29 August 2009

Spesifikasi Nokia 5130 Express Music

Ada yang mau beli Nokia 5310 Express Music... Spesifikasinya bagus nie... Saya mau cek TKP nie... hehe... Ternyata ini ni infonya... Thx for this HP.. Spec-nya kuerrennn... Mudah-mudahan harganya masih turun lagi... hehe...
NOKIA 5130 XpressMusic
 
STANDARD SPECIFICATION
Network : Quad-Band GSM 850/900/1800/1900
Internal memory : 30 MB internal dynamic memory
External memory : microSD, hot swap, support up to 2 GB
Integrated Digital Camera : 2 megapixel camera 4x digital zoom
Integrated Video Recorder : yes, formats: 3GPP(H.263), H.264/AVC, MPEG-4
Connectivity : Bluetooth 2.0+EDR, Micro USB, Nokia AV 3.5mm
Contact / Phonebook : up to 1000 contacts
3G : No
GPS :  
Integrated FM Radio : Yes
Integrated Music Player : Yes
BASIC PARAMETER
Internal battery : BL-5C 1020 mAh Li-Ion standard battery
Talktime : GSM: up to 6 hours
Standby time : GSM: up to 12.0 days
Dimension : 107.5 x 46.7 x 14.8 mm
Weight / Volume : 88 g (with battery) / 65 cc
DISPLAY
Colours : Up to 256k colours
Size : 2.0" (QVGA) 320 x 240 pixels
RINGTONES
Type : AAC, eAAC, eAAC+, MP3, 64- Midi , WMA, WAMR, MXMF (40 built-in tones)
SERVICE ENABLERS
Operating System : Series 40 5th Edition, Feature Pack 1
Wi-Fi : No
Data Bearer : EGPRS, GPRS, HSCSD, CSD
Browser : HTML&WAP 2.0 XHTML over TCP/IP, Opera Mini
PERSONAL INFORMATION MANAGEMENT
Calendar : Yes
To-do list : Yes
Notes : Yes
OTHER FEATURES
E-Mail : IMAP, POP, SMTP, OMA EMN
SMS / MMS : Yes / Yes
Integrated Handsfree : Yes
Mandarin/Chinesse : Yes
Key Selling Point : * English-Chinese dictionary * 2 megapixel camera * Stereo FM Radio with RDS * Enjoy up to 20 hours of music playback on the move
Sales Package : * Nokia 5130 XpressMusic * Nokia Battery (BL-5C) * Nokia Charger (AC-3) * Nokia Headset (WH-102) * Nokia 1 GB microSD card (MU-22) * Connectivity Cable (CA-101) * Panduan Pengguna Praktis
Hadiah Langsung :  
Info Lain :  
Kisaran Harga (ribuan) : Rp. 1100 - 1200
Internal battery : BL-5C
Bluetooth Handsfree : BH-103
Leather Case :  
Charger : AC-3 (paket standar) --not--listed--
Integrated Handsfree : WH-102, WH-500
Data Cable : CA-101
Music Speaker : MD-6, MD-5W, MD-7W, MD-8
Memory Card : MicroSD (max. 2 GB)
Vehicle Acc & others :  
"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya. Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online Thx. Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Spesifikasi Nokia 5130 Express Music

26 August 2009

Tukeran Link Do Follow PR 0, 1, 2, 3, 4, 5

Tukeran Link dibuka... Saya akan berusaha untuk mengunjungi secara rutin untuk blogwalking.

Silahkan copy code saya, silahkan masukkan saja...








If you like this blog,then link back to me.
Copy this.



Saya akan follow up lewat comment-comment yang muncul di artikel terbaru saya. (supaya tidak lupa)...




Banner Link Exchange (do follow dan no follow):

JoLa76

Photobucket



kumpulan blog tutorials


Daftar Blog Nofollow yang Tukar Link dengan Data Kuliah:

  1. Stop Dreaming Start Action
  2. Blogger Magazine Download
  3. Belajar SEO Blogspot
  4. Fitri Alifah
  5. Master Hacking SEO
  6. Campus Area
  7. freezipe
  8. Bisnis RizkylyMarga
  9. Sandal Jepit
  10. Marketing Gurus
  11. Ebenk789 Weblog
  12. Kuliah Gratis
  13. PR 3 Drifqi
  14. SEO Tips Technade
  15. Belajar SEO
  16. Mas Tegar
  17. Kopitozie
  18. Kuliah Gratis
  19. Inspirasi Banner
  20. 5setia PR 3
  21. KLUWAN LOVE IS BEAUTY
  22. cikibung
  23. Belajar Ngeblog
  24. Sabirinnet
  25. Rumah Blogger
  26. moeddasier
  27. Peternakan-Dedykoe
  28. rezafauzi-PR3
  29. marsudiyanto
  30. Pilihan Sempurna
  31. dwiermayanti-Akuntansi
  32. Joernal Akuntansi
  33. EkisOpini-Dofolow
  34. Fak-Hukum UNTAN
  35. TugasKuliah
  36. Rahard
  37. Tutorial Kuliah
  38. Kandank Ilmu
  39. Away

Daftar Blog Dofollow yang Tukar Link dengan Data Kuliah:
  1. PR 3 Design Web
  2. InaMuth
  3. Eosmate
  4. marsudiyanto guru Mat PR 3
  5. Endar PR 3
  6. Cerita para blogger
  7. Ada Apa Yep




"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Tukeran Link Do Follow PR 0, 1, 2, 3, 4, 5

Ping Services List - Index Cara Cepat

Layanan Ping mengijinkan Anda untuk mengupdate secara otomatis terhadap blog Anda. Kemungkinan besar daftar di bawah ini dapat membantu Anda (kamu2) untuk memperbesar traffic dan meningkatkan page rank om google. Mengapa? Karena mereka-mereka ini memiliki directories khusus yang dibentuk berdasarkan keseringan kamu mengupdate (termasuk mengupdate artikel tentunya). Jadi, tunggu apa lagi… Buruan kunjungi… Aku sich blom coba semua … hehehe… (bisa 7 hari-7malem ga tidur2)… hehe… (ga sempet blogwalking lagi…) hehe…
Silahkan... monggo...
http://bulkfeeds.net/rpc
http://coreblog.org/ping/
http://mod-pubsub.org/kn_apps/blogchatt
http://www.lasermemory.com/lsrpc/
http://ping.amagle.com/






http://ping.bitacoras.com
http://ping.blo.gs/
http://ping.bloggers.jp/rpc/
http://ping.cocolog-nifty.com/xmlrpc
http://ping.blogmura.jp/rpc/
http://ping.exblog.jp/xmlrpc
http://ping.feedburner.com
http://ping.myblog.jp
http://ping.rootblog.com/rpc.php
http://ping.syndic8.com/xmlrpc.php
http://ping.weblogalot.com/rpc.php
http://ping.weblogs.se/
http://pingoat.com/goat/RPC2
http://rcs.datashed.net/RPC2/
http://rpc.blogbuzzmachine.com/RPC2
http://rpc.blogrolling.com/pinger/
http://rpc.icerocket.com:10080/
http://rpc.newsgator.com/
http://www.newsisfree.com/RPCCloud
http://www.newsisfree.com/xmlrpctest.php
http://www.popdex.com/addsite.php
http://www.snipsnap.org/RPC2
http://www.weblogues.com/RPC/
http://xmlrpc.blogg.de
http://xping.pubsub.com/ping/
http://rpc.pingomatic.com
http://rpc.technorati.com/rpc/ping
http://rpc.weblogs.com/RPC2
http://topicexchange.com/RPC2
http://trackback.bakeinu.jp/bakeping.php
http://www.blogsnow.com/ping
http://www.blogstreet.com/xrbin/xmlrpc.cgi
http://www.mod-pubsub.org/kn_apps/blogchatter/ping.php


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Ping Services List - Index Cara Cepat

25 August 2009

SPM 5 - Pusat Laba, sebuah Pusat Kenikmatan

Sebelum baca artikel ini, ada baiknya baca dahulu tentang SPM 1, SPM 2, SPM 3, dan SPM 4...


Selamat mencoba untuk mencari laba...
Starts...:p

Materi Pembahasan:

1. Pusat Laba Unit Bisnis
2. Pusat laba lainnya
3. Konsep laba untuk mengukur kinerja

A. PUSAT LABA UNIT BISNIS

Ketika kinerja financial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang lingkup laba yaitu selisih antara pendapatan dan beban, maka pusat ini disebut sebagai pusat laba ( profit center ). Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif, dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator ( beberapa diantaranya menunjuk ke arah yang berbeda ).


A.1. Pertimbangan Umum
Suatu organisasi fungsional adalah organisasi di mana fungsi produksi atau pemasaran utama dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah. Ketika suatu organisasi diubah menjadi organisasi di mana setiap unit utama bertanggung jawab baik atas produksi maupun pemasaran, maka proses ini disebut dengan istilah divisionalisasi.

A.2. Kondisi-kondisi dalam Mendelegasikan Tanggung Jawab Laba
Banyak keputusan manajemen melibatkan usulan untuk meningkatkan beban dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan penjualan. Keputusan semacam ini disebut sebagai pertimbangan biaya atau pendapatan ( expense /revenue trade-off ).

A.3. Kelaziman Suatu Pusat Laba
Meskipun E.I.du Pont de Nemours & Company dan General Motors Corporation telah melakukan divisionalisasi pada awal tahun 1920-an, kebanyakan perusahaan di Amerika Serikat ( AS ) tetap terorganisasi secara fungsional sampai setelah akhir Perang Dunia II. Sejak saat itu, banyak perusahaan besar di AS melakukan divisionalisasi dan desentralisasi atas tanggung jawab laba pada tingkat unit bisnis.
Sistem pengendalian finansial juga mendapat banyak kritik selama lebih dari 20 tahun. Meskipun demikian, perusahaan-perusahaan tidak mengabaikan sistem-sistem tersebut melainkan tetap menggunakannya sebagai alat untuk mengimplementasikan strategi. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan tersebut menyadari kelemahan-kelemahan yang ada, dan banyak di antaranya yang dimulai menggunakan suatu scorecard dengan kombinasi ukuran kinerja finansial dan nonfinansial.

