKB)

Adalah surat ketetapan pajak menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.

Menurut ketentuan Pasal 13 ayat 9 (1) huruf b, bahwa SPT yang tidak disampaikan pada waktunya, walaupun telah ditegur secara tidak tertulis dan tidak juga disampaikan dalam jangka waktu yang ditentukan dalam surat teguran, membawa akibat bahwa Dirjen pajak dapat menerbitkan SKPKB secara jabatan. Terhadap ketentuan seperti ini dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% dari penghasilan yang tidak atau kurang bayar dalam satu tahun pajak.

Sanksi untuk tidak melaksanakan kewajiban perpajakan dibidang PPN dan PPnBm yang mengakibat pajak terutang atau kurang bayar, dikenakan sanksi administrasi dengan menerbitkan SKPKB ditambah kenaikan sebesar 100%.

Contoh SKPKB :

Tn. Fadil adalah seorang PKP yang mengisi SPT masa PPN bulan Mei 2001 adalah sebagai berikut :

- Pajak keluaran Rp 200.000.000,-

- Pajak masukan Rp 300.000.000,-

- Kurang bayar Rp 100.000.000,-

lebih bayar ini dikompensasikan dengan pajak yang terutang pada masa pajak berikutnya (Juni 2002) berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPP ternyata hasilnya sebagai berikut :

- Pajak keluaran Rp 400.000.000,-

- Pajak masukan Rp 300.000.000,-

- kurang bayar Rp 100.000.000,-

Atas kasus ini dikeluarkan SKPKB pada tanggal 20 Agustus 2001 dengan perincian sebagai berikut :

•  Kurang bayar Rp 100.000.000,-

•  Pasal 13 ayat (2) UU KUP

Bunga 3 bulan (1 Juni 2001 – 20 Agustus 2001)

3 x 2% x Rp 100.000.000,- Rp 6.000.000,-

•  Pasal 13 ayat 3 UU KUP

Kenaikan 100% karena tidak seharusnya dikompensasikan

100% x Rp 100.000.000,-

jadi jumlah yang tercantum dalam SKPKB adalah sebesar Rp 206.000.000,-

 

SURAT KETETAPAN PAJAK LEBIH BAYAR

Dirjen pajak setelah melakukan pemeriksaan menerbitkan SKPLB, apabila jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari pada jumlah pajak yang terutang atau telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya terutang (Pasal 17).

 

SURAT KETETAPAN PAJAK NIHIL (SKPN)

Dirjen pajak setelah melakukan pemeriksaan, menerbitkan SKP-N, apabila jumlah pajak atau jumlah pajak yang dibayar sama dengan jumlah pajak yang terutang atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak atau tidak ada pembayaran pajak (Pasal 17A)

 

SURAT KETETAPAN PAJAK BAYAR TAMBAHAN (SKPKBT)

Adalah surat ketetapan pajak yang diterbitkan oleh Dirjen pajak menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan ( dalam surat ketetapan pajak yang telah diterbitkan sebelumnya Pasal 15 UU KUP). Dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat pajak terutang berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak, apabila ditemukan data baru (Novum) dan atau data semula belum terungkap yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang. Jumlah pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar tambahan ditambah dengan sanksi administrasi 100% dari jumlah kekurangan pajak tersebut.

-------------------------------------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Kekuatan Hukum dan Definisi STP, SKPKB, SKPLB, SKPN, SKPKBT

Jenis Kredit Berdasarkan Jaminan dan Pengelompokkan Usaha

•  Dilihat Dari Segi Jaminan

Dilihat dari segi jaminan maksudnya adalah setiap pemberian suatu fasilitas kredit harus dilindungi dengan suatu barang atau surat-surat berharga minimal senilai kredit yang diberikan. Jenis kredit dilihat dari segi jaminan adalah :
•  Kredit dengan jaminan
Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu. Jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud. Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan si calon debitur.
•  Kredit tanpa jaminan
Yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta loyalitas si calon debitur selama berhubungan dengan Bank yang bersangkutan.
 

•  Dilihat Dari Segi Sektor Usaha

Setiap sektor usaha memiliki karakteristik yang berbeda-beda, oleh karena itu pemberian fasilitas kredit pun berbeda pula. Jenis kredit dilihat dari sektor usaha sebagai berikut :
•  Kredit pertanian
Merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau pertanian rakyat. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.
 
 
•  Kredit peternakan
Dalam hal ini kredit diberikan untuk jangka waktu yang relatif pendek misalnya peternakan ayam dan untuk kredit jangka panjang seperti kambing atau sapi.
•  Kredit industri
Yaitu kredit untuk membiayai industri pengolahan baik untuk industri kecil, menengah atau besar.
•  Kredit pertambangan
Yaitu jenis kredit untuk usaha tambang yang dibiayai, biasanya dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atau tambang timah.
•  Kredit pendidikan
Merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa yang sedang belajar.
•  Kredit profesi
Diberikan kepada kalangan profesional seperti, dosen, dokter atau pengacara.
•  Kredit perumahan
Yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian rumah.
READ MORE - Jenis Kredit Berdasarkan Jaminan dan Pengelompokkan Usaha

Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu

Dilihat Dari Segi Jangka Waktu

Dilihat dari segi jangka waktu, artinya lamanya masa pemberian kredit mulai dari pertama sekali diberikan sampai masa pelunasannya. Jenis kredit ini adalah :
•  Kredit jangka pendek
Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.
•  Kredit jangka menengah
Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun, kredit jenis ini dapat diberikan untuk modal kerja. Beberapa Bank mengklasifikasikan kredit menengah menjadi kredit jangka panjang.
•  Kredit jangka panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang yaitu diatas 3 tahun atau 5 tahun. Biasanya kredit ini digunakan untuk investasai jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit atau manufaktur dan kredit konsumtif seperti kredit perumahan.
READ MORE - Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu

Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan Penggunaannya

Dilihat Dari Segi Tujuan

Jenis kredit dilihat dari segi tujuan pemakaiannya adalah :
•  Kredit Produktif
Kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang dan jasa. Artinya kredit ini digunakan untuk diusahakan sehingga menghasilkan sesuatu baik berupa barang maupun jasa.
•  Kredit Konsumtif
Merupakan kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau dipakai secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.
 
 
•  Kredit Perdagangan
Kredit perdagangan merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Kredit ini sering diberikan kepada supplier atau agen-agen perdagangan yang akan membeli barang dalam jumlah tertentu.
READ MORE - Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan Penggunaannya

Jenis Kredit Menurut Kegunaan

Jenis-jenis Kredit Dilihat Dari Segi Kegunaan

Maksud jenis kredit dilihat dari segi kegunaannya adalah untuk melihat penggunaan uang tersebut. Jika ditinjau dari segi kegunaan terdapat dua jenis kredit yaitu :
•  Kredit Investasi
Yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik Baru di mana masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan biasanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan utama suatu perusahaan.
•  Kredit Modal Kerja
Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Contoh kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan. Kredit modal kerja merupakan kredit yang dicairkan untuk mendukung kredit investasi yang sudah ada.
READ MORE - Jenis Kredit Menurut Kegunaan

Unsur - unsur Kredit

Unsur-Unsur Kredit

Ada beberapa unsur kredit menurut Kasmir (2006:74) yaitu :

•  Kepercayaan

Yaitu suatu keyakinan pemberian kredit (Bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh Bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan.
 

•  Kesepakatan

Di samping unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing – masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing- masing. Kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua belah pihak Bank dan nasabah.

•  Jangka Waktu

Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu.

•  Resiko

Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya padahal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian (jangka waktu). Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan Bank, baik resiko yang disengaja maupun resiko yang tidak disengaja.
 
 
 

•  Balas Jasa

Akibat dari pemberian fasilitas kredit Bank tentu mengharapkan suatu keuntungan dalam jumlah tertentu. Keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi Bank prinsip konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi dan komisi serta biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan utama Bank. Sedangkan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.
READ MORE - Unsur - unsur Kredit

Pengertian / Arti Kredit

Pengertian Kredit

Menurut Tjoeka, Moch (1999:1) kata kredit berasal dari bahasa Latin credere yang berarti percaya atau to belive atau to trust . Oleh karena itu, dasar pemikiran persetujuan pemberian kredit oleh suatu lembaga keuangan atau Bank kepada seseorang atau badan usaha berlandaskan kepercayaan ( faith ).
Bila dikaitkan dengan kegiatan usaha, kredit berarti suatu kegiatan memberikan nilai ekonomi ( economic value ) kepada seseorang atau badan usaha berlandaskan kepercayaan saat ini, bahwa nilai ekonomi yang sama akan dikembalikan kepada kreditur (Bank) setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan yang sudah disetujui antara kreditur (Bank) dan debitur ( user ).


Di dalam pemberian kredit ada dua pihak yang berkepentingan langsung yaitu pihak yang kelebihan dana disebut pemberi kredit dan yang membutuhkan dana disebut penerima kredit. Adakalanya di dalam kredit terjadi resiko dari pelanggan yang tidak mampu mengembalikan kredit tersebut.
Pengertian diatas bila dikaitkan dengan Undang – Undang Perbankan No.10 Tahun 1998 pasal 1, dimana kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antar Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungannya.
READ MORE - Pengertian / Arti Kredit

27 December 2009

Perspektif MSDM Stratejik / Strategic HRD - Chapter 1.3

Setelah melihat hasil studi tentang MSDM Stratejik sebelumnya, kita dapat menganalisa beberapa pendapat dan ciri2nya (yang akan dipaparkan di bawah ini):

Sekarang kita sudah berada dalam lingkungan operasi yang baru, yang ditandai dengan beberapa ciri, antara lain : 1) Global scale , 2) customer segmentation , 3) link to customers and Supplier , 4) cross-function , 5) innovation , 6) knowledge workers , dan 7) information technology . Ciri-ciri tersebut mencerminkan tiga perspektif non-keuangan yang ada dalam BSC, yaitu Pelanggan, Operasi internal, serta proses pembelajaran dan pertumbuhan.
 
Oleh karena itu, demi keberlangsungan (survival) operasinya, maka setiap entitas usaha harus beradaptasi dalam lingkungan operasi yang baru tersebut. Adaptasi yang perlu dilakukan dalam kondisi yang hyper competition adalah adaptasi dalam misi, visi, dan strategi serta transformasi struktur, kultur, dan system organisasi. Adaptasi yang terjadi di atas sering disebut dengan proses adaptasi internal.
 
Adaptasi internal yang dilakukan entitas usaha membawa konsekuensi perubahan dalam memahami konsep produktifitas (Wahjudi Prakarsa, 2002). Dalam kondisi perfect competition , pengertian produktivitas adalah process/flow productifity yang dihitung dengan membandingkan output dan input , yang sering disebut juga sebagai produktivitas operasional. Dalam kondisi imperfect competition , pengertian produktivitas adalah bounded productivity yang dihitung dengan mengurangkan antara realization dan target. Dalam hal ini ada dua jenis produktivitas yaitu : manajerial dan operasional. Dalam kondisi oligopolisty competition , pengertian produktivitas adalah bounded productivity yang dihitung dengan mengurangkan antara realization dengan target. Dalam hal ini ada dua jenis produktivitas yaitu : Manajerial dan Operasional. Dalam kondisi oligopolistic competition , pengertian produktivitas disebut sebagai systematic productivity dengan jalan membandingkan system kita dengan system terbaik yang ada. Dalam hal ini terdapat tiga jenis poduktivitas yaitu : strategis, produktivitas manajerial, dan operasional. Sementara itu, dalam kondisi hyper competition pengertian produktivitas tidak dapat didefinisikan secara jelas, dan cara untuk menghitungnya pun tidak dapat dicari. Dalam kondisi ini terdapat 4 jenis produktivitas yaitu : produktivitas visioner , produktivitas strategis, manajerial dan operasional .
 
