27 July 2009

Mau Duit Asli dari Facebook...? Online-Online...

http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=1190021500
Klik link ini untuk mengumpulkan uang receh...

Q : Apa itu aplikasi Bagi-Bagi ?
A : Adalah jaringan media periklanan yang mempertemukan antar pemasang iklan (advertiser) dan pembacanya. Simpelnya adalah, Kita di bayar untuk membaca iklan atau menjawab iklan yang di tayangkan.
Bila Kita memasang iklan di sini, maka iklan Kita akan di baca dengan antusias oleh pengguna aplikasi ini yang sampai saat ini berjumlah 2,639 orang.
Q : Siapa target pengguna aplikasi ini?
A : Para pemasang iklan online (Advertiser) dan para pengguna facebook (FBers) yang menginginkan penghasilan tambahan.
Q : Dapatkah saya bertindak sebagai pemasang iklan (advertiser) dan juga sebagai pembaca iklan?
A : Tentu saja, Kita dapat berperan sebagai keduanya.
Q : Apa keuntungan pemasang iklan (Advertiser) di sini di bandingkan di tempat lain?
A: Di sini iklan Kita tidak hanya sekedar di klik saja oleh pembacanya namun akan di jawab dan di baca dengan antusias oleh pengguna aplikasi ini.
Q : Mengapa mereka begitu antusias membaca iklan saya?
A: Karena di sini para pembaca (FBers) mendapatkan komisi setiap iklan yang mereka baca atau jawab.
Q : Saya melihat istilah 'Click Ads' dan 'Qads', apa maksudnya?
A: Click Ads adalah tipe iklan click, artinya pembaca meng-klik link iklan yang di tayangkan. Pembaca medapatkan komisi.
Qads adalah tipe iklan yang mengandung pertanyaan / quiz. Pembaca di haruskan menjawab pertanyaan terlebih dahulu, bila benar pembaca akan mendapatkan komisi.
Q: Dapatkah saya mendapatkan komisi lebih banyak dengan meng-klik atau menjawab iklan yang sama berkali-kali?
A: Tidak Dapat! komisi / point yang sah hanya di hitung satu kali saja! klik selanjutnya tidak akan di perhitungkan.
Q: Apa yang dapat saya lakukan untuk mendapat lebih banyak komisi?
A: Kita boleh mengundang teman-teman, mereka akan berada di dalam jaringan Kita . Kedalaman level jaringan hanya berlaku sampai dengan 3 tingkat di bawah. Misalkan Kita mempunyai jaringan level 1 sebanyak 10 orang, jaringan level 2 sebanyak 100 orang dan level 3 sebanyak 1000 orang, maka total jaringan di bawah Kita sebanyak 1110 orang.
Q: Bagaimana caranya saya mengundang teman-teman agar mereka bergabung di bawah saya?
Gunakan tombol share atau link di bawah ini untuk mengundang teman-teman Kita

http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=1190021500
(kamu bisa copy code ini dan tambahkan di status kamu, apalagi kamu yang gemar facebook...) so, your friends can join this... OK...

Q : ini MLM atau money game yah? ogah ah!
A : Kita tidak perlu keluar uang untuk menggunakan aplikasi ini, kecuali bila Kita ingin memasang iklan (Advertiser). Yang Kita lakukan adalah, gunakan aplikasi, duduk, perhatikan iklan-iklan yang ada, klik iklan atau jawab pertanyaan iklan yang ada. Komisi berupa point akan langsung ter-kredit ke account Kita.
Q : Point dari mana? bisa saya uangkan?
A: Ya, point bisa anda uangkan. Nilai 1 point seharga Rp 1.000,- bila point Anda mencapai syarat minimum transfer bank (di BCA sebesar Rp 10.000,-) atau 10 point, maka uang sebesar Rp 10.000,- akan di transfer melalui BANK. Jangan lupa, segera update nama bank dan nomer rekening bank Kita. Point datang dari Advertiser. Ketika Kita menjawab atau klik iklan milik Advertiser maka point akan di distribusikan kepada Kita dan upline-upline Kita.
Q : Bisa tolong jelaskan lebih detail
A : Misalkan Advertiser memasang iklan sebesar (20 point) atau Rp 20.000,- kepada Admin. Jumlah point tersebut untuk sebanyak (Rp 20.000 / Rp 500 ) = 40 orang yang iklannya (termasuk Anda). Jadi 1 kali klik Uniq Facebooker senilai Rp 500,- yang akan dibagikan sebagai berikut:

untuk Kita Rp 150,-
untuk upline level 1 Rp 60,-
untuk upline level 2 Rp 50,-
untuk upline level 3 Rp 40,-