A.3. Manfaat Pusat Laba
Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Kualitas keputusan dapat meningkat.
2. Kecepatan dari pengambilan keputusan operasional.
3. Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian
4. Manajer lebih bebas untuk menggunakan imajinasi dan inisiatifnya.
5. Pusat laba memberikan tempat pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum.
6. Kesadaran laba ( profit consciousness ) dapat ditingkatkan.
7. Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen puncak.
8. Karena keluaran ( output ) yang dihasilkan telah siap pakai, maka pusat laba sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya.

A.4. Kesulitan dengan Pusat Laba
Pusat-pusat laba dapat menimbulkan beberapa kesulitan :
1. Hilangnya pengendalian.
2. Kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang.
3. Perselisihan dapat meningkat.
4. Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit funsional akan saling berkompeten satu sama lain.
5. Divisonalisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan.
6. Para manajer umum yang kompeten mungkin saja tidak ada dalam organisasi fungsional.
7. Mungkin ada terlalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek dengan mengorbankan profitabilitas jangka panjang.
8. Tidak ada sistem yang sangat memuaskan untuk memastikan bahwa optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruha

A.5. Batasan atas Wewenang Unit Bisnis
a. Batasan dari Unit Bisnis Lain
Salah satu masalah utama terjadi ketika suatu unit bisnis harus berurusan dengan unit bisnis lain.sangatlah berguna untuk memikirkan pengelolaan suatu pusat laba dalam hal pengendalian atas tiga jenis keputusan :
1. Keputusan produk.
2. Keputusan pemasaran.
3. Keputusan perolehan ( procurement ) atau sourcing.
b. Batasan dari Manajemen Korporat
Batasan-batasan yang dikenakan oleh manajemen korporat dikelompokkan menjadi tiga bagian :
1. Batasan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis.
2. Batasan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan.
3. Batasan yang timbul dari nilai ekonomis sentralisasi.
Hampir semua perusahaan mempertahankan beberapa keputusan, terutama keputusan financial, pada tingkat korporat, setidaknya untuk aktivitas-aktivitas domestik. Unit bisnis yang ada harus saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan bagian dari dana yang tersedia.Setiap unit bisnis memiliki suatu “ perjanjian “ yang menyatakan aktivitas-aktivitas pemasaran atau produksi yang boleh dilaksanakan, dan unit bisnis tersebut harus menjaga untuk tidak beroperasi diluar perjanjian tersebut, meskipun jika unit bisnis tersebut melihat kesempatan laba dengan melakukan hal itu.

B. PUSAT LABA LAINNYA
B.1. Unit- unit Fungsional
Perusahaan multibisnis biasanya terbagi ke dalam unit-unit bisnis, dimana setiap unit diperlakukan sebagai unit penghasil laba yang independent. Tetapi, subunit yang ada dalam unit bisnis tersebut dapat saja terorganisasi secara fungsional. Keputusan pihak manjemen untuk pusat labanya haruslah berdasarkan besarnya pengaruh (bahkan jika bukan pengendalian total) yang dilaksanakan oleh manajer unit terhadap aktivitas yang mempengaruhi laba bersih.

Unit Pemasaran
Aktivitas pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat laba dengan membebankan biaya dari produk yang terjual. Harga transfer ini memberikan informasi yang relevan bagi manajer pemasaran dalam membuat trade-off pendapatan/pengeluaran yang optimal. Harga transfer yang dibebankan ke pusat laba harus berdasarkan biaya standar, dan bukan biaya aktual dari produk yang terjual. Dengan menggunakan dasar biaya standar memisahkan kinerja biaya pemasarn dari kinerja biaya manufaktur, di mana hal ini mempengaruhi perubahan tingkat efisiensi yang berada di luar kendali manajer pemasaran.

Unit Manufaktur
Aktivitas manufaktur biasanya merupakan pusat beban, dimana manjemen dinilai berdasarkan kinerja versus biaya standar dan anggaran overhead. Tetapi, ukuran ini dapat menimbulkan masalah, karena ukuran tersebut tidak mengindikasikan sejauh mana kinerja manajemen atas seluruh aspek dari pekerjaannya.
Oleh karena itu, dimana kinerja proses manufaktur diukur terhadap biaya standar, dianjurkan untuk membuat evaluasi yang terpisah atas aktivitas-aktivitas seperti pengendalian mutu, penjadwalan produk, dan keputusan buat atau beli (make-or-buydecision). Salah satu cara untuk mengukur aktivitas organisasi manufaktur secara keseluruhan adalah dengan menjadikannya pusat laba dan memberikan nilai berdasarkan untuk harga jual produk dikurangi dengan estimasi biaya pemasaran.


Sebelum saya mengulas tentang artikel ini, ada baiknya bagi yang belum membaca tentang sifat pengendalian manajemen , juga terus membaca tentang cara untuk memahami strategi , perilaku dalam organisasi , dan Pusat Pertanggungjawaban , juga Pusat Laba serta tentunya Metode Harga Transfer , membaca dulu ya. Pembelajaran secara menyeluruh dapat membuka wawasan kita terhadap bagaimana menyikapi dan membuat proses pengendalian manajemen lebih holistik.
 


Unit Pendukung dan Pelayanan
Unit-unit pemeliharaan, teknologi informasi, transportasi, teknik, konsultan, layanan konsumen, dan aktivitas pendukung sejenis dapat dijadikan sebagai pusat laba. Hal ini dapat dioperasikan kantor pusat dan divisi pelayanan perusahaan perusahaan, atau dapat dipenuhi di dalam unit bisnis itu sendiri.
Ketika unit jasa dikelola sebagai pusat laba, para manajernya termotivasi untuk mengendalikan biaya supaya para konsumen tidak lari, sementara para manajer unit penerima termotivasi untuk membuat keputusan mengenai apakah jasa yang diterima sesuai dengan harganya.

B.2. Organisasi Lainnya
Suatu perusahaan dengan operasi cabang yang bertanggung jawab atas pemasaran produk perusahaan di wilayah geografis tertentu sering kali menjadi pusat laba secara alamiah. Meskipun para manajer cabang tidak memiliki tanggung jawab manufaktur atau pembelian, profitabilitasnya sering kali merupakan satu-satunya ukuran kinerja yang paling baik.

C. Mengukur Profitabilitas
Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dalam mengevaluasi suatu pusat laba. Pertama adalah pengukuran kinerja manjemen, yang memiliki fokus pada bagaimana hasil kerja para manajer. Yang kedua adalah ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus pada bagaimana kinerja pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi. Maksud dari kedua ukuran diatas berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, laporan kinerja manjemen suatu toko cabang dapat memperlihatkan bahwa manajer toko tersebut memiliki kinerja yang sangat baik; tetapi laporan kinerja ekonomisnya dapat memperlihatkan bahwa toko tersebut kehilangan posisinya di pasar dan harus ditutup karena adanya kondisi persaingan dan ekonomi yang tidak menguntungkan di wilayah tersebut.



C.1. Konsep Laba untuk Ukuran Kinerja Pusat Laba

1. Margin Kontribusi / Contribution Margin
Margin kontribusi menunjukan rentang (spread) / selisih antara pendapatan dari penjualan dengan beban variabel. Alasan utama mengapa ini digunakan sebagai alat pengukur kinerja manajer pusat laba adalah bahwa karena beban tetap (fixed expense) berada di luar kendali manajer tersebut, sehingga para manajer harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan margin kontribusi.

2. Laba Langsung / direct profit
Laba langsung (direct profit) mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan. Ukuran ini menggabungkan seluruh pengeluaran pusat laba, baik yang dikeluarkan oleh atau dapat ditelusuri langsung ke pusat tersebut tanpa memperdulikan apakah pos-pos ini ada dalam kendali manajer pusat laba atau tidak. Meskipun demikian, pengeluaran yang terjadi di kantor pusat tidak termasuk dalam perhitungan ini. Jadi, rumus Laba langsung = Penjualan – (Beban Variabel + Beban Tetap) atau Margin kontribusi – Beban Tetap ( yang terdiri dari beban pokok penjualan, beban pemasaran, dan beban administrasi umum )

Kelemahan dari pengukuran laba langsung adalah bahwa ia tidak memasukan unsur manfaat dari biaya-biaya kantor pusat.

3. Laba yang Dapat Dikendalikan / Controllable Profit
Pengeluaran-pengeluaran kantor pusat dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu : dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Yang termasuk dalam kategori pertama dalah pengeluaran-pengeluaran yang dapat dikendalikan, paling tidak pada tingkat tertentu, oleh manajer unit bisnis. Controllable profit = Direct profit – Beban terkendali dari kantor pusat.

4. Laba Sebelum Pajak / Profit before tax
Dalam ukuran ini seluruh overhead korporat dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relatif dari beban yang dikeluarkan oleh pusat laba. Ada dua argumen yang menentang alokasi ini. Pertama, karena biaya-biaya yang dikeluarkan oleh staf di departemen korporat seperti bagian keuangan, akuntansi, dan bagian sumber daya manusia tidak dapat dikendalikan oleh manjer pusat laba, maka manajer tersebut sebaiknya tidak dianggap bertanggung jawab untuk biaya tersebut. Kedua, sulit untuk mengalokasikan jasa staf korporat dengan cara yang wajar mencerminkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh setiap pusat laba.
Jika pusat laba dibebankan dengan sebagian overhead korporat, maka hal ini harus dihitung berdasarkan biaya yang telah dianggarkan, dan bukan biaya aktual, di mana kolom ”anggaran” dan ”aktual” dalam laporan kinerja pusat laba menunjukan jumlah yang hampir sama untuk pos khusus ini. Profit before tax dihitung = Controllable Profit – Beban kantor pusat lainnya.
5. Laba bersih / Net profit after tax
Pengukuran laba terakhir adalah menggunakan laba bersih setelah pajak, yaitu Laba sebelum pajak – Pajak penghasilan pusat laba yang bersangkutan.

C.2. Pendapatan
Pusat laba dapat berpartisipasi dalam suatu usaha penjualan yang sukses. Idealnya setiap pusat laba harus diberikan nilai yang sesuai atas bagiannya dalam transaksi tersebut. Banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian masalah pendapatan umum ini. Perusahaan mengambil posisi bahwa identifikasi tanggung jawab yang tepat untuk penciptaan pendapatan merupakan salah satu yang sangat sulit dilaksanakan, dan bahwa tenaga penjualan harus menyadari bahwa mereka tidak hanya bekerja untuk kebaikan seluruh perusahaan. Perusahaan lainnya mencoba menyelesaikan masalah tanggung jawab penjualan umum dengan memberikan nilai pada unit bisnis yang melayani pesanan atas produk yang dihasilkan oleh unit lain dengan cara memberikan imbalan seperti komisi untuk pialang atau suatu fee.