Dengan berubahnya jenis persaingan, mulai dari persaingan sempurna, persaingan tidak sempurna, persaingan oligopolistic , sampai hyper competition yang ditandai dengan kondisi yang turbulen, maka ukuran kinerja serta tools yang dipakai sebelumnya sudah tidak sesuai lagi. Untuk itulah diperlukan system manajemen yang lebih tanggap terhadap kondisi, yaitu Balanced Sorecard (BSC).
 
Mengapa berbagai organisasi mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan well-formulated strategies? Menurut Kaplan dan Norton (2000) salah satu penyebabnya adalah karena ketidakmampuan sarana pengukuran kinerja strategi untuk mengikuti perubahan lingkungan bisnis yang kian cepat.
 
Di sini, BSC dapat memberikan suatu perbedaan yang prinsip melalui mekanisme yang direkomendasikannya. Tiap organisasi, pada dasarnya, mengeksekusi strategi dengan menggunakan hak produk, fasilitas, pegawai, dan pelanggan. Perbedaan ketika BSC digunakan sebagai system manajemen adalah tim manajemen senior menggunakan BSC untuk memfokuskan seluruh sumber daya organisasi untuk membangun sebuah jenis system manajemen yang baru, yang didesain untuk mengelola strategi.
 
Sistem manajeman yang baru berbasis BSC tersebut memiliki tiga dimensi (Kaplan dan Norton, 2000), yaitu :
 
•  Strategi ; agenda sentra suatu organisasi, dideskripsikan, dijabarkan dan dikomunikasikan berjenjang melalui BSC.
 
•  Fokus ; dengan BSC sebagai alat navigasi untuk menyerasikan dan menyelaraskan sumber daya dan aktivitas pada strategi.
 
•  Organisasi ; dengan memobilisasi SDM agar bertindak dengan cara yang berbeda secara fundamental . BSC memberikan logika dan arsitektur untuk menyerasikan keterkaitan organisasi lintas unit-unit bisnis, lintas unit-unit pelayanan, dan lintas individu.
 
 
BSC memberikan kerangka untuk menjelaskan dan mengkomunikasikan strategi dengan cara yang konsisten dan berwawawasan. BSC memberikan sebuah kerangka untuk memandang strategi yang digunakan untuk menciptakan nilai dari empat perspektif :
 
•  Financial : Strategi pertumbuhan, profitabilitas, risiko dipandang dari sisi pemegang saham,
•  Customer : Strategi untuk menciptakan nilai dan diferensiasi dari kaca mata pelanggan;
•  Internal Business Process : prioritas strategi atas berbagai proses bisnis yang menciptakan kepuasan pelanggan dan pemegang saham;
•  Learning & Growth : Berbagai prioritas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perubahan, inovasi, dan pertumbuhan secara organisasional.
 
Bagi manajemen sarana tersebut juga sangat vital untuk mengelola dan mengendalikan strategi, termasuk untuk mendapatkan feedback tercepat apakah suatu strategi telah berjalan ( single loop ) sesuai rencana, atau bahkan, apakah suatu strategi perlu dipertanyakan efektivitasnya ( double loop ). Berarti, kebutuhan akan suatu system pengukuran dan pengendalian bagi implementasi trategi, mutlak diperlukan. Pentingnya suatu sarana untuk mengukur dan mengendalikan strategi dikemukakan pula, misalnya, oleh Robert Simons (2000) dengan menawarkan sebuah model koheren melalui apa yang ia sebut sebagai “ the Levers of Control “ ; pengendalian strategi bisnis diperoleh dengan mengintegrasikan empat pemicu , yaitu : belief system, boundary systems, diasnotic control systems, dan interactive control system .
 
Membangun Organisasi yang Fokus pada Strategi dengan BSC
 
Dalam prosesnya, BSC menemukan cara pandang bahwa strategi adalah titik awal di mana scorecard dikembangkan. Secara konseptual, BSC berasumsi bahwa strategi adalah pusat bagi pergerakan organisasi. Sebagai pusat system, berarti, strategi harus pengukuran kinerja, system insentif, program kerja harian pegawai dan lainnyaa. Hasil berbagi riset dalam beberapa dekade terakhir menunjukan bahwa isu-isu strategis menjadi bagian paling penting dalam menyelamatkan eksistensi organisasi ke depan. Hal paling mendasar dari suatu isu strategi adalah bagaiman menyelamatkan organisasi agar tetap eksis di masa strategi yang lain. Bagi sebagian besar perusahaan di Indonesia yang masih terseok-seok akibat hantaman krisis, menyelamatkan likuiditas, misalnya, dianggap sebagai strategi mendasar bagaimana suatu perusahaan bias menyelamatkan bisnisnya sebelum membicarakan bagaimana memenangkan suatu persaingan. Dalam situasi yang turbulen, seperti pada masa krisis yang lalu, strategi dasar tersebut juga dapat menjadi faktor sukses kemenangan bersaing. Fakta di mana banyak perusahaan harus gulung tikar karena cashflow bisnisnya payah atau kolaps akibat krisis moneter, mengkonfirmasikan pernyataan diatas. Terbukti, bagi mereka yang tidak memiliki banyak hutang dalam dollar, atau tidak banyak memiliki beban bunga bank di saat krisis, dapat menjaga kesinambungan bisnisnya. Dalam perbincangan publik, strategi mendasar itulah yang kerap dihubungkan dengan survival strategy.
 
Isu berikutnya, adalah bagaimana memenangkan bisnis dari persaingan. Berangkat dari kesepahaman terhadap isu-isu tentang kemunduran daya dukung laporan keuangan terhadap manajemen dalam menyelamatkan bisnis masa depan, karena akutansi keuangan adalah hasil dari kreasi historikal data maka BSC bagaikan mendapat “angin” di mana, dan bersama, akutansi manajemen mencoba menggali kesaktian yang masih belum banyak digali dari informasi non-keuangan. Seluruh kompetensi organisasi dan system persaingan yang tidak terlacak oleh akutansi keuangan, dianggap sebagai data non-keuangan yang patut dicurigai memiliki kekuatan laten dalam memenangkan persaingan. Perkembangan dunia manajemen dalam dua decade teakhir telah member petunjuk bahwa manajemen data non-keuangan, jika sekaligus diramu dengan - atau untuk melengkapi- data keuangan, akan member stakeholders suatu perspektif ke depan mengenai organisasi yang lebih komperhensif. Kontradiktif dengan laporan keuangan yang menggambarkan kinerja bisnis masa lalu maka informasi non-keuangan yahg telah diramu dengan benar akan mampu menjelaskan prediksi kinerja bisnis masa depan.
 
Sebagai contoh, jika seorang pemegang saham bertanya kepada tim manajemen perusahaannya, “Bagaimana kinerja perusahaan setengah tahun terakhir?” Kemungkinan besar, jawaban manajemen tersebut adalah dengan enunjukan penghasilan atau profit perusahaan. Atau, sedikit lebih maju dan menunjukan analisis ROI atau EVA perusahaan. Ditambah lagi dengan beberapa analisis laporan keuangan standar seperti likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas. Jika kinerja tersebut dirinci lebih lanjut, lalu manajemen mencoba menjelaskan kinerja divisi atau unit-unit dibawahnya. Mungkin, mereka mencoba membagi unit-unit tersebut sebagi pusat-pusat pertanggungjawaban untuk memudahkan mereka menunjukan kinerja masing-masing unit sesuai dengan tolok ukur yang paling tepat. Analisis varian laluditunjukan untuk menjelaskan mengapa suatu kinerja lebih baik atau sebaliknya, lebih buruk dari standar atau target yang ditentukan. Di masa lalu, system semacam itu menjadi tradisi yang umum, dengan berbagai variasinya. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah informasi tersebut berbasis data keuangan, suatu focus utama akutansi di masa-masa lampau. Sebaik apapun proses pengolahan data menajdi konsumsi informasi bagi pengambilan keputusan manajemen, tetaplah berpotensi bias bagi manajemen.
 
Sebagai data keuangan maka akurasi dan validitas informasi keuangan sangat ditentukan oleh kualitas system informasi akuntansi. Sementara itu, akuntansi sendiri, khususnya akuntansi keuangan, terbukti memiliki banyak kelemahan dan bias karena :
 
•  Sistem akuntansi adalah transaction-oriented ;
•  Profit akuntansi (dan pengukuran-pengukuran yang berbasis profit lainnya) sangat tergantung pada pilihan metode pengukuran;
•  Profit akuntansi diturunkan dari aturan-aturan pengukuran yang sering kali conservatively-biased ;
•  Penghitungan profit , mengesampingkan beberapa economic values dan perubahan-perubahan nilai yang menurut akuntan tidak dapat diukur secara akurat dan obyektif;
•  Kendati laba akuntansi memperhitungkan biaya modal pinjaman ( cost of debt ) namun mengesampingkan biaya modal sendiri ( cost of equiry )
•  Laba akuntansi mengesampingkan unsure/factor risiko dan perubahannya; seperti tingkat inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar (kurs).
 
Sebagaimana telah kita pahami, system pengukuran kinerja tradisional yang banyak berbasis pada laporan keuangan akuntansi sudah tidak lagi memadai bagi pengambilan keputusan dalam lingkungan persaingan turbulen seperti sekarang ini.
 
Telah lama diakui bahwa tolok ukur keuangan semata tidaklah memadai sebagai dasar pengambilan keputusan bagi kinerja keuangan masa dating (Dearden, 1969).
 
Sampai di sini, sudah barang tentu BSC bukan sesuatu yang baru karena berbagai paradigm telah lebih awal muncul untuk mengungkapkan pentingnya mengelola kapabilitas organisasi yang tak berwujud. Balanced Scorecard sebenarnya merupakan penyatuan beberapa inisiatif perbaikan yang terfragmentasi menjadi system perbaikan yang sistematik. Beberapa inisiatif perbaikan yang terfragmentasi tersebut antara lain : TQM, Time-Based Competition, Lean production/Lean Enterprice, JIT System, Customer Focused Organization, Employee Empowerment, Rengneering dan AB Managemen t. Dalam kegiatan ekonomi sekarang ini terdapat suatu interdependemsi sistematik, yaitu bahwa kredibilitas dan nilai pasar industry, dan kredibilitas serta nilai pasar industry akanmenentukan kredibilitas dan nilai pasar peruasahaan. Yang selanjutnya akan meningkatkan produktivitas visioner, strategis, manajerial, dan operasional.
 
Dengan sedikit pembaruan, BSC member definisi bahwa segala informasi yang menyangkut masa depan suatu organisasi berarti bersifat strategis. Begitu pula dengan aktifitas yang mempengaruhi masa depan, dianggap sebagi hal yang strategis. Hal-hal yang tidak strategis berarti suatu yang operasional, begitu pula sebaliknya. Jika pemisahan ini berhasil disosialisasikan, maka hal ini akan mendidik organisasi agar lebih banyak mencurahkan perhatiannya kepada sesuatu yang strategis. Tidak berarti yang operasional tidak penting, tetapi berlama-lama dalam perbincangan tentang hal-hal yang operasional sungguh akan membuang energy percuma bagi masa depan organisasi.
 
Dengan BSC, eksekutuif perusahaan dapat mengukur bagaimana unit bisnis mereka menciptakan nilai bagi pelanggan sekarang dan yang akan dating. Dengan mempertahankan kepentingan kerja keuangan, BSC secara jelas menampakkan pemicu superioritas, nilai-nilai jangka panjang, dan kinerja yang kompetitif.
 