Jadi bila Anda klik 10 iklan maka Anda akan mendapat (Rp 150,- x 10 iklan) = Rp 1500,-
Q: Dengan sistem jaringan, apakah tidak akan menguntungkan bagi yang join lebih dahulu?
A : Belum tentu yang bergabung duluan akan lebih sukses di banding join belakangan. Di sini di terapkan beberapa aturan misalnya:
• Kedalaman level hanya 3 tingkat di bawah Anda. Sangat mungkin terjadi misalnya total downline yang Anda miliki 100 orang, namun ada downline level 3 anda yang aktif dan mempunyai total dowline 1000 orang, ini mungkin saja terjadi
• Bila pengguna dalam rentang waktu tertentu tidak aktif menggunakan aplikasi ini maka para downlinenya akan di by pass ke upline level 1 di atasnya. Namun namanya tidak akan di hapus dan point-point yang telah di kumpulkan masih tetap ada.
Q: Berapa jumlah point yang saya miliki sampai detik ini?
A: Point milik Kita sampai detik ini adalah. 0,21 atau sama dengan Rp 210,00
Q: Sebentar...... saya kok masih ragu-ragu nih... ini tipu-tipuan? benar di bayar nggak sih?
A: Kemungkinan terburuknya adalah bila tidak ada Advertiser yang pasang iklan di sini. Berarti tidak ada iklan yang akan di tayangkan dan Anda sebagai pengguna tidak mendapatkan point. Anda akan mendapatkan catatan detail point yang telah Anda terima, bila point anda telah mencapai syarat minimum transfer bank sekitar Rp 10.000,- (10 point) maka akan segera di transfer, dan point Anda akan berkurang sejumlah nilai transfer.
Q : Hm... saya masih kurang sreg dengan 'jaringan', kesan-nya kok gimana yah?
A: Seperti MLM, skema ponzi, piramid, money game, arisan uang, bisnis 5 ember yah? Wajar bila Kita bersikap curiga. Di sini Kita tidak perlu keluar uang. No Risk! Makin banyak pengguna aplikasi ini, mudah-mudahan menarik (ADVERTISER) untuk memasang iklan di sini. Makin banyak dana yang di keluarkan advertiser untuk memasang iklan, makin banyak juga potensi komisi yang dapat Kita raih, itulah makanya aplikasi ini di beri nama "Bagi-Bagi", berbagi keuntungan :-)
Q: Apa itu iklan yang expired?
A: Ini adalah iklan yang sudah habis masa tayang / publikasi. Pemasang iklan (Advertiser) membayar sejumlah uang kepada pengelola, misalkan Rp 100.000,- Ini untuk 200 orang. Jadi 1 orang yang klik bernilai Rp 100 ribu / 200 orang = Rp 500. Uang 500 ini di distribusikan kepada:
Pengelola (Rp 200,-)
Anda, Kita (Rp 150,-)
Upline Level 1 (Rp 60,-)
Upline Level 2 (Rp 50,-)
Upline Level 3 (Rp 40,-)

Iklan ini akan mencapai expire bila sudah ada 200 orang yang menjawab atau meng-klik iklan ini. Automatis, iklan ini akan masuk ke dalam status "Expired".
Q: Apakah iklan yang expired bisa di perpanjang oleh Advertiser?
A: Ya, tentu saja. Bila Kita sebagai pemasang iklan (advertiser), Kita dapat memperpanjang iklan yang anda miliki. Bagusnya lagi... orang2 yang telah pernah menjawab / klik iklan Kita tidak akan di perhitungkan pointnya alias point mereka tidak akan bertambah. Contohnya, Kita membeli iklan untuk 200 orang seharga Rp 100.000,- Bila iklan ini telah mencapai expired, kemudian Kita hendak memperpanjang untuk 200 orang lagi, untuk iklan yang sama, maka Kita hanyalah transfer uang kembali kepada admin sebesar 100 ribu untuk 200 orang lagi dan ini tidak termasuk 200 orang kemarin yang sama yang telah membaca / menjawab iklan Kita.
Q: Apakah efektif memasang iklan di sini?
A: Tentu saja, dengan jumlah pengguna aplikasi sampai saat ini sebesar 2,639 orang, mereka akan selalu menunggu-nunggu iklan dari Kita. Saran saya, untuk mempromosikan website/ produk/ jasa Kita, gunakan pertanyaan yang agak sulit, sehingga pembaca memang akan serius mempelajari website/ produk/ jasa dari Kita. Bila perlu, bila Kita mengiklankan website, berikanlah jawaban bila pembaca telah register dahulu di website Kita itu. DAN, jawaban dan pertanyaan bisa sesuka hati Kita sebagai advertiser merubahnya, ini mencegah... ada yang membocorkan jawaban kepada downline-downlinenya :-)




"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Mau Duit Asli dari Facebook...? Online-Online...

04 July 2009

GLOBALISASI EKONOMI DAN BISNIS INTERNASIONAL

PENDAHULUAN


Globalisasi telah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindarkan dalam dunia bisnis. Perekonomia dunia semakin terbuka dan mengarah pada suatu kesatuan global. Lalu lintas barang dan jasa telah melewati batas-batas negara. Barang dan jasa yang diproduksi tidah hanya dikonsumsi oleh negera tersebbut, namun sudah dikonsumsi oleh negara-negara lain.


Globalisasi telah membuat batas-batas geografis dan teritorial suatu negara menjadi semakin kabur. Globalisasi dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi saling tergantung dalam jaringan internasional meliputi transportasi, distribusi, komunikasi, dan ekonomi yang melampaui garis batas teritorial negara. Kegiatan produksi dan konsumsi sudah menjadi suatu “kegiatan bersama” di muka bumi ini.


Globalisasi ekonomi membuat proses produksi dan konsumsi barang dan jasa menjadi suatu “kerja internasional” yang melibatkan banyak negara. Dalam memproduksi barang, suatu negara memerlukan banyak sumberdaya yang diperolehnya dari berbagai negara. Pertimbangan yang dipakai dalam mencari berbagai sumberdaya adalah pertimbangan ekonomis.