C.3. Pertimbangan Manajemen
Dalam mengevaluasi manajer bisnis, hampir semua perusahaan di AS melibatkan sebagian (jika bukan seluruhnya) biaya-biaya yang telah dibahas sebelumnya, baik biaya yang berada dibawah kendalinya maupun yang bukan. Hampir semua kebingungan yang timbul dalam mengukur kinerja manajer pusat laba biasanya terjadi sebagai akibat dari kegagalan untuk memisahkan antara pengukuran kinerja manajer dengan pengukuran ekonomis suatu pusat laba. Dalam perusahaan pada umumnya, pos-pos ini mungkin meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pusat laba. Jika para manajer dapat mempengaruhi jumlah pajak yang dibayarkan oleh unit mereka, maka mereka harus dinilai berdasarkan penghasilan unit setelah pajak, dan pos-pos yang jelas tidak dipengaruhi harus dieliminasi, seperti fluktuasi dalam nilai tukar mata uang.

Suatu organisasi FUNGSIONAL adalah organisasi dimana di dalamnya terdapat fungsi produksi dan manufaktur utama yang dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah.
Ketika suatu organisasi diubah menjadi organisasi yang didalamnya setiap unit utama bertanggungjawab terhadap manufaktur dan pemasaran, maka proses ini disebut dengan istilah DIVISIONALISASI.

Kondisi-kondisi dalam Mendelegasikan Pertanggungjawaban Laba
Untuk dapat melimpahkan keputusan trade-off dengan aman kepada tingkat manajer yang lebih rendah, maka harus dipenuhi DUA kondisi :
1. Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan serupa.
2. Harus ada semacam cara untuk mengukur efektifnya suatu trade-off yang dibuat oleh manajer.

Langkah utama dlam membuat pust-pusat laba adalah menentukan titik terendah dalam organisasi ketika kdua kondisi di atas terpenuhi.

Kelaziman Suatu Pusat Laba
Manfaat Pusat Laba
Menjadikan unit-unit organisasi sebagai pusat-pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
• Kualitas keputusan dapat meningkat karena keputusan tersebut dibuat oleh para manajer yang paling dekat dengan titik keputusannya.
• Kecepatan dari keputusan-keputusan operasional dapat meningkat karena mereka tidak perlu mendapat persetujuan lebih dahulu dari kantor pusat.
• Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih luas.
• Karena pusat-pusat laba mirip dengan perusahaan yang independen, mereka memberikan dasar pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum.
• Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan karena para manajer yang bertanggungjawab atas laba akan selalu mencari cara untuk meningkatkan labanya.
• Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen tingkat atas (top management) mengenai profitabilitas dari komponen-komponen individual perusahaan.
• Karena keluaran (output) yang dihasilkan telah siap pakai, pusat laba sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitifmereka.

Permasalahan pada Pusat Laba
Selain manfaat yang diperoleh tadi, pusat-pusat laba dapat menimbulkan beberapa masalah :
 Mengakibatkan sedikit hilangnya pengendalian.
 Jika manajemen kantor pusat lebih berkualitas daripada manajer pusat laba, kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang.
 Timbulnya perselisihan
 Unit-unit organisasi yang pernah bekerjasama sebagai unit fungsional akan saling berkompetisi satu sama lain.
 Divisionalisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan karena adanya tambahan pihak manajemen, dan pada pembukuan yang dibutuhkan dapat, dapat mengakibatkan pengurangan tugas bagi setiap pusat laba.
 para general manajer yang kompeten dapat hilang dari organisasi fungsional karena tidak adanya kesempatan yang cukup untuk mengembangkan keahliannya dalam general management.
 Ada kemungkinan akan banyaknya tekanan atas profitabilitas jangka pendek dengan biaya untuk profitabilitas jangka pendek.
 Tidak ada sistem yang sangat memuaskan untuk memastikan bahwa optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruhan.






UNIT BISNIS SEBAGAI PUSAT LABA
Hambatan pada Kewenangan Unit Bisnis
A. Halangan dari Unit Bisnis Lain
Sangatlah berguna jika kita memikirkan pengelolaan suatu pusat laba dalam hal pengendalian atas TIGA (3) jenis keputusan :
1) keputusan produk
2) keputusan pemasaran
3) keputusan perolehan

B. Hambatan dalam Manajemen Korporasi
Hambatan-hambatan yang terjadi pada manajemen korporasi dikelompokkan menjadi TIGA bagian:
1) hambatan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis,
2) hambatan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan
3) hambatan yang timbul dari sisi ekonomis adanya suatu sentralisasi.

PUSAT LABA LAINNYA
Unit-unit Fungsional
Pemasaran
Manufaktur
Unit Pendukung dan Pelayanan
Organisasi Lainnya
Suatu perusahaan dengan operasi cabangnya yang bertanggungjawab atas pemasaran produk suatu perusahaan di wilayah geografis tertentu seringkali menjadi pusat laba secara alamiah.

MENGUKUR PROFITABILITAS
Jenis-jenis Ukuran Kinerja
1. Contribution Margin
2. Direct Profit
3. Controllable Profit
4. Penghasilan Sebelum Pajak
5. Pendapatan bersih
Pendapatan
Apakah pendapatan di catat ketika pesanan dibuat, ketika pesanan dikirim, ataukah pesanan diterima ?

Pertimbangan Manajemen
Analisis varian merupakan hal yang penting dalam mengevaluasi kinerja manajemen.
Tetapi sistem analisis varian yang paling baik pun masih tetap membutuhkan unsur penialain ini dapat diandalkan adalah dengan mengeliminasi semua pos dimana manajer tidak memiliki pengaruh terhadapnya.


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - SPM 5 - Pusat Laba, sebuah Pusat Kenikmatan

23 August 2009

SPM 4 - Pusat Pertanggungjawaban

Materi Pembahasan:

1. Pusat Pertanggungjawaban
2. Revenue Centers ( Pusat Pendapatan )
3. Expense Centers ( Pusat Beban )
4. Administrative anda Support Centers ( Pusat Pendukung dan Administrasi )
5. Research and Development Centers ( Pusat Penelitian dan Pengembangan )
6. Marketing Centers ( Pusat Pemasaran )


I. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN
Pusat pertanggungjawaban merupakan organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang dilakukan.


Sifat Pusat Pertanggungjawaban

Pusat-pusat pertanggungjawaban muncul guna mewujudkan satu atau lebih tujuan, yang disebut OBJECTIVE (tujuan jangka pendek). Perusahaan secara keseluruhan memiliki GOAL (tujuan jangka panjang), dan manajer senior menentukan sejumlah strategi untuk mencapai goal tersebut.


Hubungan antara Input dan Output
Disini, pengendalian berfokus pada penggunaan input MINIMUM yang dibutuhkan untuk memproduksi output yang dibutuhkan menurut spesifikasi tepat dan standar yang berkualitas, tepat pada waktunya, dan dengan jumlah yang diminta.
Dalam litbang, hubungan antara input dan output bahkan lebih bersifat kabur.

Mengukur Input dan Output
Adalah lebih mudah untuk mengukur biaya input daripada untuk menghitung nilai output.

Efisiensi dan Efektivitas
Konsep input, output, dan biaya bisa digunakan untuk menjelaskan makna efisiensi an efektivitas, yang merupakan dua kriteria dimana kinerja pusat pertanggungjawaban dinilai.


Efisiensi adalah perbandingan output terhadap input , atau jumlah output per unit input.
Dalam banyak pusat pertanggungjawaban, efisiensi diukur dengan cara membandingkan biaya-biaya aktual dengan standar dimana biaya-biaya tersebut harus diukur dengan output yang terukur.
Meskipun metode ini dapat digunakan, dia mempunyai DUA KELEMAHAN besar yaitu :
1. biaya-biaya yang tercatat bukanlah tolok ukur terhadap sumber daya-sumber daya yang sebenarnya digunakan,
2. standar pada hakikatnya merupakan perkiraan tentang apa yang secara ideal harus tercapai dalam kondisi-kondisi yang ada.

Dibandingkan dengan efisiensi, yang ditentukan oleh hubungan-hhubungan antara input dan output, EFEKTIVITAS ditentukan anatar output yang dihasilkan oleh pusat pertanggungjawaban dengan tujuan jangka pendek (objectives).

Secara ringkas, sebuah pusat pertanggungjawaban akan bersifat EFISIEN jika melakukan hal-hal tertentu secara tepat, dan akan bersifat EFEKTIF jika melakukan hal-hal yang tepat.

Peranan laba. Tujuan utama dari setiap perusahaan yang berorientasi laba adalah memperoleh laba yang memuaskan. Oleh karenanya, laba merupakan tolok ukur yang penting dari efektivitas.

Jenis-jenis Pertanggungjawaban
Ada EMPAT (4) jenis pusat pertanggungjawaban, yang digolongkan menurut sifat input dalam bentuk uang dan/atau output yang diukur dengan tujuan pengendalian, yaitu :
1. Pusat pendapatan
2. Pusat biaya
3. Pusat Laba
4. Pusat investasi
Masing-masing pusat pertanggungjawaban membutuhkan perencanaan dan sistem pengendalian yang berbeda.

II. PUSAT PENDAPATAN
Pada hakikatnya, pusat pendapatan merupakan unit-unit pemasaran/penjualan yang tak memiliki wewenang untuk menetapkan harga jual dan tidak bertanggungjawab atas harga pokok barang-barang yang mereka pasarkan.

III. PUSAT BIAYA
Pusat Biaya Teknik
Pusat biaya teknik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Input-input mereka dapat diukur dalam bentuk jumlah uang
2. Input-input mereka dapat diukur dalam bentuk fisik
3. Jumlah optimum input dalam bentuk jumlah dolar yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah unit output dapat ditentukan.

Pusat Biaya Kebijakan
Pusat biaya kebijakan meliputi unit-unit adminstratif dan pendukung (sperti akuntansi, hukum, hubungan-hubungan industrial, hubungan masyarakat, sumber daya manusia), operasi-operasi litbang dan hampir semua aktivitas pemasaran.