Pengukuran memiliki berbagai konsekuensi ke depan daripada sekedar laporan kinerja masa lalu. Pengukuran menciptakan focus untuk masa depan karena tolok ukur yang dipilih para manajer terhubung dengan apa yang paling utama untuk dilakukan organisasi.
 
Untuk beroleh manfaat keampuhan BSC, pengukuran harus terintegrasi dengan system manajemen. Dengan BSC, perusahaan dapat bergeser dari system pengukuran kinerjamenjadi kerangka organisasi bagi sebuah system manajemen strategis.
 
Scorecard sebuah strategi akan menggantikan anggaran sebagai pusat bagi system manajemen. Dengan demikian, BSC dapat menjadi system opersi untuk sebuah proses manajemen strategis yang baru. Sebagaimana lazimnya berbagai organisasi dikelola, nereka membuat berbagai temuan. Percepatan dan pengaruh dari hasil yang diperoleh oleh para pengadaptasi awal BSC untuk memfokuskan keselruhan organisasi pada strategi. Termasuk juga, memunculkan sebuah kultur, yang dipusatkan tidak pada fungsi-fungsi gudang tradisional tapi pada upaya-upaya tim yang dibutuhkan untuk mendukung strategi. Sistem manajemen tersebut memberikan mekanisme untuk memobilisasi dan memandu proses perubahan.
READ MORE - Perspektif MSDM Stratejik / Strategic HRD - Chapter 1.3

Contoh Riset / Hasil Studi Strategi Organisasi - Nilai Pasar Tangible Assets

Melanjutkan tentang perspektif manajemen strategik yang lalu, tentang kajian dan contoh studinya, saya akan memaparkan beberapa hasil studinya lainnya.
Studi lain, sebagaimana dikemukakan oleh Brooking Institute menunjukan proporsi nilai buku dari nilai pasar tangible assets yang terus merosot sebagai berikut :
 
•  Awal tahun 1980-an :
Recorded Tangible Assets : 38%
Recorded/Unrecorded Intangible Assets : 62%
•  Awal tahun 1990-an :
Recorded Tangible Assets : 38%
Recorded/Unrecorded Intangible Assets : 62%
 
Sementara hasil sdudi lain mengindikasikan bahwa pada akhir abad 20 proporsi Recorded Tangible Assests berkisar 10 – 15%, dan Recorded/Unrecorded Intangible Assets Berkisar 80 – 90%.
Dalam era informasi persaingan yang berbasis pengetahuan, maka proporsi aktiva tak berwujud semakin besar. Aktiva tak berwujud di masa yang akan datang dalam persaingan berbasis pengetahuan antara lain :
 

Yang berkaitan dengan Pelanggan ( customer )

•  Mengembangkan loyalitas dan hubungan dengan pelanggan
•  Memperkenalkan produk/jasa yang inovatif
 

Yang berkaitan dengan operasi internal

•  Menghasilkan customized product/service dengan cepat dan murah
•  Mengembangkan proses operasi yang responsive dan efisien
 

Yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan pertumbuhan

•  Memobilisasi keterampilan serta motivasi karyawan untuk perbaikan proses secara berkelanjutan ( capabilities )
•  Memanfaatkan IT-based dan system ( Technologies )
•  Political, regulatory dan societal approval ( climate )
READ MORE - Contoh Riset / Hasil Studi Strategi Organisasi - Nilai Pasar Tangible Assets

Perspektif MSDM Stratejik / Strategic HRD - Chapter 1.1

MENUJU ORGANISASI YANG BERFOKUS PADA STRATEGI

 

Pendahuluan Perspektif Manajemen Strategik

Ketika pertama kali diperkenalkan, BSC masih digunakan sebagai saran untuk mengukur kinerja bisnis. Dimulai dengan suatu premis bahwa tolok ukur keuangan yang selama ini digunakan menyebabkan organisasi melakukan tindakan yang keliru akibat bias informasi yang diberikan. Tolok ukur keuangan adalah lag indicators yang melaporkan outcomes sebagai hasil dan konsekuensi tindakan-tindakan masa lalu, suatu mekanisme yang dipercaya tidak dapat membantu organisasi menatap masa depannya. Pendekatan BSC tetap mempertahankan tolok ukur kinerja keuangan dan melengkapinya dengan tolok ukur pemicu ( drive ) atau lead indicators – suatu tolok ukur non-keuangan, yang menjelaskan bagaimana kinerja keuangan dapat dicapai, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
 
Dalam perkembangannya, sebagaimana telah dijelaskan dalam bab I, BSC kemudian berkembang sebagai system manajemen untuk mengeksekusi strategi, mengikuti pergeseran pengelolaan tangible assets menuju intangible assets . Dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat dan tensi persaingan p[asar global kian meninggi, organisasi bisnis dituntut untuk memperbaiki strategi mereka, khususnya, kemampuannya dalam mengeksekusi strategi tersebut guna memenangkan persaingan bisnis. Meskipun kualitas strategi sangat penting, tetapi, menurut studi Ernst & Young (1998) terhadap 275 manajer, kemampuan untuk mengeksekusi strategi dianggap jauh lebih penting. Hasil survey tersebut melaporkan urutan-urutan prioritas sebagai berikut :
 
•  Strategy Execution;
•  Management Credibility;
•  Quality of Strategy;
•  Innovation (New Product);
•  Attract Talented People;
•  Market Share.

Nantikan sharing selanjutnya tentang studi kasusnya, ya, di datakuliah.
READ MORE - Perspektif MSDM Stratejik / Strategic HRD - Chapter 1.1

26 December 2009

Surat Tagihan Pajak (STP) | Surat Ketetapan Pajak (SKP)

SURAT TAGIHAN PAJAK (STP) dan SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP)

 

 

Fungsi STP :

•  Sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT WP;
•  Sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga atau denda;
•  Sarana untuk menagih pajak.
 
STP diterbitkan dalam hal :
•  PPh dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar.
•  Dari hasil penelitian SPT terdapat kekurangan akibat salah tulis/salah hitung.
•  Dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan / bunga.
•  Pengusaha tidak melaporkan kegiatan usahanya untuk dikukuhkan menjadi PKP.
•  Pengusaha tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat faktur pajak dikenakan denda 2%.
•  Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat faktur pajak dikenakan denda 2%.
•  Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP tidak membuat/membuat faktur pajak tetapi tidak lengkap, dikenakan denda 2%.
•  FP tidak tepat waktu / tidak diisi lengkap , denda 2%.
 

PEMERIKSAAN PAJAK

Proses Pemeriksaan

Tata cara pemeriksaan diatur dalam Kep. Men Keu No.545/KMK/.04/2000. Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap WP OP, badan atau instansi pemerintah dan badan lain sebagai pemungut pajak atau pemotong pajak (penjelasan pasal 29).
Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri (tracing) terhadap kebenaran SPT, pembukuan atau catatan dan pemenuhan kewajiban perpajakan lainnya dibandingkan dengan keadaan atau kegiatan usaha sebenarnya dari WP.
Pemeriksaan : serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (ps 29 ayat 1).
Pemeriksaan Sederhana : pemeriksaan yang dilakukan terhadap WP untuk seluruh jenis pajak atau jenis pajak ttt, baik untuk tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan dengan menerapkan teknik-teknik pemeriksaan dengan bobot dan kedalaman yang sederhana.
Pemeriksaan Kantor : pemeriksaan yang dilakukan terhadap WP di kantor unit pelaksana pemeriksaan pajak yang meliputi satu jenis pajak ttt, pada tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan dengan pemeriksaan sederhana.
Kertas Kerja Pemeriksaan : catatan secara rinci dan jelas yang diselenggarakan oleh pemeriksa pajak mengenai prosedur pemeriksaan yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, bukti dan keterangan yang dikumpulkan dan kesimpulan yang diambil sehubungan dengan pemeriksaan yang dilaksanakannya.
Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP) : laporan tentang hasil pemeriksaan yang disusun oleh pemeriksa pajak secara ringkas dan jelas serta sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan.
 

Tujuan Pemeriksaan :

1. Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan
a. SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak
b. SPT Tahunan PPh menunjukkan rugi
c. SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang telah ditetapkan.
d. SPT yang memenuhi kreteria seleksi yang ditentukan oleh DJP
e. Ada indikasi kewajiban perpajakan selain kewajiban tersebut pada huruf c tidak dipenuhi.
2. Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan :
•  pemberian NPWP secara jabatan;
•  penghapusan NPWP;
•  pengukuhan atau pencabutan pengukuhan pengusaha kena pajak;
•  WP mengajukan keberatan;
•  Pengumpulan bahan guna guna penyusunan norma penghitungan penghasilan neto;
•  Pencocokan data dan atau alat keterangan;
•  Penentuan WP berlokasi didaerah terpencil;
•  Penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN
Ruang lingkup pemeriksaan adalah pemeriksaan sederhana. Pemeriksaan sederhana dilaksanakan dalam jangka waktu 4 minggu dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 6 minggu.
 

Ruang lingkup dan jangka waktu pemeriksaan :

Ruang lingkup pemeriksaan Pajak :
Pemeriksaan adalah salah satu alat untuk menyukseskan system perpajakan Self Assessment. Untuk melaksanakan pemeriksaan ini ada 2 ruang lingkup pemeriksaan :
a. Pemeriksaan Lapangan yang meliputi suatu jenis pajak atau seluruh jenis pajak, untuk tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya dan atau tujuan lain yang dilakukan ditempat WP, terdiri dari pemeriksaan sederhana lapangan dan pemeriksaan lengkap . Pemeriksaan lengkap dilaksanakan dalam jangka waktu 2 bulan dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 8 bulan.
b . Pemeriksaan Kantor yang meliputi suatu jenis pajak tertentu baik tahun berjalan dan atau tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan dikantor DJP. Pemeriksaan sederhana dilaksanakan dalam jangka waktu 1 bln, dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 2 bln.
Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor :
Pemeriksaan kantor dilaksanakan di kantor DJP denan cara memanggil WP untuk meminjamkan buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen.
Pemeriksaan kantor dilaksanakan pada jam atau hari kerja dengan jk waktu 4 minggu dan dapat diperpanjang menjadi paling lama 6 minggu.
Apabila dipandang perlu, pelaksanaan pemeriksaan kantor dapat dilanjutkan diluar jam atau hari kerja.
 
PEMBAHASAN AKHIR HASIL PEMERIKSAAN :
a. Setiap prosedur pemeriksaan yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, bukti dan keterangan yang dikumpulkan dan kesimpulan yang diambil sehubungan dengan pemeriksaan yang dilaksanakan harus dituangkan dalam KERTAS KERJA PEMERIKSAAN .
b. Kertas Kerja Pemeriksaan yang telah ditelaah dan disetujui oleh supervisor merupakan dasar pembuatan konsep LAPORAN PEMERIKSAAN PAJAK (LPP).
c. Konsep LPP hasil pemeriksaan kantor harus memuat hal-hal yang berbeda antara SPT dengan hasil Pemeriksaan. Dan setelah disetujui oleh Kepala UPPP (Unit Pelaksana Pemeriksaan Pajak) diberitahukan secara tertulis kepada WP dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) yang dilampiri dengan Daftar Temuan Pemeriksaan Pajak.
d. Dalam jk waktu sebagaimana disebut dalam SPHP, WP harus memberikan tanggapan tertulis baik setuju maupun tidak setuju atas hasil pemeriksaan kantor.
e. WP yang menyetujui seluruh hasil pemeriksaan lapangan harus menandatangani surat tanggapan hasil pemeriksaan beserta lembar pernyataan persetujuan hasil pemeriksaan dan Berita Acara Persetujuan Hasil Pemeriksaan dan menyerahkannya kembali kepada kepala unit Pelaksana Pemeriksaan Pajak.
f. WP yang tidak setuju atas sebagian / seluruh hasil pemeriksaan lapangan harus mengisi, menandatangani dan menyampaikan Surat Tanggapan Hasil Pemeriksaan kepada Kepala UPPP yang dilampiri dengan bukti-bukti pendukung sanggahan serta penjelasan sepenuhnya.
g. Tanggapan atas SPHP harus dibahas oleh tim Pemeriksa Pajak dengan WP dalam rangka meakukan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.
h. Hasil pembahasan akhir dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan beserta lampirannya dan harus ditandatangani WP dan Pemeriksa Pajak dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari LPP.
 