Salah satu bentuk globaliasasi ekonomi adalah tumbuhnya bisnis dalam skala global. Dewasa ini, perusahaan-perusahaan berskala multinasional yang memiliki jaringan bisnis global berkembang semakin banyak. Perusahaan-perusahaan seperti IBM, Coca Cola, Philip Morris, Sony, Toyota, General Motor, DHL, UPS, Caltex, adalah beberapa perusahaan yang beroperasi di banyak negara. Setelah berhasil mengembangkan bisnis di negara asal, mereka kemudian melebarkab bisnisnya memasuki pasar global.


Pada posisi lain, globalisasi dapat dipandang sebagai ancaman bagi perekonomian suatu negara. Perusahaan-perusahaan multinasional tersebut dianggap memiliki daya saing yang lebih kuat dibandingkan perusahaan nasional. Perusahaan multinasional pada umumnya memiliki keunggulan sumberdaya manusia, teknologi, dan modal yang sulit ditandingi perusahaan lokal. Dkhawatirkan ekspansi perusahaan multinasional akan dapat mematikan industri dalam negeri. Kondisi tersebut menimbulkan pro-kontra yang panjang diantara pelaku-pelaku ekonomi.


Para pendukung globalisasi berpendapat bahwa dengan tidak adanya hambatan perdagangan internasional, akan membawa kemakmuran bagi perekonomian dunia. Negara-negara di dunia akan terspesialisasi untuk membuat produk yang paling ekonomis. Negara yang secara ekonomis tidak memungkinkan memproduksi suatu barang dengan murah, tidak perlu memproduksi barang tersebut. Pada akhirnya konsumen dunia yang akan diuntungkan karena memperoleh produk dengan harga yang paling murah.


Para penantang atau penghambat globalisasi berpendapat bahwa globalisasi membawa implikasi timbulnya perdagangan bebas. Perdagangan bebas dipandang dapat mematikan perusahaan domestik. Banyaknya perusahaan lokal yang bangkrut akan memnyebabkan bertambahnya pengangguran dan menurunnya daya beli konsumen. Konsumen pun tidak akan mampu membeli barang-barng kebutuhannya. Pada titik ini globalisasi dipandang berdampak negatif.


Pada akhirnya, sudah tidak ada lagi negara yang dapat bertahan hidup dalam mencukupi kebutuhannya sendiri jika negara tersebut mengabaikan sektor luar negeri. Globalisasi ekonomi telah dipandang sebagai fakta yang tidak dapat dihindari oleh semua negara di dunia. Kesiapan negara-negara di dunia dalam menghadapi era globaliasasi akan menentukan ‘ survive ' tidaknya ekonomi suatu negara.


 


PENDORONG GLOBALISASI


Globalisasi adalah suatu proses sosial dan budaya yang dimulai dengan berinteraksinya suatu bangsa dengan bangsa lain. Interaksi sosial buadaya tersebut membawa pengaruh bagi bangsa-bangsa di dunia. Kebudayaan suatu bangsa menyerap berbagai pengaruh kebudayaan lain. Terjadi banyak penyerapan atas unsur-unsur budaya seperti nilai, adat istiadat, kebiasaan, kesenian, dan bahasa dalam suatu kebudayaan. Saat ini fenomena globalisasi mengalami proses percepatan, bangsa-bangsa di dunia saling berinteraksi dan bertukar kebudayaan.


Proses globalisasi mengalami perkembangan yang amat cepat karena adanya dorongan-dorongan sebagai berikut :


Dorongan Pasar


Pasar dunia merupakan pasar yang amat besar. Banyak perusahaan berlomba untuk meperebutkannya. Perusahaan-perusahaan tersebut mengabaikan batas-batas negara dalam operasinya. Banyak anak perusahaan, saluran pemasaran global dan regional didirikan untuk ekspansi pasar. Upaya tersebut didukung strategi pemasaran global untuk memenuhi permintaan pasar global.


Dorongan Biaya


Perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara global sudah tidak lagi mempertimbangkan faktor geografis dalam bisnisnya. Mereka lebih tertarik untuk mencari faktor-faktor produksi yang memberikan ongkos yang paling murah. Penguasaan atas sumberdaya yang murah memungkinkan mereka untuk bersaing dalam persaingan global


Dorongan Pemerintah


Proses globalisasi semakin cepat dengan adanya perjanjian internasional untuk melakukan liberalisasi perdagangan internasional, seperti GATT, WTO, NAFTA, AFTA, APEC, dan Masyarakat Uni-Eropa, semakin memberikan fasilitas bagi globalisasi. Pemerintah-pemerintah di dunia memiliki kepentingan untuk memajukan perekonomiannya dan berupaya untuk mengikuti trend perdagangan bebas agar perekonomiannya maju dan tidak terkucil.


Dorongan Persaingan


Perluasan jaringan global antar industri terkait berlangsung sangat cepat. Persaingan bisnis global dari tahun ke tahun semakin ketat.

Perusahaan yang berupaya memasuki bisnis global semakin bertambah banyak. Untuk memenangkan persaingan, beberapa perusahaan mencoba membetuk kerja sama demi mengalahkan pesaingnya, dikenal dengan aliansi startegis.