Pada sebuah pusat biaya kebijakan, selisih antara anggaran dan biaya yang sesungguhnya bukanlah tolok ukur bagi efisiensi. Pada hakikatnya, ia hanya merupakan selisih antara input yang dianggarkan dan input yang sesungguhnya, dan tidak mencakup nilai output.

Ciri-ciri Pengendalian Umum
PenyusunanAnggaran
Anggaran Inkremental
Telaah Berbasis Nol (zero-base Review)
Variasi Biaya
Tipe Pengendalian Keuangan
Pengukuran Kinerja

IV. PUSAT ADMINISTRATIF DAN PENDUKUNG
Permasalahan dalam Pengendalian
1. Kesulitan dalam Pengukuran hasil Produksi
2. Tidak Adanya Keterpaduan Tujuan

Penyiapan Anggaran
- terperinci
- detailnya tergantung pada penting tidaknya pengeluaran tersebut dan keinginan manajemen.

V. PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Permasalahan dalam Pengendalian
Pengendalian terhadap litbang akan menunjukkan karakteristik kesulitannya, trutama sekali, kesulitan dalam hal :
- menghubungkan hasil yang diperoleh dengan inputnya, dan
- tidak adanya keterpaduan tujuan.

Rangkaian Kesatuan Kerja Penelitian dan Pengembangan
Program Litbang
Anggaran Tahunan
Pengukuran Kinerja
Di banyak perusahaan pihak manajemen menerima DUA jenis laporan mengenai kegiatan-kegiatan litbang, yaitu :
1. membandingkan perkiraan terakhir mengenai biaya keseluruhan dengan jumlah masing-masing proyek aktif yang disepakati,
2. terdiri dari perbandingan pengeluaran yang dianggarkan dengan pengeluaran yang sesungguhnya pada masing-masing pusat tanggung-jawab.

Tujuannya adalah : untukmembantu para eksekutif peneliti untuk mengantisipasi pengeluaran dan untuk memastikan bahwa komitmen pengeluaran tersebut dipenuhi.

VI. PUSAT PEMASARAN
Aktivitas Logistik
Adalah aktivitas-aktivitas memindahkan barang dari perusahaan ke para pelanggannya dan mengumpulkan uang dari para pelanggannya.

Aktivitas Pemasaran
Adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh pesanan.

Secara ringkas terdapat TIGA JENIS AKTIVITAS dalam organisasi pemasaran dan konsekuensinya, terdapat TIGA JENIS TOLOK UKUR aktivitas :
1. aktivitas logistik, dimana banyak biayanya merupakan biaya teknik
2. penciptaan pendapatan (generation of revenue), yang biasanya dievaluasi dengan membandingkan penghasilan aktual dan kuantitas fisik yang dijual baik dengan pendapatan yang dianggarkan maupun unit-unit yang dianggarkan,
3. biaya order-getting, dimana merupakan biaya kebijakan, karena tidak seorangpun tahu berapa persisnya jumlah optimum yang harus dikeluarkan.

Sebagai konsekuensinya, tolok ukur efisiensi dan efektivitas bagi biaya-biaya ini sangat subjektif.


Setelah saya mengulas tentang artikel ini, ada baiknya bagi yang belum membaca tentang sifat pengendalian manajemen , juga terus membaca tentang cara untuk memahami strategi , perilaku dalam organisasi , dan Pusat Pertanggungjawaban , juga Pusat Laba serta tentunya Metode Harga Transfer , membaca artikel itu juga ya. Pembelajaran secara menyeluruh dapat membuka wawasan kita terhadap bagaimana menyikapi dan membuat proses pengendalian manajemen lebih holistik.
 
 


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - SPM 4 - Pusat Pertanggungjawaban

SPM 3-PERILAKU DALAM ORGANISASI

Setelah mempelajari bab ini, Anda akan dapat:
1.Mendefinisikan goal congruence / keselarasan tujuan
2.Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keselarasan tujuan
3.Mengetahui jenis-jenis organisasi
4.Menjelaskan fungsi controller




Materi Pembahasan:

1. Goal congruence / keselarasan tujuan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya keselarasan tujuan
3. Jenis-jenis organisasi
4. Fungsi controller

PERILAKU DALAM ORGANISASI


I. TUJUAN
Meskipun kita sering mengacu pada apa yang disebut sebagai tujuan-tujuan perusahaan, suatu perusahaan TIDAK PUNYA TUJUAN; hakekatnya perusahaan adalah satuan artifisial yang tidak punya pikiran maupun kemampuan mengambil keputusan sendiri.
Tujuan perusahaan ditentukan oleh pejabat utama eksekutif (CEO) perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan nasihat yang diberikan oleh para manajer senior lainnya; dan biasanya kemudian diratifikasi oleh dewan direktur.

Profitabilitas
Kapasitas untuk menghasilkan laba ditunjukkan, dalam arti yang luas dan sangat konsepsional, dalam persamaan yang merupakan produk dari dua rasio :
[(Pendapatan – Pengeluaran) / Pendapatan] x (Pendapatan / Investasi) = ROI

Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham
Kita meyakini bahwa dalam rangka mencapai tingkat laba yang memuaskan adalah cara yang lebh memadai dalam menetapkan tujuan perusahaan. Ada DUA alasan untuk itu :
1. Istilah “memaksimalkan” artinya adalah selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan.
2. Meskipun usaha mengoptimalkan nilai pemegang saham mungkin menjaditujuan utama, namun ini bukan berarti merupakan satu-satunya tujuan bagi banyak organisasi.

Risiko
- meraih laba kemauan manajemen untuk mengambil risiko.
- sangat bervariasi
- selalu ada batas maksimum

Pendekatan Multiple Stakeholder
- tiga jenis pasar terlibat dalam perusahaan
- pasar modal
- pasar produk
- pasar faktor

II. KESELARASAN TUJUAN (GOAL CONGRUENCE)
Tujuan utama sistem pengendalian manajemen adalah untuk memastikan (sejauh bisa ditetapkan) “keterpaduan tujuan” semaksimal mungkin.
Dalam melakukan evaluasi terhadap praktik-praktik pengendalian manajemen ada DUA pertanyaan penting yang harus dijawab :
1. Tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan oleh individu-individu terkait dalam mengedepankan kepentingan-kepentingan mereka masing-masing?
2. Apakah tindakan-tindakan tersebut bermanfaat bagiorganisasi perusahaan ?

III. FAKTOR INFORMAL YANG BERPENGARUH PADA PENCAPAIAN
KESELARASAN TUJUAN

Faktor-faktor Eksternal
adalah norma-norma tentang perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat, dimana organisasi perusahaan menjadi bagian daripadanya.
- etos kerja
- khas
Faktor-faktor Internal
- Budaya
- Gaya manajemen
- Organisasi informal
- Persepsi dan Komunikasi

IV. SISTEM PENGENDALIAN YANG BERSIFAT FORMAL

Aturan-aturan
Beberapa tipe aturan bisa dilihat di bawah ini :
- Pengendalian fisik
- Manual-manual
- Pengamanan Sistem
- Sistem Pengendalian Tugas



V. JENIS-JENIS ORGANISASI

Meskipun kualitas dan ukuran organisasi itu sangat bergam, setidaknya mereka bisa dikelompokkan ke dalam TIGA (3) kategori umum :
1. Struktur fungsional,
2. Struktur unit bisnis,
3. Struktur matriks.

Organisasi-organisasi Fungsional
Ada sejumlah kelemahan pada struktur fungsional :
1. dalam sebuah organisasi fungsional terdapat AMBIGUITAS dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah (seperti manajer produksi dan manager pemasaran) karena tiap-tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan sumbangan pada hasil akhirnya.
2. jika organisasi teridiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu fungsi yang pada gilirannya memberikan laporan ke sejumlah manajer pada level yang lebih tinggi pada fungsi tersebut, maka terjadilah perselisihan antara para manajer dari fungsi-fungsi berbeda yang hanya dapat dipecahkan pada tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari level organisasi yang lebih rendah.
3. struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.


Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi perusahaan unit bisnis dirancang untutk memecahkan problem-problem yang terdapat pada struktur organisasi fungsional.
Sebuah unit bisnis yang juga disebut sebagai DIVISI, bertanggungjawab bagi seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan pemasaran sebuah produk.
Keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis :
• ia bisa berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum.
• karena unit bisnis ini sangat dekat dengan pasar bagi produk-produknya daripada kantor pusat, maka manajer unit bisnis biasa membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran secara lebih masuk akal daripada yang diputuskan oleh kantor pusat dan unit bisnis inipun bisa memberikan reaksi terhadap ancaman-ancaman atau peluang baru secara cepat.

Kerugian dari unit bisnis ini :
• kemungkinan masing-masing unit bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan dalam sebuah organisasi fungsional, dikerjakan di kantor pusat.
• bahwa perselisihan yang terjadi diantara spesialis fungsional dalam organisasi perusahaan fungsional digantikan oleh perselisihan diantara unit-unit bisnis dalam organisasi perusahaan unit bisnis.
Implikasi terhadap Rancangan Sistem

VI. FUNGSI-FUNGSI PENGENDALI
Pengendali biasanya menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.
2. Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan (termasukk pengembalian pajak) kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.
3. Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laporan-laporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
4. Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian untuk menjamin validitas informasi, menetapkan pengamanan yang memadai terhadap pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit operasional.
5. Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi dalam pendidikan personel manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali.

Relasi ke Jajaran Organisasi
Fungsi pengendalian adalah FUNGSI STAF.


Setelah saya mengulas tentang artikel ini, ada baiknya bagi yang belum membaca tentang sifat pengendalian manajemen , juga terus membaca tentang cara untuk memahami strategi , perilaku dalam organisasi , dan Pusat Pertanggungjawaban , juga Pusat Laba serta tentunya Metode Harga Transfer , ada baiknya mengunjungi link2 di atas ya, karena di dalam sana ada tips2 menarik mengenai SPM. Pembelajaran secara menyeluruh dapat membuka wawasan kita terhadap bagaimana menyikapi dan membuat proses pengendalian manajemen lebih holistik.
 