Kondisi Khusus :
1. Apabila dalam pelaksanaan pemeriksaan ditemukan indikasi adanya transaksi yang mengandung unsure transfer pricing, maka lingkup pemeriksaan ditingkatkan menjadi pemeriksaan lapangan.
2. Pemeriksaan lapangan berkenaan dengan ditemukannya indikasi adanya unsure transfer pricing, yang memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam serta memerlukan waktu yang lebih lama dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 2th.
 

KEBERATAN DAN BANDING

WP dapat mengajukan keberatan kepada DJP atas suatu :
•  SKPKB
•  SKPKBT
•  SKPLB
•  SKPN
•  Pemotongan / pemungutan oleh pihak ke tiga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
 
RESTITUSI :
DJP setelah melakukan pemeriksaan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak, DJP harus menerbitkan Surat Ketetapan paling lambat 12 bulan sejak surat permohonan diterima.
Apabila setelah lewat 12 bln DJP tidak memberi suatu keputusan, permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dianggap dikabulkan dan SKPLB harus diterbitkan dalam jangka waktu 1 bln setelah 12 bulan tersebut.
Pengajuan restitusi dapat dilakukan dengan cara mengisi SPT lebih bayar dan memilih kolom atau kotak restitusi, atau mengajukan restitusi secara tertulis (setelah menerima SKPLB), KPP akan menerbitkan SPMKPP (Surat Perintah Membayar Kelebihan Pembayaran Pajak) dan SKPKPP (Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak) dalam jangka waktu 1 bulan sejak diterimanya permohonan WP atau sejak diterbitkannya SKPLB, bila WP mempunyai utang pajak maka akan dilakukan kompensasi terlebih dahulu.
 


-------------------------------------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Surat Tagihan Pajak (STP) | Surat Ketetapan Pajak (SKP)

23 December 2009

PEMBUKUAN DAN PENCATATAN DALAM PERPAJAKAN - 2008/2009/2010 (not revised yet)

PEMBUKUAN DAN PENCATATAN DALAM PERPAJAKAN - 2008

 

 

Pembukuan :

•  WP diharuskan membayar pajak berdasarkan transaksi yang dilakukan;

•  WP harus membuktikan kepada aparat pajak (dlm pemeriksaan) bahwa pembayaran pajak sudah sesuai dengan aturan perpajakan.

•  WP Badan wajib melakukan pembukuan sedang WP OP diperbolehkan menggunakan norma penghitungan.

 

Pembukuan (sesuai pasal 28 UU No. 16 ttg KUP):

a. Pembukuan mencerminkan kegiatan usaha secara wajar / sebenarnya.

b. Wajib pembukuan (badan),dan boleh melakukan pencatatan(orang pribadi pengusaha)

c. Perkiraan minimal Asset, Liabilities, Equity, Revenue,dan Expenses serta Sales and Purcases sebagai dasar untuk menghitung PPh terutang

d. Pembukuan secara taat asas

e. Stelsel kas atau stelsel akrual

f. Menggunakan huruf latin, angka arab, mata uang rupiah dan disusun dengan bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diijinkan Men Keu.

g. Pembukuan disimpan selama 10 tahun.

 

WP boleh menggunakan norma dengan syarat :

a. Peredaran bruto dalam 1 th kurang dari Rp. 600 jt.

b. memberitahukan ke DJP dalam jk waktu 3 bl pertama dari th buku .

c. Menyelenggarakan pencatatan.

d. Jika WP tidak menyampaikan pemberitahuan kepada DJP (huruf b), dianggap memilih pembukuan.

e. WP tidak menyelenggarakan pencatatan/pembukuan / tidak memperlihatkan pencatatan/pembukuan/bukti pendukung, penghasilan neto dihitung menggunakan norma.

CONTOH :

ALI seorang dokter, praktek di rumah dengan jumlah penghasilan bruto dr 01 Jan s/d 31 Des berjumlah Rp. 100.000.000,-.

Penghasilan Neto = 45% x Rp. 100.000.000,- = Rp.45.000.000,-

 

PEMBUKUAN DALAM BAHASA ASING & MATA UANG SELAIN RUPIAH,

WP dalam rangka :

a. Penanaman Modal Asing

b. Kontrak Karya Pertambangan

c. Kontrak bagi Hasil Pertambangan/Pengeboran

d. WP yang berafiliasi dengan Perusahaan Induk di LN,

Syarat-syarat :

a. Bahasa asing (bahasa inggris), dan mata uang dolar Amerika Serikat.

b. Mendapat ijin dari Men. Keu.

-------------------------------------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - PEMBUKUAN DAN PENCATATAN DALAM PERPAJAKAN - 2008/2009/2010 (not revised yet)

20 December 2009

Pembayaran Pajak, Bukti Setor Pajak | Jenis Pembayaran | SSP | Manual dan Online

PEMBAYARAN PAJAK

 
 

Pajak disetor menggunakan SSP.

Kantor Penerima Pembayaran : Kantor Pusat, Bank BUMN, Bank Lain yang ditunjuk (Bank Persepsi).

Secara Umum alat pembayaran Pajak adalah :

  1. SSP Standar (untuk membayar/menyetor pajak dengan bentu, ukuran, isi standar).
  2. SSP Khusus (bukti pembayaran yang dicetak oleh kantor penerima pembayaran dengan menggunakan mesin transaksi).
  3. SSPCP (Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak dalam rangka Impor)
  4. SSCP (Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN hasil tembakau buatan Dalam Negeri).
 

SSP Standar dibuat dalam rangkap 5 :

Ke-1 : Arsip WP
Ke-2 : untuk KPP melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
Ke-3 : untuk dilaporkan oleh WP ke KPP
Ke-4 : Arsip Penerima Pembayaran
Ke-5 : Arsip Wajib Pungut/pihak lain.
 
Kantor Penerima Pembayaran secara On-Line dengan system Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak (MP3) dapat melayani pembayaran atau penyetoran pajak dengan menggunakan SSP Khusus.
 
Pembayaran Pajak secara On-Line (MP3) dapat langsung termonitor Ditjen Pajak tanpa harus menunggu pengiriman SSP lembar ke-2. Sistem inilah yang akan diterapkan untuk seluruh pembayaran pajak baik melalui Bank maupun Kantor Pos.
Pembayaran pajak melalui system on-line mulai tgl 01 Januari 2003, khusus WP Besar on-line mulai tgl 01 September 2002.

Setoran On-Line dapat dilakukan dengan cara :

  1. malalui teller,
  2. melalui fasilitas transaksi Bank seperti ATM, Internet Banking dsb,
  3. Cash management Service (CMS).
Meskipun telah melakukan pembayaran pajak secara on-line, WP tetap harus melaporkan SSP (bukti transaksi) ke KPP.
 
Penerimaan Setoran Pendapatan Negara dengan Sistem Internal Chek :
Dalam rangka Impor dan Penerimaan Cukai formulir yang digunakan untuk penyetoran pendapatan Negara adalah :
SSP (Surat Setoran Pajak), untuk Setoran Pajak
SSPCP (Surat Setoran Pabean, Cukai dan Pajak) untuk Setoran dalam rangka Impor berupa Bea Masuk, denda, Bea Masuk lainnya, Cukai, Cukai lainnya, jasa pekerjaan, bunga, dan PPh pasal-22, PPN dan PPn BM.
SSCP (Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri) untuk setoran Barang Kena Cukai buatan dalam negeri berupa Cukai Hasil Tembakau, cukai etil alcohol, cukai minuman mengandung etil alcohol, denda, cukai lainnya , jasa pekerjaan, dan PPN tembakau buatan dalam negeri.
SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak), untuk setoran penerimaan negara bukan pajak.
 

Batas Waktu Pembayaran :

  1. Jatuh Tempo Pembayaran Ketetapan Pajak (STP, SKP, SK Pembetulan, SK Keberatan dll) harus dilunasi paling lambat 1 bln sejak tgl diterbitkan SKP. Misal:STP terbit 05 Mei, maka jatuh tempo 04 Juni.
  2. Jatuh tempo pembayaran PPh pasal-29, tgl 25 Maret setelah th pajak berakhir. Pasal 29 dapat ditunda/diangsur setelah DJP menyetujui permohonan WP. Kelonggaran diberikan paling lama 12 bln pada WP yang benar-benar mengalami kesulitan likuiditas.
  3. Jatuh tempo pembayaran & penyetoran pajak :
 
 
 
 
 
JENIS PEMBAYARAN
 
 
BATAS PEMBAYARAN
Selambat-lambatnya
 
 
Batas Pelaporan
Selambat-lambatnya
Pasal-21
Tgl 10 bln takwim berikutnya
20 hr stlh masa pajak berakhir
Pasal 23/26
Tgl 10 bln takwim berikutnya
20 hr stlh masa pajak berakhir
Pasal 25 WP OP/Badan
Tgl 15 bln takwim berikutnya
20 hr stlh masa pajak berakhir
Pasal 22, PPN & PPn BM Impor
Dilunasi bersamaan saat pembyr Bea Masuk, jika Bea Masuk ditunda hrs dilunasi saat penyelesaian dokumen Impor
Pasal 22, PPN & PPn BM Impor dipungut DJBC
Disetor dalam jangka waktu sehari stlh pemungutan dilkkn
7 hr stlh bts waktu penyetoran pajak berakhir
Pasal 22 dari penyerahan oleh Pertamina
Dilunasi sblm Delivery Order ditebus
20 hr stlh masa pajak berakhir
Pasal 22, Bendaharawan
Disetor pd hr yg sama dengan pelaksanaan pembyrn.
14 hr stlh masa pajak berakhir
Pasal 22 Badan2 ttt
Tgl 10 bln takwim berikutnya
20 hr stlh masa pajak berakhir
PPN/PPn BM oleh Bendaharawan APBN/D
Tgl 7 bln takwim berikutnya
14 hr stlh masa pajak berakhir
PPN & PPn BM
Tgl 15 bln takwim berikutnya
20 hr stlh masa pajak berakhir
 
 
KASUS 1 :
Wardoyo tgl 11-24 Juni 2004 pergi ke Hongkong. Wardoyo lupa belum membayar angsuran PPh pasal-25 sebesar Rp. 500.000,- untuk masa Mei 2004. angsuran tsb baru dibayar 21 Juli 2004. Berapa sanksi yang harus dibayar Wardoyo ?
Sanksi Bunga 2% x 1 bln x Rp. 500.000,- = Rp. 10.000,-
Denda terlambat lapor = Rp. 50.000,-
Jml sanksi yg haris dibayar = Rp. 60.000,-
WP membayar sanksi perpajakan tersebut menunggu STP diterbitkan.
Biasanya untuk WP 100 besar STP dikeluarkan setiap bln sekali. Sedangkan
WP lainnya setiap 3 bln sekali.
 