Dorongan Lain


Proses globalisasi tidak akan mengalami percepatan apabila tidak ditunjang teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi dewasa ini membuat komunikasi antarwilayah menjadi lebih cepat, on-line , mudah, luas, dan handal. Perangkat-perangkat komunikasi seperti PC, internet, facsimile machines , handphone , satelit, dan jaringan serat optik, memungkinkan kemudahan arus informasi antar belahan bumi.


 


FAKTOR-FAKTOR GLOBALISASI


Globalisasi memiliki tiga faktor utama, yaitu :


Kedekatan ( proximity )


Kemajuan teknologi membuat dunia seperti mengecil. Jarak antara satu tempat dengan tempat lain serasa semakin dekat, seolah-olah sma. Dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis, manajer tidak harus mendatangi tempat-tempat yang jauh untuk bertemu rekan bisnisnya atau mencari informasi tertentu. Informasi dapat dikumpulkan secara cepat dan real time dari berbagai penjuru dunia, dari berbagai pusat bisnis seperti Jakarta, Singapura, Hongkong, dan New York. Mereka juga dapat saling bertatap muka secara langsung dengan mitra bisnisnya di belahan bumi lain melalui teknologi teleconference dan internet.


Lokasi ( location )


Dalam era globalisasi, organisasi memilih lokasi usaha (operasi) di berbagai tempat di dunia. Perusahaan mungkin memiliki unit usaha yang terpisah-pisah guna memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya melalui penciptaan sinergi di antara unit-unit yang ada.


Sikap ( attitudes )


Globalisasi juga menyangkut sikap yang terbuka terhadap praktek manajemen secara internasional. Sikap ini mengkombinasikan kehati-hatian tentang “dunia” di luar negeri (asal) yang memiliki perbedaan dan kemauan untuk mengembangkan kemampuan memasuki ekonomi global.


KONSEP DALAM BISNIS INTERNASIONAL


Neraca Perdagangan ( Balance of Trade )


Balance of Trade adalah perbedaan antara nilai ekspor dengan nilai impor suatu negara (dalam satuan moneter). Apabila nilai ekspor suatu negara melebihi nilai impor maka terjadi surplus perdagangan, dan negara tersebut memiliki neraca perdagangan yang favorable (disukai). Sebaliknya, apabila nilai impor melebihi nilai ekspor maka terjadi defisit perdagangan, dan negara tersebut memiliki neraca yang unavorable (kurang disukai).


Neraca Pembayaran ( Balance of Payments )


Keseimbangan neraca barang dan jasa akan berpengaruh terhadap neraca pembayaran ( Balance of Payments ). Neraca pembayaran adalah perbedaan anatara total pembayaran ( total payments ) pada negara lain dan total penerimaan ( total receipts ) dari negara lain.


Nilai Tukar ( Exchange Rate )


Setiap negara di dunia memiliki mata uang ( currency ) sendiri. Apabila terjadi perdagangan antarnegara, masing-masing negara tidak dapat menggunakan mata uangnya sendiri. Mata uang tersebut harus dikonversikan ke dalam mata uang negara lain agar perdagangan daoat berlangsung. Nilai tukar mata uang suatu negara apabila ditukarkan dengan mata uang negara lain disebut sebagai “kurs”.


Keunggulan Absolut dan Keuntungan Komparatif


Keuntungan absolut ( absolute advantage ) terjadi apabila negara dapat memonopoli suatu produk atau dapat memproduksi dengan biaya produksi terendah ( lowest cost ). Keuntungan komparatif ( comparative advantage ) terjadi apabila negara dapat memproduksi suatu barang atau jasa lebih baik daripada negara lain. Suatu negara akan melakukan ekspor apabila ia memproduksi secara lebih baik dibanding negara lain.


 


 


 


DAFTAR PUSTAKA


 


 


Gugup Kismono., Bisnis Pengantar , Cet 1, BPFE-Yogyakarta, 2001.


Jeff Madura., Pengantar Bisnis, Salemba Empat, 2001.


Basu Swastha, Dr., SE., MBA., Ibnu Sukotjo W., SE., Pengantar Bisnis Modern (Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern) , Liberty, Yogyakarta, 1999.


 


 






"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - GLOBALISASI EKONOMI DAN BISNIS INTERNASIONAL

Management - Art to Control People

Management in all business and human organization activity is simply the act of getting people together to accomplish desired goals and objectives. Management comprises planning, organizing, staffing, leading or directing, and controlling an organization (a group of one or more people or entities) or effort for the purpose of accomplishing a goal. Resourcing encompasses the deployment and manipulation of human resources, financial resources, technological resources, and natural resources.

Management can also refer to the person or people who perform the act(s) of management.



Apa sich itu Manajemen...?
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.


Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.


Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.


Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.


Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.


Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.



"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.
Thx.
Best Regards: Setiawantw

READ MORE - Management - Art to Control People

Accounting dan Literaturnya

Accountancy or accounting is the art of communicating financial information about a business entity to users such as shareholders and managers. The communication is generally in the form of financial statements that show in money terms the economic resources under the control of management.


Such financial information is primarily used by managers, lenders, investors, tax authorities, regulators, and other decision makers to make resource allocation decisions between and within companies, organizations, and public agencies. It involves the process of recording, verifying, and reporting of the value of assets, liabilities, income, and expenses in the books of account (ledger) to which debit and credit entries (recognizing transactions) are chronologically posted to record changes in value (see bookkeeping). Accounting has also been defined by the AICPA as "The art of recording, classifying, and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactions and events which are, in part at least, of financial character, and interpreting the results of that..