 


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - SPM 3-PERILAKU DALAM ORGANISASI

22 August 2009

SPM 2-MEMAHAMI STRATEGI

Setelah mempelajari bab ini, Anda akan dapat:
1.Mendefinisikan tujuan organisasi, jenis-jenis tujuan organisasi
2.Memahami pengukuran tujuan keuangan organisasi dengan ROI, sebagai pengukuran profitabilitas
3.Mengetahui konsep strategi dan formulasi strategi
4.Menjelaskan strategi di tingkat korporat dan unit bisnis
5. Menjelaskan keunggulan bersaing unit bisnis



Materi Pembahasan:

1. Goals/ Tujuan organisasi
2.Konsep strategi
3.Strategi level korporat / kantor pusat
4.Strategi unit bisnis

A. Tujuan

Tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan dapat dikelompokkan menjadi tujuan finansial dan non-finansial / keuangan. Tujuan keuangan adalah untuk mendapatkan laba yang memuaskan bagi pemilik dan pihak-pihak yang terkait dengan organisasi. Sedangkan tujuan non keuangan dapat berupa, seperti menyediakan lapangan kerja, membantu pemerintah menghasilkan devisa, mensejahterakan masyarakat sekitar, memperbaiki lingkungan, dsb.

Profitabilitas
“Profitabilitas” mengacu pada laba dalam jangka panjang, bukan laba kuartal atau tahun berjalan. Banyak pengeluaran pada periode berjalan(misalnya,jumlah uang yang dikeluarkan untuk iklan atau penelitian dan pengembangan) mengurangi laba saat ini namun meningkatkan laba jangka panjang.
Sejumlah CEO hanya menekankan sebagian dari persamaan profitabilitas tersebut. Jack Welch, CEO dari General Electric Company, secara terus terang memfokuskan diri pada pendapatan; dia mengatakan bahwa General Electric jangan bergerak pada bidang bisnis yang tingkat pendapatan dari penjualannya tidak menempati posisi teratas atau setidaknya masuk dalam dua besar. Hal ini tidak berarti bahawa welch mengabaikan komponen –komponen lain dari persamaan tersebut.

Profitabilitas dapat dihitung dengan menggunakan formula Return on Investment ( ROI ), yaitu:
ROI = Laba operasi ( penjualan – beban) / Penjualan X Penjualan / Investasi
Laba operasi / Penjualan = Profit Margin
Penjualan / Investasi = Investment turnover (perputaran investasi).

Contoh:
Penjualan = Rp 1.000.000,--
Beban = Rp 800.000,--
Laba = Rp 200.000,-
Investasi = Rp 500.000,-

ROI = (Rp 200.000,- / Rp 1.000.000,- = 20 % ) X ( Rp 1.000.000,-- / Rp 500.000,-= 2X ) = 40 %.
Berdasar rumus ini, profitabilitas perusahaan akan meningkat apabila dua variabel dari rumus ROI tersebut semakin meningkat. Apabila profit margin meningkat dengan tingkat perputaran investasi yang konstan maka ROI akan semakin besar. Atau dengan profit margin yang sama tetapi perputaran investasi naik, maka ROI juga akan naik sehingga profitabilitas perusahaan menjadi semakin baik.

Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, istilah “nilai pemegang saham” (shareholder value) sering muncul dalam literatur bisnis. Konsepnya adalah tujuan yang semestinya bagi sebuah perusahaan yang mencari laba adalah memaksimalkan nilai pemegang saham. Akan tetapi diyakini bahwa mencapai tingkat laba yang memuaskan adalah cara yang lebih baik dalam menetapkan tujuan perusahaan. Ada dua alasan untuk itu.
Pertama, istilah “memaksimalkan” menyiratkan bahwa selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan.
Kedua, meskipun upaya mengoptimalkan nilai pemegang saham mungkin menjadi tujuan utama, namun ini bukan berarti merupakan satu – satunya tujuan bagi banyak organisasi.

Risiko
Tingkat pengambilan resiko sangat bervariasi, tergantung pada kepribadian atas masing – masing individu di jajaran manajemen. Akan tetapi selalu ada batas atas; sejumlah organisasi perusahaan secara terang – terangan menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajemen adalah menjaga aset – aset perusahaan, sedangkan profitabilitas menjadi tujuan kedua.

B. Konsep Strategi

Walaupun definisi berbeda satu sama lain, ada kesepakatan umum bahwa strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Setiap organisasi yang dikelola dengan baik mempunyai satu strategi atau lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit. Selebihnya dari bab ini membahas jenis – jenis umum strategi yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.
Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan: (1) strategi untuk organisasi keseluruhan, dan (2) strategi untuk unit bisnis dalam organisasi. Sekitar 85% dari perusahaan industri Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit bisnis dan sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.

Untuk menentukan strategi, biasanya perusahaan melakukan analisis yang disebut dengan SWOT Analysis, yaitu analisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan (threats). Berikut ini adalah bagan formulasi strategi dengan swot analysis.
























C. Strategi Tingkat Korporat
Strategi korporat adalah mengenai keberadaan di tengah – tengah bauran bisnis yang tepat. Pada tingkat korporat masalahnya adalah : (1) definisi bisnis dimana perusahaan akan berpartisipasi, dan (2) penguasaan sumber daya antarbisnis – bisnis tersebut. Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, dan bisnis yang diinvestasi (dijual).
Pada tingkat korporat, salah satu dimensi yang paling signifikan dimana konteks strategis berbeda adalah tingkat dan jenis diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan yang berbeda.

Ada 3 jenis strategi di level korporat, yaitu:
1. Single industry Firms, yaitu perusahaan akan berpartisipasi dalam bisnis tunggal, seperti yang diterapkan oleh MCDonalds, Ayam Bakar Wong Solo, Ayam Ny. Suharti.
2. Related Diversified Industry, yaitu perusahaan berpartisipasi dalam bisnis yang beragam tetapi masih saling terkait produk yang dihasilkan, misal, bisnis produk kesehatan, seperti Procter & Gamble’s, Unilever.
3. Un-Related Diversified Industry, yaitu perusahaan berpartisipasi dalam bisnis yang beragam yang tidak saling terkait antar produk yang dihasilkan, misalkan, usaha bank, asuransi, manufaktur, perdagangan, perkebunan, peternakan, hotel, dll.
Pemilihan strategi masing-masing di atas dapat mempengaruhi perancangan sistem pengendaliannya. Misal, dari segi organisasi, single industry akan berbeda dengan related diversified maupun un-related diversified indusrtry. Rancangan sistem pengendalian untuk berbagai strategi di atas akan dibahas khusus pada bab 13.

D. Strategi Unit Bisnis
Strategi unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan kompetitif dalam masing-masing industri yang telah dipiliholeh suatu perusahaan untuk berpartisipasi. Strategi unit bisnis tergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu (1) misinya dan (2) keunggulan kompetitifnya.

Misi Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan diversifikasi, salah satu tugas dari manajemen senior adalah mengalokasikan sumber daya, yakni membuat keputusan mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari beberapa unit bisnis untuk mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain. Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manajer tingkat korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Model-model ini menyarankan bahwa perusahaan memiliki unit-unit bisnis dalam beberapa kategori, yang diidentifikasi dengan misinya; strategi yang tepat untuk setiap kategori tentu berbeda.

Empat misi bisnis menurut Boston Consulting Group (BCG) dapat dijelaskan sebagai berikut:

Build
Misi ini menyiratkan suatu sasaran untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) dimana pertumbuhan pasar relatif tinggi, tetapi sumber kasnya rendah, sehingga penggunaan kasnya tinggi karena dana dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa pasar. Pangsa pasar sendiri dapat dihitung dengan cara membagi penjualan perusahaan pada tahun tertentu dengan total penjualan industri pada tahun tertentu, yang hasilnya adalah %

Hold
Misi strategik ini melindungi dan mempertahankan pangsa pasar unit bisnis dan posisi bersaingnya di pasar.

Harvest
Misi strategik ini mempunyai sasaran untuk maksimisasi laba jangka pendek dan arus kas. Dalam misi strategik ini, perusahaan telah mempunyai pangsa pasar yang tinggi walaupun dalam keadaan pertumbuhan industri yang relatif rendah.

Divest
Misi strategik ini mengindikasikan suatu keputusan untuk membubarkan bisnisnya atau melaui likuidasi perlahan-lahan atau penjualan unit bisnis ke lauar. Hal ini ditunjukkan oleh adanya suatu fakta perkembangan selama beberapa periode, di mana pangsa pasar yang selalu rendah sementara pertumbuhan pasar industrinya juga rendah, sehingga perusahaan tidak dapat tumbuh secara sehat dan menguntungkan. Dengan demikian, strategi yang memungkinkan adalah keluar dari bisnis yang dijalankan sekarang.

Keunggulan Kompetitif Unit Bisnis
Tiga pertanyaan yang saling berkaitan harus dipertimbangkan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif unit bisnis. Pertama, apa struktur industri di tempat unit bisnis beroperasi? Kedua, bagaimana unit bisnis seharusnya mengeksploitasi struktur industri? Ketiga, apa yang akan menjadi basis keunggulan kompetitif unit bisnis? Ada dua pendekatan sebagai bantuan dalam mengembangkan keunggulan kompetitif yang lebih superior dan berkesinambungan:

Analisis Industri
1. Intensitas persaingan diantara para pesaing yang ada
2. Daya tawar pelanggan
3. Daya tawar pemasok
4. Ancaman dari barang subtitusi
5. Ancaman pendatang baru yang masuk industri

Keunggulan Bersaing Generik
Menurut Porter, unit bisnis mempunyai cara generic untuk merespons terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yaitu biaya rendah dan differensiasi.

Biaya rendah
Kepemimpinan biaya dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala ekonomis dalam produksi, pengendalian biaya yang ketat dan minimalisasi biaya.




Differensiasi
Fokus utama strategi ini adalah melakukan differensiasi penawaran produk yang dihasilkan oleh unit bisnis, sehingga menciptakan sesuatu yang unik. Diferensiasi dapat dilakukan pada “brand loyalty” seperti coca cola di minuman ringan, product design dan features, keamanan, pelayanan, teknologi informasi, seperti pada produk HP electronic, mobil BMW, Mercedez, jam rolex, dsb.



Analisis rantai nilai
Secara teoritis, keunggulan kompetitif dipasar pada intinya berasal dari penyediaan nilai pelanggan lebih baik untuk biaya yang sama atau nilai pelanggan yang sama untuk biaya yang lebih rendah. Rantai keunggulan kompetitif tidak diperiksa secara berarti pada tingkat unit bisnis secara keseluruhan, namun memisahkan perusahaan kedalam kegiatan strategisnya yang berbeda.