KASUS 2 :
PT. MUSAFA terdaftar di KPP Jakarta Mampang Prapatan, tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh Pasal 21, dan PPh Badan tahun pajak 2004. Berapakah sanksi administrasi berupa denda yang akan dikenakan oleh KPP Jakarta Mampang Prapatan ?
 
Jika SPT tidak disampaikan tepat waktu maka akan dikenakan sanksi adm berupa:
Denda SPT Tahunan PPh Pasal-21 Rp. 100.000,-
Denda SPT Tahunan PPh Badan Rp. 100.000,-
Jml Rp. 200.000,-
 
Jika dalam SPT terdapat kekurangan pembayaran pajak (PPh pasal-29), maka kekurangan tersebut dikenakan sanksi bunga 2% se bln sejak tgl paling akhir pembayaran (25 Maret), (Ps-9 ayat (2a) UU KUP.


-------------------------------------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Pembayaran Pajak, Bukti Setor Pajak | Jenis Pembayaran | SSP | Manual dan Online

Want To Press Release Your Product? Submit to www.free-press-release.com

Huy, guys, now, most of the user want the proof about something that they use, especially for buy some products.
You can use Free Press Release about new product, link shoes, electronics, and something that you want to sell to the customer. Of course you will find some problems about budgets, but now, with press release, you can freely release your new product or coming soon's. This is for you FREE...! And you got the customer, with no budget...! Sure, it proof... So, come on, submit articles in Press Release and your customer will follow you.
READ MORE - Want To Press Release Your Product? Submit to www.free-press-release.com

Etika Berkomunikasi - Contoh Kasus

ABSTRAK. Dua film baru-baru ini oleh dramawan peraih hadiah Pulitzer, David Mamet, dapat memberi kesempatan untuk mengamati reaksi siswa situasi masalah etis dan untuk membahas etika bisnis-komunikasi di dalam kelas. Pertanyaan kunci yang dibahas dalam artikel ini adalah apakah kursus komunikasi bisnis, misalnya, orang-orang dalam public relations, dapat mendorong siswa untuk membuat "lompatan metaforik" dan menerapkan pesan-pesan Mamet ke kelas bacaan dan diskusi tentang masalah-masalah etika atau tantangan. Melalui menampilkan dua film secara keseluruhan dan menyelenggarakan kelompok fokus di antara upperlevel sarjana, penulis menemukan bahwa ada nilai instruksional dalam menggunakan film-film Mamet untuk membahas etika dalam pengaturan yang terkait dengan bisnis.
Etika Berkomunikasi
Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi pedagogis pentingnya menggunakan dua full-length film dalam membantu siswa belajar bagaimana untuk menyelesaikan isu-isu etis di tempat kerja. Film adalah David Mamet's Glengarrry Glen Ross (1992) dan House of Games (1987).

Dua pertanyaan panduan analisis kita. Pertama, dapat dua film kontroversial, yang memiliki bahasa cabul, plot kompleks dan menarik dan provokatif pesan etika, mendorong siswa untuk membuat "lompatan metaforik" dan menerapkan pesan-pesan Mamet ke kelas bacaan dan diskusi tentang masalah etika atau tantangan? Kedua, siswa dapat menerapkan pelajaran dari film ke perguruan tinggi terutama jurusan PR - dan untuk mengambil keputusan bisnis masa depan mereka?

Pertanyaan telah diajukan mengenai efektivitas program studi etika sebagai sarana untuk mencapai kesadaran dan sensitivitas etika (misalnya, Arlow dan Ulrich, 1985; Martinson, 1988; McDonald dan Donleavy, 1995). Meskipun demikian, rekomendasi yang ditawarkan untuk mereka yang tetap etis gunakan untuk memfasilitasi pelatihan dalam konteks akademik (Bishop, 1992; McDonald dan Donleavy, 1995; Stewart et al., 1996; Kuat dan Hoffman, 1990). Dan bukti telah dihadapkan pada efek positif (Glenn, 1992) dan di non-efek signifikan secara statistik (Wynd dan Mager, 1989) dari kursus yang berkaitan dengan etika bisnis dan masyarakat pada penilaian etis manajer masa depan. Secara umum, hasil studi menunjukkan bahwa dalam etika dan dalam bisnis dan masyarakat dapat mendorong siswa untuk menyadari dimensi sosial etis dan pengambilan keputusan (misalnya, Wynd dan Mager, 1989).

Sebagai instruktur, kita bertanggung jawab untuk membuat forum untuk membahas etika bisnis-komunikasi secara terbuka dan dalam lingkungan pemikiran. Deskriptif, istilah pedagogik untuk lingkungan itu adalah "pembelajaran aktif," oleh mana responsivitas etis mahasiswa dapat diperkuat.

Penelitian sebelumnya (Etika Berkomunikasi)

College instruktur mengenali pentingnya menggunakan film-film panjang penuh untuk mengajar berbagai mata pelajaran, termasuk etika (Adler, 1995; Griffin, 1995; Johnson dan Iacobucci, 1995; Proctor, 1993; 1995; Proctor dan Adler, 1991; Serey, 1992 ; Zorn, 1991).

Serey (1992), misalnya, menggunakan klasik Robin Williams, Dead Poets Society, dalam manajemen dan perilaku organisasi kelas kelas untuk merangsang diskusi mengenai masalah-masalah seperti etika, nilai, dan tekanan organisasi ke arah penyesuaian diri, dan pada konflik peran dan otonomi. Dalam menilai keberhasilan dengan menggunakan film, salah satu Serey's (1982) mahasiswa menulis: "Saya belajar banyak tentang manajemen dari Anda, tetapi hal-hal yang aku akan ingat adalah dari Dead Poets Society" (hal. 379). Zorn (1991) mencapai keberhasilan yang sebanding dengan menggunakan Dustin Hoffman versi klasik AS, Death of a Salesman, dalam komunikasi antarpribadi kelas.

Proctor dan Adler (1991) mencatat bahwa menggunakan film sebagai alat pedagogis yang efektif meningkatkan minat siswa tanpa mengorbankan ketegasan akademis, memungkinkan kelas untuk mengamati dan mengevaluasi proses-proses dalam tindakan, siswa terpapar ke dunia luar mereka sendiri, dan menawarkan kesempatan untuk diskusi, klarifikasi nilai-nilai dan penilaian pribadi.

Untuk menggambarkan etika komunikasi organisasi internal, instruktur komunikasi bisnis memiliki sejumlah besar film untuk digunakan di dalam kelas. Bahkan, Proctor dan Adler (1991) dikodifikasikan, dalam kotak, 72 film yang cocok untuk diskusi kelas etika. Para penulis 'pemilihan film dan kriteria yang ditetapkan untuk menciptakan grid menyarankan relevansi dianggap baik film seperti Ordinary People, Terms of Endearment, Rashomon, On Golden Pond, dan Kramer vs Kramer ke sejumlah topik yang biasanya dibahas dalam kursus etika.

Dalam fokus secara khusus pada PR, yang, dalam banyak bisnis komunikasi dan program-program jurnalisme, memiliki jumlah terbesar mahasiswa di Amerika Serikat, kami tinjauan pustaka tidak muncul artikel ilmiah dan hanya satu artikel berorientasi praktisi (Tavcar, 1993) di film.

Pengajaran etika dengan film panjang penuh dalam bisnis-kursus komunikasi

Meskipun banyak sarjana sekolah bisnis telah membuat etika bisnis tentu saja merupakan bagian dari kurikulum mereka (Castro, 1989), sebuah sampel studi kurikulum di sekolah-sekolah bisnis Amerika Serikat menemukan bahwa hanya 5% dari sarjana dan 9% dari program sarjana mempunyai inti etika bisnis tentu saja (Bassiry, 1990). Enam belas persen dari sarjana dan 6% dari program pascasarjana etika bisnis yang ditawarkan sebagai pilihan atau diharuskan itu dalam keadaan tertentu (Bassiry, 1990).

Biasanya, format untuk instruksi seperti di semester satu kursus pengantar mensyaratkan bahwa instruktur menghabiskan dua atau tiga periode kelas mengenai etika. Setelah pengantar siswa mengambil kursus, biasanya mereka mendaftar di tingkat atas studi-studi kasus saja. Bahkan dengan begitu banyak bahan bacaan yang tersedia, sebuah persentase besar sarjana komunikasi bisnis mahasiswa yang utama di PR ditantang oleh kompleks proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan etika organisasi.

Overview of David Mamet's film

Lahir di Chicago pada tahun 1947, David Mamet dikenal luas karena dia menulis untuk skenario film seperti The Putusan, versi kedua dari The Postman Always Rings Twice, The Untouchables, Pembunuhan, Hoffa, dan untuk serangkaian episode untuk serial televisi Hill Street Blues. Ia menerima liputan media yang luas untuk bermain 1992, Oleanna, yang menjelajahi ambiguitas, ketegangan dan kemarahan atas dakwaan pelecehan seksual di kampus AS.

Mamet kepentingan dan kontribusi untuk film dan teater lebih jelas dalam karya-karyanya yang tidak membuat keuntungan besar di box office, namun diakui oleh para kritikus untuk apa Savran (1988) menggambarkan sebagai Mamet kemampuan untuk Melawan mitos Impian Amerika.

Mamet's film dan drama, menurut Savran (1988), probe "proses penghancuran diri," "yang luar biasa ketidakadilan dan kemunafikan yang berkembang dalam masyarakat dalam pergolakan kematian" dan "keterasingan individu dari dirinya sendiri dan masyarakat . Mamet relishes mengeksplorasi ini "perpecahan" di dunia bisnis dan berpendapat bahwa hal itu dapat mengarah pada brutalization individu.

Mamet's Glengarry Glen Ross dan House of Games sebagai pembelajaran dalam etika businesscommunication

Apa relevansi Mamet's film untuk kelas diskusi tentang etika dalam komunikasi bisnis? Mungkin jawaban untuk pertanyaan itu adalah terbaik diberikan dalam Kirkwood's (1993) deskripsi Glengarry Glen Ross, setelah mahasiswa Universitas Duquesne penampilan film dalam hubungan masyarakat kelas:

Apa yang mungkin aspek yang paling menarik dari film adalah cara yang berkaitan dengan materi yang telah kita bahas di kelas. [W] e dapat mengikuti. . . model dan sekaligus mengikuti beberapa kemiripan kode etik pribadi. (hal. 13)

Dalam sebuah wawancara dengan Savran (1988), Mamet meringkaskan esensi dari permainan dan layar menulis:

Jika dua orang tidak menginginkan sesuatu dari satu sama lain, lalu kenapa kau memiliki adegan? Melempar adegan sialan keluar - yang mungkin tampak seperti pelajaran yang terlalu ketat yang harus dipelajari di kelas tetapi sangat membantu dalam teater. Jika dua orang tidak ingin sesuatu yang berbeda, penonton akan pergi tidur. Kekuasaan, itu cara lain untuk menggambarkannya. (hal. 137)

Kutipan sebelumnya memberikan metafora yang sesuai untuk penggunaan meluas asimetris, komunikasi satu arah oleh organisasi, terutama ketika pertimbangan etika menjadi tidak relevan. Sekali lagi, inilah sebabnya Glengarry Glen Ross dan Rumah Permainan dapat berguna alat pengajaran, akan tetapi instruktur seharusnya, sebelum menunjukkan setiap film, memperingatkan siswa tentang bahasa yang kuat di dalamnya. Glengarry Glen Ross

"Mamet's Real Estate Hiu dan Prey" adalah informasi utama Canby's (1992) September 30, 1992, review film adaptasi dari Glengarry Glen Ross. Canby (1992) adalah kritikus film senior di The New York Times.