Kantor akuntan the Big Four merupakan kantor akuntan internasional terbesar di dunia yang terdiri dari:

* PricewaterhouseCoopers

* Deloitte

* Ernst & Young

* KPMG


Kalau ditelusuri, sejarah keempat kantor akuntan terbesar tersebut berasal dari Eropa, yang sampai saat ini terbentuk dari serangkaian panjang penggabungan usaha. PricewaterhouseCoopers dan Deloitte didirikan di Inggris. Ernst & Young didirikan oleh seorang akuntan dari Skotlandia. KPMG merupakan produk gabungan dari dua kantor besar dari Belgia dan Belanda. Namun, karena pengaruh ekonomi Amerika Serikat yang sangat dominan, kantor-kantor cabang the Big Four yang berlokasi di Amerika Serikat selalu berhasil memperoleh penghasilan yang lebih besar dibanding dengan gabungan kantor-kantor cabangnya seluruh dunia.


Sebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya, ada lima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five. Sejak pemisahan bisnis jasa atestasi Arthur Andersen, di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMG sedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche, Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. Sebelumnya, pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenal sebagai the Big Six dan the Big Eight.




"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - Accounting dan Literaturnya

BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS

PENGERTIAN ORGANISASI BISNIS
ApA yAnG dimAksUd linGkunGan biSniS??

Dalam masyarakat yang makin bergerak maju, organisasi harus dikelola secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, dalam rangka mencapai tujuan, peran organisasi yang optimal sangat dibutuhkan. Pada dasarnya, organisasi yang mengelola interaksi masyarakat dapat dibedakan menjadi organisasi profit dan non profit. Organisasi nonprofit lebih berorientasi pada tujuan nilai sosial ( social value ) dengan lebih menekankan kegiatan pelayanan pada kelompok masyarakat. Organisasi yang terdiri dari organisasi profesi, keagamaan, politik, kebudayaan yang memiliki visi dan misi yang berbeda-beda. Contoh organisasi nonprofit adalah LBH. LSM, Komnas HAM, dan sebagainya. Sedangkan organisasi bisnis lebih menekankan pada tujuan profit atau keuntungan, karena dengan keuntungan itu organisasi bisnis dapat mempertahankan kelangsungan operasinya.

Apa yang dimaksud dengan bisnis? Mengapa mempelajari bisnis dan mengapa keberadaan bisnis menjadi begitu penting? Secara terminologis, bisnis merupakan sebuah kegiatan atau usaha. Bisnis dapat pula diartikan sebagai aktivitas terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa, atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud untuk memperoleh manfaat atau keuntungan. Dengan demikian, bisnis merupakan proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan kegiatan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.

Organisasi bisnis yang dijalankan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar konsumen untuk mendapatkan keuntungan, dikenal dengan istilah perusahaan. Dalam perkembangan selanjutnya, organisasi bisnis tidak hanya menjaga tingkat keuntungan tertentu melainkan juga berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam dan lingkungan sosial ( social responsibility ). Tantangan dalam dunia bisnis tidak hanya datang dari persaingan industri, tetapi juga dari kebijakan pemerintah atau organisasi internasional. Organisasi bisnis dalam hal ini sangat terkait dengan perekonomian dan sistem ekonomi. Perkembanngan dan kemajuan ekonomi dipengaruhi oleh cara kerja sistem ekonomi tersebut.

BISNIS SEBAGAI SUATU SISTEM

Mengapa kita mempelajari bisnis dan pengelolaannya? Hal ini merupakan sebuah pertanyaan Filosofis yang harus dijawab dengan logis dan empirik. Mempelajari bisnis berarti menelaah sejarah kehidupan manusia dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuuhan dan keinginan yang tidak terbatas dengan sumber sumber yang terbatas. Kegiatan bisnis merupakan sebuah sistem ekologis yang sangat terkait dengan lingkunngan disekitarnya. Dalam masyarakat yang semakin terbuka ( globalisasi ), maka kegiatan bisnis harus mampu bersikap fleksibel dan melakukan adaptasi. Bisnis merupakan subsistem dari sebuah sistem ekonomi. Sebagai suatu sistem, Bisnis merupakan proses pengelolaan beberapa subsistem yang berhubungan dengan proses produksi. Subsistem dari suatu organisasi bisnis terdiri dari suatu input, proses dan output. Masing-masing subsistem itu juga merupakan sistem yang mandiri atas beberapa subsistem didalamnya.

Pada posisinya, setiap subsistem dapat mempengaruhi aktivitas organisasi kerja secara keseluruhan. Dalam hal ini, bisnis tidak dapat menghindar dari pengaruh yang masuk dari dalam maupun dari luar sistem. Kebijakan-kebijakan dalam skala mikro akan memiliki implikasi secara langsung atau tidak lanngsung atas kelangsungan bisnis. Dalam era globalisasi dan liberalisasi perekonomian, hanya bisnis yang mempunyai kompetensi yang dapat bersaing dipasar.

Sebagai suatu sistem, perusahaan juga menjadi subsistem dari sistem yanng lebih luas. Disisi lain, masinng-masing subsistem pada skala tertentu juga merupakan sistem yang mandiri dan memiliki beberapa subsisttem didalamnya. Tidak dapat dihindari bahwa akan terdapat berbagai macam kepentingan bisnis dalam menngelola segala sumber daya yang teerbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas.