Pertanyaan yang diarahkan pada aktivitas yang menambah nilai, seperti:
1. Dapatkah kita mengurangi biaya, sementara nilai / penghasilan konstan?
2. Dapatkah kita meningkatkan revenue pada aktivitas ini, sementara biaya konstan?
3. Dapatkah kita mengurangi asset pada aktivitas ini, sementara biaya dan penghasilan konstan?
4. Yang paling penting, apakah kita dapat melakukan point 1,2,3 secara bersama-sama?

Untuk meningkatkan nilai kepada pelanggan, maka setiap bagian yang dapat menciptakan nilai tambah harus dioptimalkan kinerjanya, seperti pada aktivitas pengembangan produk yang dilakukan pada bagian riset dan pengembangan, kemudian rancangan produk yang sesuai dengan harapan konsumen, bahan yang berkualitas, proses produksi dengan teknologi produksi yang efisien, pemasaran dan penjualan serta pelayanan kepada pelanggan. Untuk menciptakan nilai tambah, maka diperlukan kegiatan lain sebagai aktivitas pendukung, seperti kegiatan keuangan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.

"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - SPM 2-MEMAHAMI STRATEGI

20 August 2009

SPM 1-SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Materi Pembahasan:

1. Konsep dasar pengendalian
2. Sistem pengendalian
3. Unsur – unsur sistem pengendalian
4. Hubungan antara perencanaan dan pengendalian
5. Perbedaan formulasi strategi, pengendalian manajemen, dan pengendalian tugas
6. Kegiatan pengendalian manajemen
7. Dampak internet terhadap pengendalian manajemen




A. Konsep-Konsep Dasar

A.1. Pengendalian

Suatu organisasi juga harus dikendalikan; yaitu, harus ada perangkat – perangkat untuk memastikan bahwa tujuan strategis organisasi dapat tercapai.

Elemen – elemen sistem Pengendalian
1.Pelacak (detector) atau sensor yaitu suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
2.Penilai (assessor) yaitu suatu perangkat yang menentukan signifikansi dari peristiwa aktual dengan cara membandingkanya dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.
3. The Effector yaitu suatu perangkat (yang sering disebut dengan “umpan balik”) yangmengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
4.Jaringan komunikasi yaitu perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effector.



Penjelasan bagaimana elemen-elemen tersebut berfungsi:
Thermostat Komponen :
- Termometer (detector) mengukur suhu ruangan
- Assessor,membandingkan suhu ruangan dengan standar yang diterima mengenai suhu
yang seharusnya
- Effector,yang mendorong pemanas untuk memancarkan panas atau mengaktifkan
pendingin juga yang mematikan alat – alat ini ketika suhu ruangan telah sesuai dengan
suhu standar
- Jaringan komunikasi,meneruskan informasi dari termometer ke assessor dan dari
assessor ke elemen pemanas atau pendingin.

Suhu Tubuh
Hampir sebagian mamalia dilahirkan dengan standar mengenai suhu tubuh yang diinginkan. Elemen – elemen mekanisme pengendalian dengan mana tubuh berusaha untuk mempertahankan standar tersebut meliputi saraf sensorik (detector) yang tersebar di seluruh tubuh; hypothalamus yang berpusat di otak (assessor), yang membandingkan antara informasi yang diterima dari detector dengan suhu tubuh standar 98,6˚F; otot-otot dan organ tubuh , yang mengurangi suhu tubuh ketika melebihi suhu standar dan meningkatkan suhu tubuh ketika turun dibawah standar; sistem komunikasi yang menyeluruh dari jaringan saraf.

Pengendara Mobil
Anggaplah Anda sedang mengemudikan mobil di jalan raya dengan peraturan yang menetapkan kecepatan standar 65 mil per jam. Sistem pengendalian Anda bertindak sebagai berikut: (1) mata Anda (sensor) mengukur kecepatan aktual dengan cara mengamati spedometer; (2) otak Anda (assessor) membandingkan kecepatan aktual dengan kecepatan yang ditetapkan oleh hukum, dan mendeteksi adanya penyimpangan dari standar; (3) mengarahkan kaki Anda (effector) untuk melepas atau menekan pedal gas; (4) seperti pada pengaturan suhu tubuh, saraf Anda mengubah sistem komunikasi yang menyebarkan informasi dari mata ke otak dan dari otak ke kaki.

Manajemen
Suatu organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama – sama untuk mencapai tujuan bersama (dalam suatu organisasi bisnis tujuan utamanya adalah memperoleh tingkatan laba yang memuaskan). Organisasi dipimpin oleh satu hierarki manajer, dengan chief executive (CEO) pada posisi puncak, dan para manajer unit bisnis, departemen, bagian (section), dan subunit lainnya berada dibawah CEO dalam bagan organisasi. Proses pengendalian manajemen adalah proses di mana manajer di seluruh tingkatan memastikan bahwa orang – orang yang mereka awasi mengimplementasikan strategi yang dimaksudkan.

Perbandingan dengan Proses Pengendalian yang Lebih Sederhana
Proses pengendalian yang digunakan oleh manajer mengandung elemen pada sistem pengendalian yang lebih sederhana. Detector melaporkan apa yang sedang terjadi atas organisasi; assessor membandingkan informasi ini dengan keadaan yang diinginkan.
1.Tidak sama halnya dengan termostat atau sistem suhu tubuh, standar tidaklah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam proses ini, manajemen memutuskan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi, dan sebagian dari proses pengendalian adalah perbandingan antara pencapaian aktual dengan rencana – rencana ini.
2.Seperti halnya mengendalikan mobil, pengendalian manajemen tidaklah bersifat otomatis. Beberapa detector dalam organisasi mungkin adalah ahli mekanik, tetapi manajer seringkali mendeteksi informasi dengan mata, telinga, dan indra mereka sendiri. Manajer secara pribadi harus melakukan fungsi assessor, memutuskan bagi dirinya sendiri apakah perbedaan hasil aktual dengan standar cukup signifikan untuk membenarkan tindakan, dan jika demikian, tindakan apa yang akan diambil.
3.Tidak seperti pengendalian sebuah mobil yang merupakan suatu fungsi yang dilakukan oleh seorang individu, pengendalian manajemen memerlukan koordinasi antar individu. Pengendalian manajemen juga harus memastikan bahwa setiap bagian bekerja secara harmonis dengan bagian lainnya.
4.Koneksi dari diterimanya kebutuhan akan tindakan ke ditempatkanya tindakan yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan mungkin tidak jelas. Tidak seperti thermostat atau pengendara mobil , sistem pengendalian manajemen merupakan kotak hitam. Tidak dapat diketahui apa tindakan yang akan diambil oleh manajer tertentu ketika terjadi sebuah perbedaan yang sangat signifikan antara hasil aktual dengan hasil yang diharapkan, atau apa tindakan yang akan diambil orang lain sebagai respons terhadap tanda / sinyal dari manajernya. Sebaliknya, diketahui dengan pasti kapan thermostat memberikan tanda diperlukannya suatu tindakan dan apa tindakan yang akan dilakukan.
5.Banyak pengendalian manajemen bersifaty pengendalian diri sendiri, pengendalian tidak dilakukan oleh para manajer yang menggunakan penialaian mereka sendiri dan bukannya mengikuti instruksi yang diberikan oleh seorang atasan.


Sistem
Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau sekelompok aktifitas. Thermostat dan proses pengendalian suhu tubuh merupakan contoh sistem. Penting untuk disadari bahwa proses informal amat dipengaruhi oleh bagaimana cara sistem pengendalian formal organisasi dirancang dan dioperasikan.



B. Batas-Batas Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen terletak antara formulasi strategi dan pengendalian tugas dalam
beberapa hal. Formulasi strategi focus pada jangka panjangdan tidak sistematis. Sementara pengendalian tugas focus pada jangka pendek dan paling sistematis.

Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Beberapa aspek dari proses ini dijelaskan sebagai berikut.


Kegiatan Pengendalian Manajemen meliputi :
- Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.
- Mengkoordinasikan aktivitas – aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
- Mengomunikasikan informasi.
- Mengevaluasi informasi.
- Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
- Mempengaruhi orang – orang untuk mengubah perilaku mereka.
Pengendalian manajemen tidak berarti mengharuskan agar semua tindakan sesuai dengan rencana yang ditentukan sebelumnya, seperti anggaran. Rencana tersebut diformulasikan. Dengan kata lain, mematuhi anggaran tidaklah selalu baik, dan penyimpangan dari anggaran tidaklah selalu buruk.

Perangkat Penerapan Strategi

Sistem pengendalian manajemen membantu para manajer untuk menjalankan organisasi ke arah tujuan strategisnya. Dengan demikian, pengendalian manajemen terutama memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian manajemen merupakan satu –satunya perangkat manajer yang digunakan dalam mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Strategi juga di implementasikan melalui struktur organisasi, manajemensumber daya manusia (SDM), dan budayanya. Struktur organisasi menetapkan peranan, hubungan pelaporan, dan pembagian tanggung jawab yang membentuk pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Manajemen SDM merupakan kegiatan seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi, dan pemecatan karyawan guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi organisasi. Budaya mengacu pada sekelompok, sikap, dan norma umum yang secara eksplisit maupun implisit mengarahkan tindakan manajerial.

Tekanan Finansial dan Nonfinansial
Dimensi finansial memfokuskan pada hasil – hasil moneter, yaitu laba bersih pengembalian atas modal ( return on investment) , seterusnya. Tetapi sebenarnnya seluruh subunit organisasi memiliki tujuan nonfinansial, yaitu mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan semangat kerja karyawan.

Bantuan Dalam Mengembangkan Strategi Baru
Peranan utama pengendalian manajemen adalah untuk memastikan pelaksanaan strategi yang telah dipilih. Dalam industri berbeda dalam lingkungan yang cepat berubah, informasi pengendalian manajemen, terutama yang bersifat nonfinansial, juga dapat menyediakan dasar bagi pertimbangan strategi baru. Fungsi ini disebut sebagai pengendalian interaktif. Mengundang perhatian manajemen pada pengembangan baik negatif (misalnya kehilangan pangsa pasar) maupun positif (misalnya pembukaan pasar baru) yang menunjukan perlu adanya inisiatif strategi baru.