Siapa hiu? Canby (1992) menggambarkan mereka sebagai "orang di tepi." Mereka adalah real-estate salesman. Mereka adalah para penipu profesional yang menjual tanah palsu transaksi di Florida. Mereka bekerja di sebuah kantor kumuh, di mana mereka bernostalgia tentang "go-go" days of the 1960-an ketika mereka mendapat uang dalam jumlah besar dengan penipuan "mudah tanda" baik di telepon atau pada "duduk."

Satu penjual, Shelley legendaris "The Machine" Levine (Jack Lemmon), kehilangan sentuhan dan berada di bawah tekanan untuk mengumpulkan uang untuk membayar rumah sakit putrinya tagihan. Pada ekstrem yang lain adalah Ricky Roma (Al Pacino), yang amoral, smoothtalking, bermulut kotor, sukses "pemukul berat." Dua yang lain adalah salesman Dave Moss dan George Aronow, peran yang dimainkan, masing-masing, oleh Ed Harris dan Alan Arkin. Mereka dikurung menyedihkan tikus yang nyaris tidak mendapatkan klien.

Sinis, bermulut kotor dunia keempat penjual ini runtuh. Bos mereka mengancam untuk memecat mereka jika mereka tidak aman penjualan yang lebih besar dari daftar "pecundang petunjuk." Mamet menggantung harapan di depan mereka. The "panas" memimpin ada, tetapi mereka terkunci di kantor aman;-satunya cara untuk mendapatkan mereka adalah menjual properti untuk "deadbeats."

Perlombaan tikus dimulai. Shelley "The Machine" Levine membuat panggilan telepon. Dalam keputusasaan, ia ke tongkang yang tidak curiga "tanda." Dia berbaring, ia connives, ia memberi gambaran salah. Tingkah lakunya dapat melayani sebagai metafora untuk kegiatan-kegiatan orang-orang yang mungkin berbohong, membalikkan atau menipu dalam bisnis komunikasi.

Demikian pula, karakter Roma Ricky dapat digunakan sebagai metafora untuk manipulatif, asimetris komunikasi bisnis. Roma menemukan lemah, rentan manusia, Lingk, di sebuah bar dan memulai spiel.

Ketika target menyadari bahwa "dia sudah punya," Lingk mengunjungi kantor dan memberitahu Ricky itu, secara hukum, ia akan menarik diri dari perjanjian dan tampaknya menyalahkan istrinya atas keputusan ini.

Goodman (1992) menggambarkan adegan ini sebagai "tidak hanya hype." Ia menangkap esensi dari perilaku Roma, yang dapat berfungsi sebagai metafora untuk asimetris, komunikasi bisnis manipulatif.

Dua karakter yang lain gagal. Moss, putus asa, broaches kemungkinan melanggar ke kantor aman, mencuri petunjuk, dan menjualnya ke pesaing. Usulnya dan jawaban Aronow dapat digunakan sebagai topik yang sangat baik untuk diskusi di ambruknya aturan etika ketika seseorang putus asa.

Kejahatan terjadi. Penyelidikan dimulai. Polisi menangkap salah satu dari empat salesman. Namun, sebagai Savran (1988) mencatat, ambiguitas yang brilian di akhir juga dapat digunakan untuk mendiskusikan etika.

House of Games

House of Games mengeksplorasi dunia kotor permainan rasa percaya diri dan bagaimana penelitian psikolog terkemuka, menggunakan sasaran sebagai subyek. Film ini mengeksplorasi hubungan antara mereka.

Ketika psikolog Margaret Ford, dimainkan oleh Lindsay Crouse, menghadapkan penipu Mike, dimainkan oleh Joe Mantegna, berkenaan dengan perilaku manipulatif ke arahnya, Joe mengatakan: "Tentu saja, Anda memberi saya kepercayaan Anda. Itu yang saya lakukan untuk hidup."

Mike memanipulasi Margaret untuk kepentingan sendiri?

Atau apakah dia memanipulasi dirinya?

Hubungan berkembang mereka menciptakan metafora yang menarik untuk komunikasi bisnis: Jika praktisi PR begitu berhasil dalam memanipulasi atau "menipu" dengan cara yang serupa dengan latihan Mike kekuasaan dan pengaruh atas Margaret, bisnis komunikasi adalah sebuah "permainan menipu"? Jika diminta Mamet mungkin dia akan mengatakan ya.

Metode

Kelompok fokus

Sembilan puluh satu junior dan senior mempelajari komunikasi bisnis etika dalam hubungan masyarakat, casestudies kursus di dua universitas Midwestern dievaluasi dua film Mamet dalam kelompok fokus selama musim semi tahun 1994 dan musim gugur 1995. Sebelum sesi kelompok, para siswa diminta untuk kembali membaca bab mengenai etika dalam Baskin dan Aronoff (1992) buku pelajaran, yang bacaan wajib dalam sebuah kursus pengantar.

Prosedur

Lima pertanyaan membimbing siswa diskusi:

1. Apa pelajaran dari setiap film berlaku pada PR sebagai fungsi komunikasi bisnis?

2. Apa, di setiap film, yang paling berlaku untuk PR sebagai fungsi komunikasi bisnis?

3. Peserta menemukan apa yang paling mengganggu dalam kaitannya dengan praktik PR sebagai fungsi komunikasi bisnis?

4. Apa karakter di setiap film terbaik melambangkan komunikasi bisnis apa yang orang lakukan?

5. Apa peserta 'pendapat David Mamet?

Pelajaran dari film

Ringkasan dari diskusi kelompok fokus mengikuti

Apa pelajaran dari setiap film berlaku pada PR sebagai fungsi komunikasi bisnis?

Sebagian besar peserta menggunakan kata-kata "kejujuran" dan "kebenaran" untuk ciri pelajaran dari Glengarry Glen Ross. Pelajaran dapat diterapkan pada PR sebagai fungsi komunikasi bisnis. Komentar serupa itu mengulangi untuk House of Games. Satu kata, "Semua uang bukanlah uang yang baik"

2. Apa, di setiap film, yang paling berlaku untuk PR sebagai fungsi komunikasi bisnis?

Nilai "kepercayaan" dan "bersikap jujur dengan seseorang publik" adalah tema umum yang muncul dari Glengarry Glen Ross. Seorang peserta berkata: "Pertama-tama, komunikasi bisnis tidak hanya berhubungan dengan klien. Jika anda tidak memiliki rumah yang baik dalam komunikasi, bagaimana kau bisa mencapai hubungan yang sehat dengan orang lain, dengan klien Anda, itu?"

Sementara beberapa peserta juga melihat House of Games sebagai menekankan pentingnya "kepercayaan" dan "kejujuran" dalam komunikasi bisnis, sejumlah kuat melihat kesamaan antara kedua film dan kontra permainan. Ada yang menyatakan bahwa kebohongan jelas dalam House of Games ini juga tampak dalam komunikasi organisasi.

3. Peserta menemukan apa yang paling mengganggu dalam kaitannya dengan praktik PR sebagai fungsi manajemen komunikasi bisnis?

Untuk kedua film, peserta melaporkan bahwa mereka menemukan menggunakan penipuan, mengambil keuntungan dari kepercayaan rakyat, dan terlibat dalam tindakan tidak etis yang paling mengganggu. Beberapa peserta prihatin bahwa "con game" dalam kedua film ini biasanya tercermin dalam praktik bisnis, terutama yang berkaitan dengan komunikasi bisnis dan pemasaran.

4. Apa karakter di setiap film terbaik melambangkan komunikasi bisnis apa yang orang lakukan?

Lebih dari dua-pertiga dari semua peserta berpikir bahwa, dalam Glengarry, Ricky melambangkan terbaik kegiatan praktisi komunikasi bisnis. Ini jelas menimbulkan persepsi masalah etika dipertanyakan terkait dengan perusahaan atau organisasi komunikasi. Beberapa peserta telah mengatakan sebelumnya bahwa Ricky, seorang salesman, menunjukkan bagaimana beberapa orang tidak benar-benar jujur sepanjang waktu dan kadang-kadang tidak benar-benar terbuka dengan klien mereka. Dalam film ini, Ricky bermulut kotor; ia menggunakan metode berkomplot untuk menutup kesepakatan. Namun, ketika ditanya mengapa mereka pikir terbaik Ricky businesscommunication melambangkan fungsi, beberapa siswa yang ditawarkan tanggapan seperti dia "yang paling tidak dengan cara yang tidak etis," dia "yang paling etis," dia "melakukan pekerjaan yang baik membuat kesepakatan suara baik kepada `masyarakat," 'ia adalah orang yang paling "menarik," dan ia "cepat dalam mencopot kesepakatan - kesepakatan apapun."

Di House of Games, semua peserta melaporkan bahwa Mike melambangkan praktek komunikasi bisnis. Namun, Mike terang-terangan manipulatif. Pada alasan begitu mengidentifikasi Mike, seorang mahasiswa berkata, "... Bahkan meskipun ia tidak jujur, ia melakukan banyak hal orang-orang PR." Sejumlah peserta berpendapat bahwa Mike adalah seorang komunikator yang efektif.

5. Apa peserta 'pendapat David Mamet?

Sangat banyak, para siswa mengagumi kedua film dan membuat komentar memukau pada keterampilan naskah David Mamet. Mereka merasa kedua film ditandai kenyataan, bahwa Mamet memiliki "perusahaan memahami tentang bagaimana dunia nyata dan orang-orang di dalamnya fungsi." Sekitar satu-setengah dari para peserta terkesan oleh film-film 'kekuatan dalam membuat penonton berpikir. "Mereka membuat saya berpikir tentang jenis posisi saya tidak ingin berakhir dalam," kata seorang peserta.

Implikasi dan kesimpulan

Para siswa 'tanggapan menyarankan lima implikasi dari penggunaan kedua film untuk pengajaran dalam etika komunikasi bisnis, khususnya yang berkaitan dengan fungsi manajemen public relations.

Pertama, kedua film dapat digunakan oleh pendidik untuk businesscommunication alamat, kalau bukan untuk menghilangkan prasangka, beberapa pandangan dunia meluas komunikasi bisnis. Untuk satu hal, para partisipan dalam penelitian sekarang ini berhubungan dengan kejenakaan tokoh dalam kedua film dengan orang-orang praktisi komunikasi bisnis. Menjual, misalnya, tidak sepenuhnya PR, namun beberapa tanggapan menunjukkan bahwa PR memang dalam bisnis penjualan, seperti halnya, katakanlah, real estat. Ini mungkin menjelaskan kekaguman sejumlah kelompok fokus peserta untuk Ricky Roma dan simpati mereka untuk Shelley Levine. Lebih laki-laki dibanding pada perempuan seperti peserta mengungkapkan kekaguman atau kasihan. Jantan mengatakan mereka menikmati Al Pacino karakterisasi Roma; banyak yang mengatakan mereka ingin menjadi seperti Ricky.

Dimengerti, meningkatnya penerapan kurikulum pada komunikasi pemasaran terpadu oleh peningkatan jumlah perguruan tinggi AS sekarang membuat batas-batas kaku secara tradisional di antara iklan, public relations, promosi penjualan dan komunikasi pemasaran passe (Kaatz, 1995). Namun, siswa persamaan sederhana menjual dengan komunikasi bisnis dapat mengganggu pendidik, bahkan bagi mereka yang terkena siswa konseptual bisnis komunikasi terpadu program.