 

 

 

 

 

LINGKUNGAN BISNIS

Sebagai suatu sistem, perusahaan sanngat terkait dengan aktivitas publik lainnya. Pengelolaan bisnis menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembanngan ekonomi. Perkembangan dalam sistem mekanisme industrial telah memberikan implikasikasi pada organisasi bisnis atau perusahaan. Alternatif-alternatif dan kesempatan lebih banyak terbuka untuk mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan skala penngaruh, maka lingkunngan bisnis dapat dibedakan menjadi lingkunngan mikro dan lingkungan makro.

Pengelolaan dengan cara kerja perusahaan-perusahaan modern sangat berbeda setelah pasca depresi besar perekonomian tahun 1930-an. Lingkungan bisnis memiliki ketergantungan yang kuat dengan fenomena kehidupan ekonomi anggota masyarakat yang lainnya. Karena lingkungan itulah, bisnis mempunyai kepentinngan untuk mengelola pihak pihak yang berasal dari berbagai latar belakang (sosial, budaya, dan politik) yang berbeda. Bisnis yang terkait dengan opini publik atau anggota masyarakat banyak dipengaruhi oleh aktivitas bisnis itu sendiri. Pihak yang dipengaruhi oleh lingkungan bisnis disebut dengan stake-holders. Mennnurut Frederick, Post dan Davis, stake-holders adalah semua pihak yang dipengaruhi oleh aktivitas bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Primary stake-holders merupakan pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan, produk, dan aktivitas perusahaan. Primary stake-holders sering juga disebut sebagai market driven. Mereka terdiri dari para pelanggan/konsumen, pemasok, karyawan, investor, dan pesaing. Pemilik atau para pemegang saham merupakan pihak yang berkepentingan dalam mempengaruhi penilaian atas perusahaan. Penilaian tersebut menyangkut besarnya harapan memperoleh keuntungan atas keputusan investasi yanng akan dilakukannya pada masa yang akan datang.

Perusahaan tidak hanya berhubungan dengan masyarakat melalui berbagai kebijakan yanng dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan misinya. Pada tingkat tertentu, perusahaan juga berhubungan dengan masyarakat melalui “aktivitas lapis kedua”. Aktivitas-aktivitas ini tidak secara langsunng berhubungan dengan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan dan misi, melainkan sebagai konsekuensi atas aktivitas-aktivitas yang mengarah pada pencapaian tujuan dan misi tersebut. Pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang dipengaruhi oleh “aktivitas lapis kedua” perusahaan disebut secondary stake-holders.

Organisasi bisnis yang pedulli akan keadaan lingkungan eksternalnya akan selalu melakukan penyesuaian lingkungan internal sesuai dengan perubahan yang terjadi. Penyesuaian-penyesuaian ini perlu dilakukan agar organisasi bisnis dapat selalu menciptakan keseimbangan dengan lingnkungan eksternalnya. Karena lingkungan eksternal selalu berubah, maka organisasi bisnis atau lingkungan internal juga harus selalu berubah. Perubahan yang harus disesuaikan dengan arah perkembangan lingkungan eksternal, sehingga tercipta keseimbangan yang dinamis.

Menurut Kast dan Rosenzweig (1979), suatu organisasi (profit dan nonprofit) dapat dipandang sebagai suatu sistem sosioteknikal. Menurut pandangan ini, organisasi memiliki lima subsistem yaitu subsistem tujuan dan nilai-nilai (goals and values subsistem), subsistem teknikal technical subsistem), subsistem struktural (structural subsistem), subsistem psikososial (psychosocial subsistem), dan subsistem manajerial (managerial subsistem). Subsistem manajerial memiliki fungsi untuk memadukan segenap subsistem yang lainnya.

Organisasi atau bisnis dapat juga dipandang sebagai suatu sistem tranformasi. Sebagai suatu sistem transformasi, bisnis memiliki beberapa subsistem, yaitu subsistem input, proses, dan output. Pandangan ini sangat bermanfaat untuk menganalisis problem-problem yang berkaitan dengan output (produk atau jasa) dari organisasi bisnis (perusahaan). Produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan mungkin tidak laku dipasar karena kualitasnya terlalu rendah dibandingkan produk para pesaing. Untuk meningkatkan daya saing, produk atau jasa perlu ditingkatkan kualitasnya. Proses ini dapat ditempuh melalui dua cara utama, yaitu dengan meningkatkan kualitas input dan memperbaiki proses transformasi dari input menjadi output.

 

 

 

 

 

MODEL PENGELOLAAN BISNIS


Dengan cara bagaimana bisnis dapat dikelola, adalah pertanyaan awal yang selalu muncul pada setiap individu atau manusia. Apabila kita cermati lebih lanjut, telah terjadi perkembangan dalam model pengelolaan bisnis pada negara negara maju yang selama ini menganut sistem ekonomi liberalisme-kapitalisme. Depresi besar yang ditandai dengan jatuhnya mekanisme pasar, telah mengubah cara dan model pengelolaan bisnis. Perbedaan yang mendasar dari kedua sistem besar dunia tersebut terletak pada mekanisme pengelolaan internal bisnis. Komunisme adalah antitesis dari sistem ekonomi liberalistik-kapitalistik yang menolak sistem dikotomi. Penguasaan sumber-sumber secara penuh oleh pemilik modal harus dipecahkan oleh kelompok pekerja. “Das kapital” (1867) merupakan ide dari Karl Marx yang mengkritik model pengelolaan bisnis yang tidak seimbang (eksploitatif). Kemudian Eropa terpecah menjadi dua, yaitu Eropa Barat dan Timur. Eropa Timur menerapkan model pengelolaan bisnis yang bersifat sentralistik, yaitu kebijakan bisnis yang berada pada pemerintah.