Perumusan Strategi
Formula strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan stretegi untuk mencapai tujuan – tujuan ini. Istilah tujuan digunakan untuk menggambarkan tujuan keseluruhan dari suatu organisasi, dan istilah sasaran untuk menggambarkan langkah – langkah khusus guna mancapai tujuan dalam kerangka waktu yang diberikan. Tujuan tidak memiliki jangka waktu;tujuan akan tetap ada hingga tujuan tersebut diubah. Strategi merupakan perencanaan yang besar dan penting. Strategi menetapkan secara umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior. Suatu keputusan dari satu pabrik mobil untuk memproduksi dan menjual mobil listrik akan menjadi suatu keputusan strategis. Sesungguhnya siapapun memiliki sebuah “gagasan cemerlang”, yang setelah dianalisis dan didiskusikan dapat menjadi dasar bagi strategi yang baru. Tanggung jawab lengkap dalam formulasi strategi seharusnya tidak pernah dibebankan kepada seseorang atau satu unit organisasi saja.

Perbedaan antara Formulasi Strategi dan Pengendalian Manajemen
Formulasi strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru; sementara pengendalian manajemen adalah proses implentasi strategi tersebut. Dari sudut pandang desain sistem, perbedaan yang paling penting antara formulasi strategi pada dasarnya tidaklah sistematis. Ancaman, kesempatan, dan gagasan baru tidak terjadi pada jangka waktu yang tetap; dengan demikian, keputusan strategis mungkin dapat dibuat kapan pun.

Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Pengendalian tugas berorientasi pada transaksi melibatkan kinerja dari tugas individual sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.
Banyak kegiatan pengendalian tugas yang bersifat ilmiah; yaitu, keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa kondisi di luar kendali kembali kondisi yang diinginkan dapat diprediksikan dalam menghasilkan produk, jumlah jam kerja karyawan, dan jumlah kas yang dikeluarkan.

Perbedaan Antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen
Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen adalah banyak sistem pengendalian tugas bersifat ilmiah, sementara pengendalian manajemen melibatkan perilaku para manajer, dan hal ini tidak dapat dinyatakan melalui persamaan – persamaan. Dalam pengendalian manajemen, para manajer berinteraksi dengan manajer lainnya dalam pengendalian tugas, manusia tidak terlibat sama sekali (sebagaimana dalam beberapa proses produksi yang terotomatis), atau interaksinya adalah antara seorang manajer dan nonmanajer. Dalam pengendalian manajemen, fokus terletak pada unit organisasional; sementara pada pengendalian tugas fokus terletak pada tugas spesifik dilakukan oleh unit – unit organisasional ini. Pengendalian manajemen berkaitan dengan aktivitas para manajer yang didefinisikan secara luas dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam kendala strategis secara umum. Pengendalian tugas berhubungan dengan tugas – tugas tertentu, yang sebagian besar membutuhkan sedikit atau tidak sama sekali pertimbangan untuk melaksanakannya.

Dampak Internet Terhadap Pengendalian Manajemen
Revolusi informasi dipercepat dengan ditemukannya komputer dan internet pada tahun 1990 an. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya teknologi internet dewasa ini.
Internet menyediakan manfaat utama yang tidak didapat dari telepon.
- Akses secara mudah dan cepat.
- Komunikasi multi – target.
- Komunikasi berbiaya rendah.
- Kemampuan menampilkan citra tertentu.
- Penggeseran kekuatan dan kendali kepada individu.


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran Online melalui Data Kuliah Online dan Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - SPM 1-SIFAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

14 August 2009

Tugas Analisis Primagama dan Pendirian Badan Hukumnya


Tentang Primagama

Primagama Masa Lalu
Niat baik untuk membimbing pelajar kelas 3 SMTA yang ingin memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah mendorong Purdi E. Chandra mendirikan lembaga bimbingan belajar, yang waktu itu lebih dikenal dengan lembaga bimbingan tes Primagama pada tanggal 10 Maret 1982. Niatan itu belakangan menjadi peluang untuk dikembangkan, karena Yogyakarta berstatus kota pelajar. Bahkan tak berlebihan bila dikatakan sebagai "Indonesia Mini". Peluang inilah yang lantas diolahnya. Kemudian catatan bilangan ternyata menunjuk pada angka 32.000-an siswa bergabung dengan Primagama setiap tahunnya, ini membuktikan pemikiran sederhana Purdi tidak meleset. Pasar memang butuh Primagama. Purdi dkk. memiliki keyakinan bahwa usaha bimbingan belajar akan terus berkembang karena pengguna jasa pendidikan memang memerlukan. Kalau masyarakat memang tidak butuh dan Primagama memaksakan diri untuk bergerak di bidang bimbingan belajar ini, maka tidak usah dilarangpun akan mati sendiri.
Keberadaan lembaga bimbingan belajar semakin kuat dengan hadirnya Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu hal yang ditekankan dalam UU Nomor 2 tahun 1989 adalah terkait dengan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan, yakni bahwa pada dasarnya beban penyelenggaraan pendidikan tidak saja dipikul oleh pemerintah saja, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat.
Pola kompetisi yang cukup ketat di Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dimana rata-rata yang diterima hanya berkisar 14-17% dari jumlah peserta tes seleksi masuk PTN dan kemampuan Primagama untuk mengantar sukses para siswa bimbingannya, menjadikan dimanapun Primagama membuka cabang segera mendapat respon bagus dari masyarakat. Guna memberikan dasar hukum yang kuat dalam Primagama berkiprah di dunia pendidikan luar sekolah, maka pada tahun ke-4 setelah berdiri dibentuklah Yayasan Primagama dengan akte notaris Daliso Rudianto, SH nomor 123 tahun 1985. Kemudian aspek hukum keberadaan Lembaga Pendidikan Primagama kian berakar kuat setelah mendapat ijin dari Depdikbud dengan SK No : 054/I 13/MS/Kpts/1999.
Lembaga Pendidikan Primagama adalah pemegang Hak Cipta dari Bimbingan Belajar "LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA" berdasarkan UU No. 6 tahun 1982 tentang Hak Cipta jo. UU No. 7 tahun 1987 tentang Perubahan Atas UU No. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta pada tanggal 3 Juli 1995 dan telah terdaftar di Direktorat Hak Cipta, Paten dan Merk dengan Nomor Pendaftaran 014127.
Dengan status yang jelas, maka Primagama sejak 1987 terus dikembangkan di kota-kota lain. Selama kurun waktu 1993 sampai tahun 1997 jumlah cabang telah bertambah menjadi 84 kantor cabang pembantu. Bila dirata-rata, pertahunnya ada penambahan 5-6 kantor cabang baru.
Kemudian pada tahun 1997/1998 ada penambahan secara spektakuler yakni penambahan sebanyak 69 kantor cabang pembantu. Total sampai Juli 2002 Primagama memiliki 189 kantor cabang mandiri dan 45 kantor cabang franchise yang tersebar di 83 kota di 27 propinsi (data per 1 Juli 2002).
Pesatnya perkembangan lembaga ini tidak terlepas dari : (1) kesungguhan pengelolanya; (2) kuatnya citra nama/merk Primagama sebagai sebuah lembaga bimbingan belajar; (3) kepercayaan yang tinggi oleh siswa, guru, sekolah pemerintah, pihak perusahaan dan masyarakat luas akan kualitas yang diberikan. (sumber data : Laporan Hasil Survey Departemen Pemasaran, Tahun Akademik 2000/2001).
Pertumbuhan omset Primagama rata-rata tiap tahun tidak pernah kurang dari 35% dibanding tahun sebelumnya. Sedang penguasaan pangsa pasar bimbingan belajar Primagama yang ada di 105 kota tersebut lebih dari 40% dari pasar riil, bahkan hampir di semua kota, posisi Primagama adalah sebagai pemimpin pasar atau market leader.
Tidak hanya jumlah cabang yang bertambah tapi program bimbinganpun juga makin beragam. Pada pertama kali lahir di tahun pelajaran 1982/1983 Primagama baru meluncurkan program bimbingan untuk siswa kelas 3 SMU dan privat. Perkembangan lembaga dan tuntutan masyarakat mendorong pengelola Primagama untuk membuka program bimbingan kelas 6 SD dan kelas 3 SMP pada tahun 1985, disusul kemudian program bimbingan kelas 1 dan 2 SMU, 1, 2 SLTP dan 5 SD pada tahun pelajaran 1992/1993, dan pada tahun 2000 dibuka Program Khusus 4 SD. Selain itu Primagama juga menyelenggarakan Bimbingan Belajar Singkat atau Paket.
Jumlah siswa pun yang pada tahun pelajaran 1981/1982 hanya 64 orang, sepuluh tahun kemudian tahun pelajaran1991/1992 siswa berjumlah 16.500 siswa. Dan pada 7 tahun terakhir ini pula (grafik) telah terjadi perkembangan jumlah siswa yang sangat bagus.
Primagama Masa Kini
Perkembangan Lembaga Pendidikan Primagama yang cukup pesat ini seiring dengan visi & misi yang telah ditetapkan manajemen. Pada umumnya visi perusahaan dihasilkan dari para pendiri perusahaan, yang tidak lain merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan dalam jangka panjang. Menjadi bimbingan belajar yang terbesar dan tersebar di seluruh Indonesia, sebagaimana visi Primagama, tentu tidak pernah lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh para siswa dan orangtua, serta masyarakat pada umumnya.
Adapun misi perusahaan "yang pada umumnya merupakan penjabaran dari perwujudan kepentingan stakeholder" di Primagama disusun sebagai berikut :
• Menjadi lembaga bimbingan belajar berskala nasional yang terdepan dalam prestasi (memenuhi kepentingan organisasi, pemilik & konsumen).
• Menjadi tempat karyawan untuk membangun kesejahteraan bersama dan bersama-sama membangun kesejahteraan (memenuhi kepentingan profesional).
• Menjadi perusahaan yang sanggup dijadikan mitra usaha yang handal dan terpercaya (memenuhi kepentingan organisasi & mitra usaha).
• Menjadi tempat bagi setiap insan untuk berkreasi, berkarya, dan mengembangkan diri (memenuhi kepentingan konsumen, profesional & pemilik).
• Menjadi aset pendidikan nasional dan kebanggaan masyarakat (memenuhi kepentingan pemerintah & masyarakat).
Keberadaan Primagama sebagai pendamping belajar siswa di luar sekolah sejalan dengan Undang-undang Sisdiknas 2003 pasal 26 ayat 1 “Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.” Sehingga keberadaan Lembaga Pendidikan Primagama sesuai dengan UU tersebut adalah sebagai penambah pendidikan formal di sekolah.