Kedua, para peserta cenderung untuk melihat sebagian besar bisnis komunikasi sebagai tidak etis. Untuk sebagian besar, mereka menyamakan perilaku dipertanyakan Ricky dan Mike dengan nilai-nilai profesional yang diselenggarakan dirasakan oleh sebagian besar praktisi. Meskipun para mahasiswa jelas tertarik pada isu-isu dari kepercayaan dan kejujuran, nilai-nilai seperti itu dianggap sangat kurang dalam komunikasi bisnis. Beberapa siswa, misalnya, menyamakan con Mike permainan dengan proses businesscommunications. Temuan ini, ke dokter, adalah mengecilkan hati dalam bahwa adalah mungkin bahwa sebuah entry-level karyawan dalam perusahaan atau komunikasi bisnis mungkin menganggap lapangan sebagai sebagian besar tidak etis, dan, lebih buruk, pertimbangkan minat karier untuk alasan itu.

Ketiga, sepertinya ada beberapa kesalahpahaman di kalangan para mahasiswa mengenai batas-batas yang tepat komunikasi bisnis yang etis. Menurut Grunig (1989, 1992), dua arah hubungan simetris tidak hanya lebih bermoral dan lebih etis daripada hubungan lain, mereka juga lebih efektif untuk menyelesaikan isu-isu komunikasi organisasi. Komunikasi bisnis seharusnya bisa berfungsi, bukan pejabat. Mantan menganalisis lingkungan organisasi, mengevaluasi program-program perusahaan, memberikan umpan balik, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan organisasi. Yang terakhir mengabaikan kegiatan-kegiatan di dalam preferensi untuk upmanship organisasi.

Meskipun semua siswa dalam kelompok-kelompok fokus setidaknya satu kelas dasar dalam komunikasi bisnis, pandangan mereka tentang PR itu sama saja dengan pandangan dunia. Ini berarti, pada dasarnya, bahwa konseptualisasi komunikasi korporat masih merasuk sebagian besar didasarkan pada stereotip yang umum yang terkait dengan gambar Mike dan Roma dalam film, stereotip yang menyamakan komunikasi bisnis dengan propaganda.

Keempat, ada indikasi yang jelas bahwa nilai-nilai moral dasar yang menjadi perhatian para peserta. Film-film ini jelas memberikan beberapa fokus untuk diskusi mengenai etika, yang memungkinkan baik instruktur dan siswa untuk menjelajahi beberapa daerah abu-abu, sambil mengingatkan contoh ketika nilai-nilai mutlak dan dapat nonabsolute ditekankan.

Akhirnya, dengan menggunakan film-film seperti yang oleh David Mamet akan membawa kedepan pentingnya etika di tempat kerja. Kedua film menggambarkan bahwa individu, maupun organisasi, reputasi terdiri dari beberapa unsur yang dapat diidentifikasi, dipelihara, atau dilarang. Ini tidak dapat diterima begitu saja. Kepercayaan, kredibilitas dan integritas adalah nilai-nilai dan kebajikan bahwa organisasi dan para praktisi yang pengacara mereka tidak bisa mengasumsikan yang melekat di tempat kerja. Mengingat terus tantangan etika komunikasi korporat - dan pengaruh internal dan eksternal mereka - tampaknya logis untuk menempatkan penekanan pada nilai-nilai organisasi dan pada praktisi etika pribadi dan profesional. Penekanan yang mungkin sekali terjadi di dalam kelas, yang, inarguably, adalah jauh dari realitas yang keras organisasi atau tempat kerja etika.

Kesimpulan dalam Etika Berkomunikasi
Isu etika komunikasi dalam bisnis hanya seluas yang kedua. Akibatnya, komunikator bisnis cenderung untuk menerapkan standar etika yang berbeda untuk fungsi yang berbeda secara radikal berakhir dan proses yang berbeda dan memiliki atribut set yang berbeda. Film yang dibahas dalam artikel ini dapat memberikan kerangka pedagogis untuk menyelesaikan beberapa masalah etika. Film seperti itu oleh Mamet dapat digunakan untuk lebih mempersiapkan siswa untuk memahami dan merespon tantangan etika kerja. Mereka juga dapat membuat penyelidikan etis kurang abstrak daripada seharusnya dan etis mempertanyakan diri lebih relevan dengan agenda bisnis daripada sekarang.

-------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Etika Berkomunikasi - Contoh Kasus

Contoh Kasus Dalam Penerapan Standar Akuntansi

Prolog (Pendahuluan):
Hubungan yang genting antara regulator dan akuntan telah dibawa ke dalam fokus tajam tahun ini, sebagai badan pengatur telah meronta-ronta keluar perubahan besar pengawasan bank dalam menanggapi krisis keuangan. Proposal reformasi telah bertentangan dengan standar akuntansi di beberapa daerah, dan penentu standar telah terdorong untuk membuat perubahan besar aturan mereka - dari model-model baru untuk pinjaman-rugi yang adil ketentuan-nilai akuntansi dan perlakuan terhadap kehilangan keseimbangan - lembar instrumen. Tapi papan standar akuntansi telah menunjukkan sedikit antusiasme untuk melakukan perubahan untuk mengakomodasi rasio leverage, landasan dari paket reformasi, memaksa regulator untuk memikirkan kembali bagaimana harus dihitung. Untuk menyelesaikan masalah jala dan memastikan rasio leverage yang berlaku secara internasional, Komite Basel harus turun di sisi baik Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau US Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Dalam merancang rasio leverage untuk kedua terbesar bank Swiss, Swiss Pengawas Pasar Keuangan Authority menghadapi tantangan yang sama, seperti laporan Credit Suisse di bawah US GAAP dan UBS menggunakan IFRS.
Kasus:

Komite Basel diatur untuk mengungkap rasio leverage forum proposal pada bulan Desember sebagai sarana untuk menghambat pertumbuhan berlebihan neraca bank. Tetapi manajer risiko memperingatkan risiko proposal tingkat un menciptakan lapangan bermain antara AS dan bank-bank Eropa karena perbedaan dalam perlakuan akuntansi. Joel Clark laporan

Hubungan yang genting antara regulator dan akuntan telah dibawa ke dalam fokus tajam tahun ini, sebagai badan pengatur telah meronta-ronta keluar 1 perubahan besar pengawasan bank dalam menanggapi krisis keuangan. Proposal reformasi telah bertentangan dengan standar akuntansi di beberapa daerah, dan penentu standar telah terdorong untuk membuat perubahan besar aturan mereka - dari model-model baru untuk pinjaman-rugi yang adil ketentuan-nilai akuntansi dan perlakuan terhadap off-balance-sheet instrumen. Tapi papan standar akuntansi telah menunjukkan sedikit antusiasme untuk melakukan perubahan untuk mengakomodasi rasio leverage, landasan dari paket reformasi, memaksa regulator untuk memikirkan kembali bagaimana harus dihitung.

Gagasan tentang rasio leverage bukanlah hal baru. Telah digunakan selama bertahun-tahun di AS dan Kanada dalam upaya untuk membatasi kenaikan berlebihan aset relatif terhadap modal. Pada Desember 2008, otoritas Swiss juga memutuskan untuk memperkenalkan minimum rasio leverage untuk mencegah membangun masa depan-atas pengaruh pada neraca dari Credit Suisse dan UBS, ditetapkan untuk menjadi mengikat pada tahun 2013 (Risiko Mei 2009 halaman 57-591) · Dan pada bulan Desember, Basel Committee on Banking Supervision adalah karena menerbitkan proposal awal minimum rasio leverage untuk diterapkan secara internasional sebagai bagian dari reformasi Basel II.

Set terhadap beban risiko kompleks diabadikan dalam Basel II, penerapan rasio leverage dalam satu negara yang cukup sederhana. Di AS, perusahaan holding "bank Tier membagi modal saya disesuaikan dengan total aset (tidak termasuk off-balance-sheet instrumen). Rasio minimum 3% diperlukan untuk lembaga-lembaga tersebut dianggap kuat, dan 4% minimum yang diperlukan untuk semua orang lain. Swiss adalah merencanakan luas ukuran yang sama, sementara bank Kanada dapat menahan aset tidak lebih dari 20 kali modal, atau 23 kali jika persetujuan diberikan oleh Kantor Inspektur Lembaga Keuangan.

Tetapi ketika rasio leverage yang diterapkan secara internasional, yang tampaknya ukuran sederhana tiba-tiba menjadi lebih rumit, terutama karena standar akuntansi. Berbagai perbedaan antara US Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), yang diterapkan di seluruh Eropa, berarti neraca di kedua sisi Atlantik dilaporkan dalam cara yang berbeda. Untuk satu hal, IFRS mengambil garis ketat dari US GAAP pada konsolidasi off-balance-sheet instrumen. IFRS juga mensyaratkan bahwa mayoritas derivatif dan perjanjian pembelian kembali dinyatakan di neraca pada nilai kotor mereka, sementara US GAAP memungkinkan mereka untuk menjadi jaring off melawan satu sama lain. Papan dua standar juga mengambil jalur yang sangat berbeda pada pengukuran instrumen keuangan, dengan AS Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) mendorong untuk semua instrumen yang akan diadakan di nilai wajar dan yang berbasis di London Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) mengejar model pengukuran campuran di mana beberapa instrumen yang diadakan di biaya diamortisasi.

Perbedaan antara kedua standar tidak hanya mempengaruhi ukuran neraca - jumlah aset yang dimiliki oleh bank-bank IFRS pelaporan bawah muncul jauh lebih besar - tapi akan juga berarti rasio leverage bisa terlihat sangat berbeda tergantung pada apakah neraca itu disiapkan di bawah IFRS atau US GAAP.

Sejauh Oktober 2002, FASB dan IASB menandatangani nota kesepahaman untuk membawa dua set peraturan lebih dekat bersama-sama. Tetapi laju konvergensi telah lambat, dan sementara krisis keuangan telah mendorong perubahan kepada kedua standar, itu juga menyoroti perbedaan-perbedaan yang terus-menerus antara dua papan pada isu-isu penting seperti akuntansi nilai wajar.

Badan politik harus tetap mendorong untuk mempercepat laju konvergensi, merasakan efek perbedaan mengalami pada alat pengatur muncul seperti rasio leverage. Setelah pertemuan mereka di Pittsburgh on August 24-25, Kelompok dari 20 pemimpin meminta papan untuk menyelesaikan proses konvergensi pada bulan Juni 2011.

Akuntan tetap tegas, bagaimanapun, bahwa setiap konvergensi dalam standar seharusnya untuk tujuan yang lebih baik, lebih transparan account dan tidak boleh dirancang untuk mengakomodasi peraturan baru. "Akuntansi selalu digunakan sebagai kambing hitam - jika Anda tidak bisa menyalahkan seseorang, menyalahkan standar akuntansi. Tapi bagi saya, yang bertentangan dengan peraturan butir," berpendapat John Smith, anggota dewan pada IASB di London. "Regulator perlu bertanya apakah kerangka akuntansi menyediakan informasi yang cukup untuk memahami risiko, dan jika tidak, mereka perlu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Oleh kebajikan kewenangan mereka, regulator bisa mendapatkan informasi yang mereka inginkan dari sebuah bank."

Penyesuaian

Mengingat saat ini perbedaan antara dua kerangka kerja akuntansi, para arsitek dari rasio leverage di Komite Basel tidak dapat cukup yakin akan tercapai konvergensi segera cukup untuk memungkinkan rasio leverage untuk diterapkan secara konsisten pada kedua IFRS dan US GAAP neraca. Akibatnya, mereka mempertimbangkan penyesuaian apa yang perlu dilakukan untuk memastikan rasio sebanding secara internasional.