Sistem dikotomi dalam hubungan bisnis di Amerika Serikat menemui anti-klimaks pada tahun 1930-an. Pengelolaan bisnis kemudian dipecahkan melaui metode penelitian dan pengembangan yang bersifat ilmiah, dimana peran manajer lebih dioptimalkan dan dan peran pemodal diminimalkan. Model-model manajemen mulai muncul dan berkembang pada abad ke-20 seiring modernisasi dalam teknologi produksi bisnis (perusahaan), seperti aliran perilaku, aliran situasional, aliran kooperatif, dll. Dan pada tahun 1985, Komunisme menngalami kehancuran melalui program “Perestrotika” yang disponsori oleh Presiden Uni Soviet, Mikhail Gorbachev.

Terdapat perbedaan yang signifikan antara model pengelolaan bisnis negara-negara berkembang dibenua Asia dan Afrika dengan negara-negara maju. Negara-negara berkembang itu merupakan negara bekas jajahan yang tidak mengalami proses pengelolaan bisnis yanng matang. Hal ini disebabkan oleh perhatian yang besar dalam perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan. Sebab selama masa penjajahan, hak-hak negara telah dirampas oleh negara-negara maju. Pengelolaan bisnis Indonesia telah dikuasai oleh negara kolonial Belanda, termasuk bentuk dan model bisnis yang diterapkan. Model dikotomi pengelolaan bisnis jelas tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yanng mengutamakan sifat kekeluargaan.

Pada pasca kemerdekaan, terdapat dualisme dalam pengelolaan bisnis di Indonesia yang berasal dari peninggalan Belanda. Bisnis dikelola secara kapitalistik dan kapitalistik campuran (mixed capitalistic) dengan melibatkan peran pemerintah yang cukup besar. Penngelolaan bisnis diatur melalui kebijakan yang ketat dan bisnis swasta sangat dibatasi pada industri tertentu. Pilihan model seperti ini merupakan ekses dari dua sistem ekonomi besar dunia, yaitu kapitalisme dan komunisme. Kedua sistem ekonomi itu pada awal pembangunan negara-negara berkembang (pasca kolonialisme) saling memperebutkan eksistensinya. Hal ini tidak dapat dielakkan karena ketergantungan negara berkembang para modal dan teknologi. Akibatnya, pengelolaan bisnis yang berkembang di Indonesia saat ini adalah berbentuk kapitalistik dengan sifat dikotomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMEGANG KEPENTINGAN UTAMA DALAM BISNIS

Setiap bisnis mengadakan transaksi dengan orang-orang. Orang-orang itu menanggung akibat karena bisnis tersebut. Karenanya mereka mempunyai kepentingan didalamnya. Mereka dapat disebut pemegang kepentingan utama (stake-holders) atau orang yanng mempunyai kepentingan dalam bisnis. Lima jenis pemegang kepentingan yang terlibat dalam bisnis :

•  Pemilik

•  Karyawan

•  Kreditor

•  Pemasok

•  Pelanggan

Setiap jenis pemegang kepentingan berperan kritis dalam perusahaan, seperti akan dijelaskan:

Pemilik

Setiap bisnis dimulai sebagai hasil ide dari seorang atau lebih menngenai barang atau jasa, yang disebut Wiraswasta (entrepreneurs), yang mengorganisasikan, mengelola, dan mengasumsikan resiko yang dihadapi mulai dari permulaan bisnis.

Seorang wiraswasta yang menciptakan bisnis pada mulanya menjalankan sebagai pemilik tunggal. Namun demikian, selama bisnis tumbuh mungkin memerlukan tambahan dana lebih daripada yang dapat disediakan oleh pemilik tunggal. Sebagai konsekuensi, pemilik tunggal akan memperbolehkan orang lain menanamkan modal kedalam perusahaannya dan menjadi pemilik bersana.

Banyak perusahaan besar menjual saham kepada investor yang ingin menjadi Pemegang Saham (share-holders/stock-holders) dari perusahaan tersebut. Perusahaan besar seperti ExxonMobil, IBM dan General Motors mempunyai jutaan pemeganng saham. Saham mereka dapat dijual kepada insvestor lain yang ingin menanamkan modalnya kedalam perusahaan ini. Apabila kimerja perusahaan membaik, nilai sahamnya juga naik, seperti tercermin pada harga saham yang lebih tinggi.

 

Kreditor

Perusahaan memerlukan dana lebih daripada yang didapat dari pemilik. Institusi keuangan atau individu yang disebut Kreditor yang memberikan pinjaman.

Ketika suatu perusahaan pada mulanya didirikan, perusahaan memerlukan pengeluaran sebelum dapat menjual barang dan jasa. Oleh karena itu, tidak dapat menggantungkan kepada uang tunai dari perusahaan untuk menutupi pengeluaran. Kreditor meminjamkan dana kepada perusahaan bila mereka percaya bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja yang baik sehingga mengembalikan pinjaman pokok beserta bunganya dikemudian hari.