• PRIMAGAMA
Franchise Name: PRIMAGAMA
Franchise business type: Education, Training
Franchise Fee: Rp.75.000.000 - 1.000.000.000
Office Address
Primagama
PT. Primagama Bimbingan Belajar
Jl. Diponegoro no.89, Yogyakarta
Telp. 0274-520418; 548443 Fax. 0274-521482; 548443
Email: franchise_pg@yahoo.com
PRIMAGAMA adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah yang bergerak di bidang bimbingan belajar, didirikan tahun 1982, Merek terdaftar. Berkantor pusat di Jl. Diponegoro 89 Jogjakarta .
• FRANCHISE PRIMAGAMA
Ketentuan program kemitraan dengan pola waralaba atau franchise :
• Sistem Franchise Primagama adalah sistem pengembangan outlet Primagama dengan mitra secara mandiri yang telah membeli hak intelektual dengan membayar franchise fee untuk jangka waktu lima tahun dan membayar royalty fee sebesar 10% dari pendapatan kotor setiap bulan serta wajib mengikuti system dan prosedur pengoperasian Primagama.
• Franchisee sanggup menyediakan dana modal kerja yang cukup untuk biaya pengoperasian outlet dimaksud minimal untuk 6 bulan pertama.
• Pengoperasian cabang/outlet diserahkan sepenuhnya kepada franchisee, tetapi dengan standar pelayanan Primagama. Primagama akan memberikan SOP (standard Operating Procedure) sebagai pedonam operasionalisasi.
• Pengoperasian outlet bisa dilakukan dengan model Titip Kelola, dimana franchisee menyerahkan pengoperasian outlet kepada Manajemen Primagama. Manajemen Primagama akan memberikan laporan setiap bulan kepada franchisee. Model ini sangat tepat bagi investor yang posisi tinggalnya berjauhan dengan lokasi yang dipilih. Contoh: investor berdimisili di Jakarta mengambil outlet Manado .
• Pembelian sarana siswa (modul, dll) dapat dilakukan secara bertahap.
• Primagama mendukung pemasaran secara periodik melalui above the line media (iklan dan acara televisi, surat kabar, majalah dan tabloid nasional) serta perencanaan kegiatan pemasaran lokal dengan event dan media lokal.
• Jaminan pembukan outlet baru minimal berjarak 4,0 km
• Franchisee mendapat prioritas pertama untuk perpanjangan masa franchise lima tahun kedua pada outlet yang sama. Rencana perpanjangan harus sudah dikomunikasikan minimal 6 bulan sebelum masa perjanjian berakhir. Kinerja Franchisee selama masa kontrak akan menjadi pertimbangan.
MODEL FRANCHISE
KETENTUAN FRANCHISE NEW OUTLET
• Franchise fee Primagama untuk satu outlet adalah sebesar antara Rp. 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) – Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) untuk lima tahun. Sesuai wilayah pembuka cabang.(sesuai ketentuan penjualan franchise).
• Membayar biaya survey sebesar Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) untuk pulau Jawa dan minimal Rp.3.500.000,- (tiga juta rupiah) atau sejumlah harga tiket dan akomodasi untuk 2 hari, untuk wilayah luar Jawa.
• Franchisee sanggup menyediakan tempat yang representative di lokasi strategis yang bisa di set-up menjadi 6 ruang kelas (luas per kelas minimal 20 m2) dan beberapa ruang pendukung operasional lainnya seperti front office, ruang administrator, ruang pengajar dll.
• Ada pembekalan bagi franchisee/investor dan Kepala Cabang yang direkrut oleh pihak franchisee.
• Franchisee dapat meminta bantuan Kepala Cabang dari franchisor (Primagama) untuk memulai usahanya dengan minimal evaluasi 1 (satu) tahun apabila tidak merekrut kepala cabang sendiri.
• Rekruitmen dan training SDM profesional (karyawan dan pengajar / tentor) dilakukan oleh franchisee dan akan dibantu Manajemen Primagama atas biaya franchisee
• Diberikan starter kit berupa program kerja, SOP, sarana/prasarana akademik dan pemasaran standar awal.


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran TOEFL Online melalui Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Tugas Analisis Primagama dan Pendirian Badan Hukumnya

02 August 2009

Cara Profesi dan Masyarakat Mendorong Tindakan Akuntan Publik Berkualitas Tinggi

Sebelum kita membahas prinsip-prinsip etika dalam audit, ada baiknya melihat tujuan audit, kewajiban etika.
Bagi yang belum mendownload materi slide presentasi dalam bentuk power point, tentang auditing 1 atau 2, silakan download slide auditing.


Prinsip – prinsip Etika
1.Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional, para anggota harus berusaha menjadi professional yang peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh aktivitas mereka.

2.Kepentingan Publik
Para anggota harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat melayani kepentingan public, menghargai kepercayaan public, serta menunjukkan komitmennya pada profesionalisme.

3.Integritas
Mempertahankan dan memperluas keyakinan public, para anggota harus menunjukkan seluruh tanggung jawab professionalnya dengan tingkat integritas tertinggi.

4.Objektivitas dan Independensi
Anggota harus mempertahankan objektivitas dan terbebas dari konflik antar kepentingan – kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya.

5.Due Care
Seorang anggota harus selalu memperhatikan standar teknik dan etika profesi selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas jasa yang diberikannya, serta melaksanakan tanggung jawab professional sesuai dengan kemampuan terbaiknya.

6.Lingkup dan Sifat Jasa
Anggota yang berpraktek bagi public harus memperhatikan prinsip – prinsip pada Kode Etik Profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakannya.



Interpretasi Peraturan Etika
Divisi Etika Profesional AICPA menyiapkan setiap interpretasi berdasarkan pada consensus komite yang anggota utamanya terdiri dari para praktisi akuntan public. Rangkaian interpretasi ini secara formal tidak harus dipatuhi, tetapi penyimpangan dari rangkaian interpretasi ini akan menimbulkan kesulitan jika tidak mustahil bagi seorang praktisi untuk menyampaikannya dalam dengar pendapat disipliner. Rangkaian interpretasi terpenting akan dibahas sebagai bagian dari setiap bagian peraturan etika.

Kaidah Etika
Kaidah adalah rangkaian penjelasan oleh komite eksekutif pada divisi etika professional tentang situasi spesifik yang nyata (specific factual circumstances), dipublikasikan dalam versi lengkap dari Kode Etik Profesional.

INDEPENDENSI
Independensi dalam audit berarti mengambil sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan ujian audit, mengevaluasi hasilnya, dan membuat laporan audit. Independensi ada dua yaitu : independensi dalam fakta dan independensi dalam penampilan. Independensi dalam fakta hadir saat auditor benar – benar mempertahankan perilaku yang tidak bias di sepanjang audit. Sedangkan independensi dalam penampilan adalah hasil dari interpretasi lainnya dari independensi ini.


Revisi dari Persyaratan Indepndensi Auditor SEC
•Kepentingan Kepemilikan
Aturan baru melarang kepemilikan untuk orang – orang yang tercakup dan keluarga dekat mereka, termasuk (a) anggota dari tim penugasan audit, (b) mereka yang dalam posisi mempengaruhi penugasan audit dalam rangkaian komando perusahaan, (c) rekanan dan para manajer yang memberikan lebih dari 10 jam jasa non audit kepada klien, dan (d) rekanan dalam kantor rekanan yang terutama bertanggung jawab untuk penugasan audit.
•TI dan Jasa Nonaudit Lainnya
Aturan baru mengidentifikasikan jasa non audit yang mengganggu independensi kecuali kondisi tertentu dipenuhi, sebagai tambahan untuk mengkodekan batasan sebelumnya, seperti batasan memberikan jasa pembukuan untuk seorang klien. Tujuan dari pembatasan itu adlah untuk mencegah auditor dari melayani dalam sebuah fungsi manajemen atau berada dalam posisi dimana kantor audit mengaudit pekerjaannya sendiri.

Dewan Standar Independen
Dewan standar independen disebut juga Independence Standards Board (ISB), sebuah badan sector swasta, telah dibentuk tahun 1997 untuk memberikan rangka kerja konseptual bagi masalah independensi yang berhubungan dengan audit perusahaan public. ISB didirikan dibawah perjanjian antara SEC dan AICPA.
Syarat dewan standar independent sebagai berikut :
1.Komite Audit
Adalah sejumlah anggota terpilih dari dewan direksi sebuah perusahaan yang tanggung jawabnya membantu auditor untuk tetap independent dari manajemen.
2.Berbelanja untuk Prinsip – Prinsip Akuntansi
3.Persetujuan Auditor oleh Pemegang Saham
Walaupun tidak diharuskan oleh AICPA atau SEC, makin banyak perusahaan yang meminta pemegang saham untuk menyetujui pemilihan kantor akuntan public baru atau melanjutkan kantor yang ada sekarang.

4.Penugasan dan Pembayaran Fee Audit oleh Manajemen
Alternatif penugasan akuntan public dan pembayaran fee audit oleh manajemen barangkali adalah penggunaan baik auditor pemerintah atau seperti pemerintah. Semua hal telah diperhatikan, bias dipertanyakan apakah fungsi audit akan dilaksanakan dengan lebih baik atau lebih murah oleh sektor publik.

"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.

Kamu juga bisa menikmati pembelajaran TOEFL Online melalui Belajar TOEFL Online
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Cara Profesi dan Masyarakat Mendorong Tindakan Akuntan Publik Berkualitas Tinggi

Artikel NgeTOP

DataKuliah

Komentar Teranyar

My Profile

Seseorang yang mau berbagi seputar dunia akuntansi, manajemen, blogging tips; yang nantinya dapat digunakan bagi rekan-rekan sekalian guna referensi belajar, skripsi, bahan / tugas kuliah.
Semoga dapat membantu...! Share FIRST, Take LATER..!!!
Bagi rekan yang mau mengetahui tentang saya, silakan ke halaman About Me.

  ©Updated by Download Soal dan Materi Kuliah Online | SEO Company UK | Watch Free Movies Online

TOPO