Perbedaan utama antara kedua standar telah pengobatan off-balance-sheet instrumen, termasuk kendaraan specialpurpose (SPVs). Secara tradisional, IFRS telah mengambil jalur yang lebih ketat dari US GAAP untuk memastikan kendaraan tersebut dikonsolidasikan pada neraca, berarti akan ada perbedaan yang signifikan dalam aset bruto dan rasio leverage AS dan perusahaan-perusahaan Eropa.

Meskipun kekhawatiran seperti itu akan berlaku jika rasio leverage itu harus diterapkan hari ini, sekarang tampaknya isu akan diselesaikan oleh rasio waktu benar-benar menjadi mengikat. On June 12, FASB menyatakan akan meminta SPVs disimpan pada neraca di AS dari 2010 (Risiko Agustus 2009, halaman 72-742).

Yang jauh lebih mengkhawatirkan masalah bagi Komite Basel, regulator dan industri nasional peserta sama-sama adalah perlakuan akuntansi untuk derivatif. Sementara US GAAP memungkinkan derivatif, perjanjian pembelian kembali perjanjian pembelian kembali dan sebaliknya akan diperhitungkan dengan satu sama lain, IFRS hanya memungkinkan offsetting jika lembaga baik kemampuan dan niat untuk menyelesaikan bersih. Karena derivatif sering membawa nilai-nilai nosional sangat tinggi, perbedaan dalam ukuran neraca aset bisa sangat signifikan. Secara khusus, sebuah rasio leverage akan jauh lebih tinggi untuk sebuah bank Eropa bila dibandingkan dengan perusahaan Amerika, walaupun leverage yang sebenarnya tidak benar-benar akan ada lebih tinggi.

"Netting adalah masalah terbesar dalam hubungannya dengan rasio leverage sebagai dampak yang besar - apapun perbedaan halus dalam neraca bank yang tercermin dalam rasio leverage pucat menjadi tidak penting," kata Pauline Wallace, kepala praktik instrumen keuangan global di PricewaterhouseCoopers (PwC) di London.

Satu bank ke bank telah dipengaruhi oleh perbedaan turunan Deutsche Bank, yang meskipun berbasis di Jerman, dan pesaing beroperasi di AS dan juga sangat aktif dalam derivatif. Pada tahun 2007, bank Eropa yang diamanatkan oleh undang-undang untuk bergerak dari US GAAP ke IFRS, mengakibatkan inflasi dalam neracanya. Dalam kuartal kedua 2009 hasil, misalnya, Deutsche Bank menyatakan total aset yang euro1, 733 milyar pada sebuah dasar IFRS, dibandingkan dengan euro928 miliar di bawah US GAAP. Sebagai hasilnya, akan sangat menyesatkan untuk membandingkan Deutsche Bank neraca, apalagi dengan rasio leverage, dengan pesaing dari AS, berpendapat Hugo Bänziger, kepala petugas risiko pada Deutsche Bank di Frankfurt.

"Under IFRS, neraca kita adalah tak tertandingi dengan neraca AS, sehingga hanya akan menjadi salah patokan untuk menggunakan nomor ini untuk rasio leverage. Saya pikir regulator melihat kebutuhan untuk membuat penyesuaian untuk ini," katanya.

Komite Basel mungkin telah menyadari kebutuhan untuk mengatasi masalah derivatif, tapi belum menjelaskan bagaimana hal itu akan melakukannya. ' "Sama IHE rasio leverage bisa menjadi kendala di bawah IFRS ganda daripada di bawah US GAAP karena jala, jadi kita harus benar dan menyesuaikan perbedaan itu," Sylvie mengakui Mathérat, direktur stabilitas keuangan di Banque de France di Paris dan kursi tugas akuntansi berlaku pada Komite Basel. Dia menunjukkan dua kemungkinan pilihan: entah untuk menunggu konvergensi antara FASB dan IASB pada masalah derivatif, atau untuk regulator untuk membuat penyesuaian.

"Pilihan lainnya adalah untuk tidak menggunakan angka-angka akuntansi tetapi kehati-hatian menggunakan angka, yang dapat berarti jala kurang dan datang lebih dekat ke IFRS. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah selaras rasio yang akan sepenuhnya dibandingkan di kedua sisi Atlantik, meskipun tidak sebagai banyak kendala sebagai Basel II riskbased rasio, tetapi sebagai alat pelengkap dalam toolkit supervisor, "katanya.

Mengingat keengganan penentu standar akuntansi tentang masalah ini, tampaknya pilihan terakhir mungkin satu-satunya cara ke depan dalam waktu dekat. "Kami memiliki banyak instrumen keuangan untuk menyelesaikan masalah, tapi offset dan menguasai kelambu adalah jalan panjang ke bawah daftar. Regulator akan harus membiarkan satu sisi harus disesuaikan dan saya kira mereka akan lari ke masalah yang sama yang kami lakukan - standar AS ini ditulis untuk suatu jenis kontrak, cocok untuk kelambu, yang kami diberitahu tentu tidak bisa direplikasi di semua tempat yang berbeda IFRS digunakan, "ujar Wayne Upton, direktur kegiatan internasional di IASB di London .

Untuk menyelesaikan masalah jala dan memastikan rasio leverage yang berlaku secara internasional, Komite Basel harus turun di sisi baik IFRS atau US GAAP. Dalam merancang rasio leverage untuk kedua terbesar bank Swiss, Swiss Pengawas Pasar Keuangan Authority (Finma) menghadapi tantangan yang sama, seperti laporan Credit Suisse di bawah US GAAP dan UBS menggunakan IFRS. Solusi Finma adalah untuk memungkinkan UBS bersih turunannya eksposur untuk tujuan perbandingan, meskipun IFRS laporan di bawah, yang umumnya tidak akan membiarkan jala.

Beberapa akan mendukung pendekatan yang sama internasional. Meskipun harus hadir di bawah eksposur kotor IFRS, Deutsche Bank Bänziger adalah penganjur antusias US GAAP dan percaya bahwa kelambu derivatif yang jauh lebih jujur cerminan dari posisi bank. "Banyak orang percaya cara IFRS mencerminkan keseimbangan derivatif tidak memadai. Saya akan preferensi untuk US GAAP kelambu aturan karena mereka lebih mencerminkan realitas ekonomi, seperti dalam kasus kepailitan, hanya angka-angka bersih akan diperhitungkan," ia berpendapat.

Tetapi yang lain tidak setuju dan bersikeras sebuah rasio leverage harus didasarkan pada nilai-nilai bruto, dengan mengatakan bahwa kelambu memiliki potensi untuk menyembunyikan aset berbahaya dari kedua regulator dan investor. "Saya pikir kami mungkin sudah mulai dari yang salah anggapan bahwa kita perlu mengubah IFRS, tapi mungkin kita perlu melihat US GAAP," kata Ian Wright, direktur perusahaan pelaporan pada Laporan Keuangan Council (FRC), seorang penjaga akuntansi Londonbased . "Penyamaran Netting eksposur kotor, yang bisa menjadi indikasi yang lebih baik tentang bagaimana menghadapi risiko entitas adalah pasar jatuh. Apabila Anda percaya pada transparansi, itu lebih transparan jika Anda bisa lihat dalam neraca risiko bruto riil bank mengambil, alih-alih untuk melacak melalui perdagangan yang asli, yang mungkin dilaporkan bersih. "

Wright's preferensi untuk pendekatan bruto bergema oleh Mathérat, tetapi menurun Komite Basel untuk memberikan posisi resmi apakah lebih cenderung mendasarkan pada rasio leverage bruto atau nilai bersih derivatif. Mengingat pendapat yang kuat di kedua belah pihak, banyak perhatian akan dibayarkan kepada aspek ini proposal komite bulan depan.

Sementara masalah derivatif telah mengambil panggung pusat sampai sekarang, satu isu akuntansi lebih lanjut tentu saja dapat menimbulkan tantangan. Pada masa setelah krisis keuangan dan kritik luas fairvalue akuntansi di pasar likuid, baik IASB dan FASB adalah pembangunan kembali peraturan mereka tentang bagaimana instrumen keuangan harus diukur dan dilaksanakan pada tanggal neraca. Meskipun push menuju konvergensi, dua papan tetap bertentangan mengenai hal ini, dengan mendorong IASB untuk model pengukuran campuran di mana beberapa instrumen keuangan akan diselenggarakan pada nilai wajar dan lain-lain di diamortisasi biaya, dan mendorong FASB untuk semua instrumen yang akan diadakan di nilai wajar.

Komite Basel Meskipun tidak memiliki agenda isu ini dalam kaitannya dengan rasio leverage, beberapa orang percaya hal itu bisa menjadi hampir sama pentingnya dengan perawatan derivatif. "Hanya satu masalah besar - kelambu dari derivatif - keterbandingan mempengaruhi rasio leverage yang saat ini, tetapi ada dalam pipa lain. Jika IASB dan FASB mengadopsi pendekatan yang berbeda secara mendasar ini, Anda akan jauh lebih tinggi nilai-nilai aset US neraca selama booming dan menurunkan nilai aset selama resesi, "kata PwCs Wallace.

Terlepas dari perbedaan pendapat yang mendasar antara dua papan, masih belum jelas betapa berbedanya US GAAP dan IFRS pada akhirnya akan. The IASB menerbitkan sebuah draf eksposur detail model pengukuran yang dicampur pada 14 Juli, dengan tujuan penyelesaian standar untuk aplikasi opsional untuk akhir tahun 2009 rekening. Sebaliknya, FASB mengumumkan pada bulan Juli akan mendorong untuk semua instrumen keuangan yang akan diukur pada nilai wajar, tapi belum menghasilkan draf eksposur - pihaknya berencana untuk melakukannya hanya ketika juga telah mencapai kesimpulan tentang akuntansi lindung nilai dan gangguan (Risiko Agustus 2009, halaman 15 (3)).

Jika perbedaan antara dua papan yang adil-nilai akuntansi lakukan menjadi kenyataan, hal itu akan menjadi kekecewaan tidak hanya untuk G-20 politisi yang telah mendorong konvergensi, tetapi juga untuk Komite Basel. Di atas penyesuaian yang rumit itu harus sudah berkembang ke tingkat keluar perlakuan terhadap derivatif, akan juga harus memungkinkan penyesuaian pengukuran aset ketika bank menghitung rasio leverage. Untuk saat ini, komite hanya bisa berharap bahwa tidak akan diperlukan.

"Perubahan pada nilai wajar tentu bisa berpengaruh karena cara Anda mengukur aset memiliki dampak pada ukuran neraca - kita harus juga menyesuaikan bagi mereka perbedaan akuntansi di kalibrasi dari rasio leverage. Tapi aku benar-benar berharap reformasi instrumen keuangan adalah bagian dari proses konvergensi antara FASB dan IASB, dan bahwa mereka pergi dengan sesuatu yang mirip pada akhirnya, dengan mudah-mudahan tidak terlalu banyak nilai wajar, "kata Mathérat di Banque de France.


-------------------------------------------------
Salam Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC

"Data kuliah[dot]tk" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Kuliah Gratis dan Belajar TOEFL iBT
. Thanks.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Contoh Kasus Dalam Penerapan Standar Akuntansi

Artikel NgeTOP

DataKuliah

Komentar Teranyar

My Profile

Seseorang yang mau berbagi seputar dunia akuntansi, manajemen, blogging tips; yang nantinya dapat digunakan bagi rekan-rekan sekalian guna referensi belajar, skripsi, bahan / tugas kuliah.
Semoga dapat membantu...! Share FIRST, Take LATER..!!!
Bagi rekan yang mau mengetahui tentang saya, silakan ke halaman About Me.

  ©Updated by Download Soal dan Materi Kuliah Online SEO Company UK

TOPO