Karyawan

Karyawan perusahaan diangkat untuk menyalurkan operasi perusahaan. Karyawan yang bertanggung jawab mengelola tugas yang diberikan kepada karyawan lain dan membuat keputusan penting perusahaan disebut manajer . Kinerja perusahaan sangat tergantung pada keputusan yang dibuat para manajernya. Keputusan yang bagus dapat membuat perusahaan menjadi sukses, tetapi keputusan yang kurang bagus dapat membuat perusahaan gagal.

Pemasok

Perusahaan biasanya menggunakan bahan baku untuk menghasilkan produksinya. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur mobil menggunakan baja untuk membuat mobil, sementara itu, perusahaan properti menggunakan semen, kayu dan bahan lainnya. Perusahaan tidak dapat menyelasaikan proses produksinya bila mereka tidak mendapat bahan baku. Oleh karena itu, kinerjanya sebagian tergantung pada kemampuan dari pemasoknya dalam mengantarkan bahan baku tepat pada waktunya.

Pelanggan

Perusahaan tidak dapat bertahan hidup tanpa pelanggan. Untuk menarik pelanggan, perusahaan harus memberikan barang atau jasa yang diperlukan dengan harga yang pantas. Perusahaan juga harus meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan cukup berkualitas sehingga pelanggan puas. Apabila perusahaan tidak dapat memberikan barang atau jasa yang berkualitas dengan harga pantas, pelanggan akan beralih keperusahaan pesaing. Perusahaan juga telah menjaga kualitas dan harga dari produk mereka sedemikian rupa sehingga dapat diterima pelanggan.

MAKSUD DAN TUJUAN BISNIS

Bisnis tidak hanya bermaksud memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen. Lebih dari itu, bisnis juga harus mampu menyediakan sarana-sarana yang dapat menarik minat dan perilaku membeli konsumen. Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa bisnis harus mencapai tujuan dalam mempertahankan operasinya. Secara umum, maksud dan tujuan bisnis sangat terkait erat dengan faktor-faktor berikut :

•  Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen

•  Keuntungan usaha

•  Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan

•  Mengatasi berbagai resiko

•  Tanggung jawab sosial

Kemampuan dalam memahami kebutuhan dan keinginan konsumen merupakan salah satu cara agar bisnis dapat dikelola secara berkelanjutan. Meskipun demikian, faktor yang sangat penting dalam mengelola bisnis adalah memperoleh keuntungan bisnis. Keuntungan mempunyai pengertian yang sangat luas dan berbeda bagi setiap individu atau kelompok yang memiliki bisnis. Hal ini menyangkut perbedaan keyakinan normatif, sikap, perilaku, dan persepsi pelaku bisnis atas pengelolaannya.

Keuntungan dalam teminologi bisnis adalah laba (nominal) yang diperoleh. Keuntungan dalam hal ini berbeda dari pendapatan bisnis. Keuntungan bisnis diperoleh dari hasil operasi perusahaan selama periode tertentu (penjualan dikurangi biaya-biaya untuk menghasilkan dan memasarkan produk ditambah pajak). Keuntungan itu akan dipakai oleh bisnis dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas bisnis. Efisiensi dan efektifitas merupakan faktor kunci bisnis untuk meraih kesempatan dan peluang yang besar dalam persaingan.

Pada dekade 1990-an, bisnis telah dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dunia. Salah satu permasalahan yang mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan adalah tanggung jawab sosial bisnis. Tanggung jawab sosial yang dipermasalahkan adalah kepedulian dunia bisnis terhadap kualitas produk, pemeliharaan tenaga kerja, hak-hak pekerja (internal), dan sumberdaya alama/lingkungan (eksternal). Perubahan iklim bisnis membawa pengaruh terhadap banyak hal. Agar bisnis tetap berjalan dengan baik dan mencapai tingkat keuntungan yang diharapkan, maka bisnis harus peka terhadap permasalahan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi persaingan bisnis global pada abad ke-21.

Beberapa hal tentang tren dan tantangan bisnis :

•  Globalisasi Ekonomi

•  Tantangan Sosial

•  Pemulihan ekonomi

•  Wanita di dunia kerja

•  Isu link and match

•  Diversitas/keragaman budaya

•  Konflik nilai/Geo pilitik

•  Etika bisnis

•  Tantangan kualitas

•  Tantangan teknologi

•  Partisipasi bisnis regional, internasional dan multilateral

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


 

 

Gugup Kis


"Data kuliah" ini dibuat untuk memberikan kepuasan kepada orang-orang yang haus akan ilmu. Jika kamu orangnya, silahkan menikmati web ini dengan mendownload tutorial dan bahan-bahan kuliah lainnya.
Thx.
Best Regards: Setiawantw
READ MORE - BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS

Artikel NgeTOP

DataKuliah

Komentar Teranyar

My Profile

Seseorang yang mau berbagi seputar dunia akuntansi, manajemen, blogging tips; yang nantinya dapat digunakan bagi rekan-rekan sekalian guna referensi belajar, skripsi, bahan / tugas kuliah.
Semoga dapat membantu...! Share FIRST, Take LATER..!!!
Bagi rekan yang mau mengetahui tentang saya, silakan ke halaman About Me.

  ©Updated by Download Soal dan Materi Kuliah Online | SEO Company UK | Watch Free Movies Online

TOPO